Loading...
Loading...

7 Fakta Tentang Yohanes Markus

 

3. Yohanes Markus Punya Hubungan Keluarga Dengan Barnabas

Dalam Kolose 4:10, disebutkan bahwa Markus adalah kemenakan Barnabas. Kemenakan maksudnya adalah keponakan. Menurut bahasa aslinya, Yunani, sebenarnya Markus adalah “sepupu” Barnabas (Bahasa Yunani: anepsios), sebagaimana yang diterjemahkan oleh Alkitab Terjemahan Lama (TL) dan Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS).

Artinya, Markus masih termasuk saudara Barnabas, salah satu anggota jemaat terpandang di gereja mula-mula. Barnabas sendiri, seperti halnya Markus, adalah seorang yang cukup berada, yang menjual ladangnya untuk dipersembahkan kepada gereja Yerusalem (Kisah Para Rasul 4:36-37). Sebagai saudara, mungkin Barnabas yang mempengaruhi Markus untuk terlibat dalam pelayanan bersamanya.

Banyak orang di Alkitab yang punya hubungan keluarga, termasuk dalam gereja mula-mula di Alkitab. Selain Markus dengan Barnabas, ada Petrus dengan Andreas, Yakobus dengan Yohanes, dan lain sebagainya.

Bahkan Tuhan Yesus sendiri pun punya banyak anggota keluarga yang aktif dalam pelayanan di gereja mula-mula. Baca: 7 Anggota Keluarga Yesus Yang Aktif Dalam Pelayanan.

Banyaknya orang yang bersaudara di gereja mula-mula menunjukkan bahwa ketika seseorang percaya kepada Injil, maka mereka memenangkan saudara mereka kepada Tuhan Yesus, seperti halnya Andreas yang membawa Petrus saudaranya kepada Tuhan Yesus (Yohanes 1:41-42).

Memang di Alkitab juga banyak dicatat di mana satu keluarga sekaligus percaya kepada Tuhan Yesus, seperti keluarga seorang Pegawai Istana di Kapernaum. Baca: 7 Orang Non-Israel Yang Pernah Dilayani Yesus.

 

4. Yohanes Markus Pernah Mengundurkan Diri Dari Pelayanan Sehingga Mengakibatkan Paulus Dan Barnabas Berpisah Dalam Pelayanan

Setelah Markus bersama Paulus dan Barnabas menyelesaikan pelayanan mereka di pulau Siprus, maka mereka berlayar ke Perga di Pamfilia. Namun sayang, di sini terjadi satu hal yang tidak baik, Markus mengundurkan diri dari pelayanannya, dan kembali pulang ke rumahnya di Yerusalem!

Alkitab tidak memberitahukan mengapa Markus mengundurkan diri dari pelayanannya. Sebagian orang menganggap hal itu tidak terlepas dari latar belakang Markus yang masih muda (diperkirakan usianya masih awal 20-an tahun), dan dari keluarga yang kaya, dan kemungkinan seorang anak yang manja.

Ia mungkin belum terbiasa keluar rumah, jauh dari orang tuanya. Apalagi harus berhadapan dengan orang-orang yang masih asing baginya, bahkan dengan penyihir seperti Elimas (lihat poin 2 di atas).

Sebagian orang lagi melihatnya karena Markus kurang sepaham dengan Paulus dan Barnabas, mungkin dia belum bisa menyesuaikan diri dengan dua hamba Tuhan yang telah berpengalaman itu.

Namun apa pun alasannya, yang jelas perbuatan Markus ini sangat tidak baik.

Sangat mungkin Paulus dan Barnabas saat itu sempat memberi Markus nasihat dan dorongan untuk tetap melayani bersama mereka, tetapi akhirnya membiarkan Markus dengan keputusannya untuk pulang ke Yerusalem, sedangkan mereka tetap melanjutkan pelayanan mereka (Kisah Para Rasul 13:13).

Ketika Barnabas dan Paulus menyelesaikan perjalanan misi mereka yang pertama, mereka kembali ke jemaat di Antiokhia dan tinggal beberapa lama di situ. Kemudian Paulus berkata kepada Barnabas agar mereka kembali ke daerah-daerah yang pernah mereka melayani untuk melihat bagaimana keadaan mereka.

Barnabas setuju dengan Paulus, tetapi ia ingin mengikut-sertakan Markus kembali dalam tim mereka (Markus adalah saudaranya!). Namun Paulus dengan tegas menolaknya. Sebab bagi Paulus, tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama mereka.

Barnabas dan Paulus bersikeras dengan pendapat mereka masing-masing, bahkan hal ini menyebabkan perselisihan yang tajam di antara mereka. Akibatnya, mereka pun berpisah dalam pelayanan. Barnabas pergi bersama Markus, sedangkan Paulus memilih Silas bersamanya (Kisah Para Rasul 15:35-41).

Markus tentu sudah menyadari kesalahan yang telah dilakukannya, dan dia pasti bertekad untuk setia dalam pelayanannya. Markus dan Barnabas memulai pelayanannya dengan pergi kembali ke Pulau Siprus, mungkin karena dari situlah Barnabas berasal.

Alkitab tidak menjelaskan lebih lanjut tentang pelayanan Barnabas dan Markus. Namun yang jelas, Markus telah aktif kembali dalam pelayanannya.

 

5. Yohanes Markus Di Kemudian Hari Menjadi Teman Sepelayanan Rasul Paulus

Meski sempat berselisih paham dengan Rasul Paulus, namun rupanya Markus akhirnya berdamai dengannya.

Ketika mengirim suratnya kepada jemaat di kota Kolose, Paulus sedang bersama dengan Markus dan mengirim salam kepada jemaat di Kolose. Bersama Aristarkhus dan Yustus, Paulus menyebut Markus sebagai “Temanku sekerja untuk Kerajaan Allah; mereka itu telah menjadi penghibur bagiku.” (Kolose 4:10-11).

Demikian juga ketika Paulus mengirim suratnya kepada Filemon, Markus mengirimkan salam kepada Filemon, yang berarti Markus sedang bersama-sama dengan Paulus pada saat itu (Filemon 1:23-24).

Dari surat Kolose dan surat Filemon dapat diketahui bahwa Paulus menuliskan kedua suratnya tersebut dari dalam penjara. Saat itu Paulus sedang dipenjarakan karena memberitakan Injil. Menurut tradisi, Paulus dipenjarakan di kota Roma, dan ia mengirimkan suratnya kepada jemaat Kolose dan kepada Filemon dari kota tersebut.

Hal ini berarti bahwa Markus dan Paulus kembali melayani bersama-sama, bahkan sangat mungkin Markus menemani Paulus di penjara saat itu!

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!