7 Fakta Tentang Yohanes Markus

 

5. Yohanes Markus Di Kemudian Hari Menjadi Teman Sepelayanan Rasul Paulus

Meski sempat berselisih paham dengan Rasul Paulus, namun rupanya Markus akhirnya berdamai dengannya.

Ketika mengirim suratnya kepada jemaat di kota Kolose, Paulus sedang bersama dengan Markus dan mengirim salam kepada jemaat di Kolose. Bersama Aristarkhus dan Yustus, Paulus menyebut Markus sebagai “Temanku sekerja untuk Kerajaan Allah; mereka itu telah menjadi penghibur bagiku.” (Kolose 4:10-11).

Demikian juga ketika Paulus mengirim suratnya kepada Filemon, Markus mengirimkan salam kepada Filemon, yang berarti Markus sedang bersama-sama dengan Paulus pada saat itu (Filemon 1:23-24).

Dari surat Kolose dan surat Filemon dapat diketahui bahwa Paulus menuliskan kedua suratnya tersebut dari dalam penjara. Saat itu Paulus sedang dipenjarakan karena memberitakan Injil. Menurut tradisi, Paulus dipenjarakan di kota Roma, dan ia mengirimkan suratnya kepada jemaat Kolose dan kepada Filemon dari kota tersebut.

Hal ini berarti bahwa Markus dan Paulus kembali melayani bersama-sama, bahkan sangat mungkin Markus menemani Paulus di penjara saat itu!

Dalam suratnya kepada jemaat Kolose, Paulus juga meminta jemaat Kolose untuk menerima Markus, sesuai dengan pesan yang telah diterima oleh mereka. “Tentang dia kamu telah menerima pesan; terimalah dia, apabila dia datang kepadamu.”

Dari kalimat ini kita tahu bahwa ada kemungkinan jemaat Kolose tidak mau menerima Markus. Tidak disebut alasannya mengapa, tetapi mungkin karena perbuatan Markus pada masa lalu yang pernah mundur dari pelayanannya bersama Paulus dan Barnabas sehingga membuat jemaat Kolose meragukan integritas dan loyalitasnya.

Jadi ketika Markus hendak ke Kolose, mungkin untuk suatu urusan pelayanan, Paulus menasihati jemaat Kolose untuk menerimanya. Bahkan mungkin saja Markus datang ke Kolose atas permintaan Paulus. Jadi Paulus ingin bukan hanya dia saja yang menerima Markus kembali, tetapi juga jemaat Kolose.

Hal ini berarti bahwa rekonsiliasi telah terjadi di antara Paulus dan Markus, bahkan telah melayani kembali bersama-sama.

 

6. Yohanes Markus Menjadi Rekan Setia Rasul Paulus Saat Menjelang Kematiannya

Ketika rasul Paulus sedang di penjara karena pemberitaan Injil, dan sedang menantikan saat kematiannya yang semakin mendekat (2 Timotius 4:6), ia mengajukan beberapa permintaan kepada Timotius, anak rohaninya yang menggembalakan jemaat Tuhan di kota Efesus.

Salah satu hal yang diminta Paulus adalah agar Timotius menjemput Markus,“Karena pelayanannya penting bagiku.” (2 Timotius 4:11).

Biasanya orang yang memberikan pesan di akhir hidup mereka, pasti mengajukan permintaan yang penting-penting. Demikianlah Rasul Paulus, ia meminta satu permintaan penting kepada Timotius perihal Markus. Artinya kehadiran Markus bagi Paulus di saat-saat terakhir hidupnya sangatlah penting.

Kita tidak tahu pelayanan apa yang diharapkan oleh Paulus dari Markus. Namun dari permintaannya kepada Timotius, dan mengingat keadaannya yang sangat sulit di dalam penjara, jelas Paulus sangat membutuhkan kehadiran Markus. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pelayanan Markus bagi Rasul Paulus.

Betapa Markus telah mengalami perubahan dalam hidup dan pelayanannya sehingga rasul besar seperti Paulus memintanya datang di penghujung hidupnya! Markus yang sekarang bukan lagi Markus yang dulu, sekarang ia telah berubah.

Masa berpisahnya Paulus dengan Barnabas dan Markus, diperkirakan sekitar tahun 47 Masehi, sedangkan Paulus meminta Markus datang kepadanya, yakni masa-masa terakhir hidupnya, kira-kira tahun 64 Masehi. Jadi  jarak antara masa pelayanan Paulus, Barnabas dan Markus, dengan permintaan Paulus atas Markus adalah sekitar 17 tahun.

Dalam kurun waktu 17 tahun, Markus jelas telah mengalami banyak perubahan yang signifikan, seiring dengan bertambahnya usianya dan pengalamannya mengikut Tuhan Yesus.

 

7. Yohanes Markus Menjadi Salah Satu Dari Empat Penulis Kitab Injil

Tuhan hanya memakai empat hambaNya untuk menulis InjilNya, dan salah satunya adalah Markus.

Yang menarik, dari empat Injil yang ada, dua Injil ditulis oleh rasul, atau murid-murid pertama Tuhan Yesus, yakni Injil Matius dan Injil Yohanes, sedangkan dua Injil lagi ditulis bukan oleh rasul, tetapi oleh rekan-rekan Rasul Paulus dan Rasul Petrus, yakni Injil Markus dan Injil Lukas.

Memang tidak ada di dalam Injil Markus disebut bahwa Markus adalah penulis Injil tersebut. Namun tradisi sejak abad ke-2 Masehi menyebutkan demikian.

Misalnya Papias, seorang bapa gereja yang hidup sekitar tahun 70-163 Masehi, mengatakan bahwa Markus adalah murid rasul Petrus, dan bahwa Markus menulis Injilnya berdasarkan ajaran-ajaran Petrus.

Irenaeus, bapa gereja yang hidup sekitar tahun 30-122 Masehi, juga mengatakan demikian, seraya menambahkan bahwa Markus menulis Injilnya di kota Roma.

Dalam 1 Petrus 5:13 rasul Petrus menyebut Markus sebagai anaknya dan bahwa Markus, bersama orang percaya lainnya di “Babilon”, mengirim salam kepada para pembaca Surat Petrus. Hal ini mengindikasikan bahwa Markus, anak rohani Petrus, pada masa itu sedang bersama-sama dengan Petrus di Babilon, nama samaran untuk kota Roma.

Dengan demikian, maka penulisan Injil Markus oleh Markus hampir bisa dipastikan.

Markus, di usia yang sudah matang, mendapat kehormatan untuk menulis Kitab Suci karena dia sudah dibentuk dalam pelayanan. Markus setia mengikut tiga rasul dan belajar dari mereka: Barnabas, Paulus, dan Petrus. Karena itu, Tuhan mempercayakan Markus untuk menulis salah satu Kitab InjilNya, yakni Injil Markus, yang menjadi bagian dari Kitab Suci Kristen.

 

Itulah 7 fakta tentang Yohanes Markus yang perlu kita tahu.

 

Perhatian: Sebagian besar bahan penulisan artikel ini diambil dari tulisan saya yang berjudul “Seminggu Bersama Markus”, yang telah dimuat di renungan harian Manna Sorgawi.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!