7 Fakta Tentang Yohanes Menurut Alkitab

Rasul yohanes menurut alkitab

Rasul yohanes menurut alkitab

Artikel ini berisi seputar fakta-fakta penting tentang rasul Yohanes menurut Alkitab.

Bagi banyak orang Kristen nama rasul Yohanes adalah nama yang populer.

Sebab rasul Yohanes adalah tokoh penting di Alkitab dan kisah hidupnya adalah salah satu kisah tokoh Alkitab paling menginspirasi.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Petrus Menurut Alkitab

Kisah rasul Yohanes memang menarik untuk disimak.

Bukan saja karena ia salah satu tokoh penting di Alkitab, tetapi juga karena ia mempunyai kisah hidup yang luar biasa.

Rasul Yohanes terutama dikenal karena menjadi salah satu murid Tuhan Yesus terpenting.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Paulus Menurut Alkitab

Lalu, bagaimanakah latar belakang rasul Yohanes sebelum menjadi murid Tuhan Yesus? Bagaimana Tuhan Yesus memanggil Yohanes menjadi muridNya?

Lalu apa saja yang diperbuat rasul Yohanes selama hidup dan pelayanannya? Dan bagaimanakah akhir hidupnya?

Semua hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting tentang rasul Yohanes menurut Alkitab.

Berikut pembahasannya.

 

1. Yohanes Berasal Dari Keluarga Yang Berada Dan Cukup Berpengaruh

Nama Yohanes dalam bahasa Yunani adalah Ioannes, yang berasal dari bahasa Ibrani, Yokhanan, atau Yohanan, yang artinya, “Pemberian Tuhan”.

Yohanan adalah nama umum pada zaman Perjanjian Lama, dan ada banyak tokoh Alkitab di Perjanjian Lama yang bernama Yohanan.

Yohanes berasal dari keluarga yang berada. Orang tua Yohanes cukup kaya.

Ayah Yohanes, Zebedeus, adalah nelayan yang mempunyai “orang-orang upahan” (Markus 1:20).

Pada zaman itu, mereka yang mempunyai orang-orang upahan adalah tergolong mampu.

Selain itu, ibu Yohanes, Salome, adalah salah seorang dari perempuan-perempuan yang melayani rombongan Tuhan Yesus dengan “kekayaan mereka” (Lukas 8:3; Markus 15:40).

Keluarga Yohanes juga cukup berpengaruh, sebab mereka punya kenalan orang penting, yakni imam besar.

Di dalam Yohanes 18:15 diceritakan bahwa Yohanes “mengenal imam besar”.

Hal inilah mungkin yang membuat para pengawal ragu-ragu menangkap Yohanes, ketika mereka menangkap Tuhan Yesus.

Bahkan sebuah tradisi berkata bahwa keluarga Yohanes memasok ikan untuk keluarga imam besar.

 

2. Yohanes Adalah 1 Dari 3 Murid Terdekat Tuhan Yesus 

Tampaknya Yohanes sebelumnya adalah murid Yohanes pembaptis, di mana Yohanes pembaptis memperkenalkan Tuhan Yesus kepadanya (Yohanes 1:35-37, 41).

Bersama Yakobus, saudaranya, Yohanes dipanggil menjadi murid Tuhan Yesus ketika mereka sedang menjala ikan (Matius 4:21-22).

Yohanes tampaknya lebih muda dari Yakobus, sebab di kitab-kitab Injil namanya selalu disebut sesudah Yakobus, kecuali beberapa bagian di dalam Injil Lukas dan kitab Kisah Para Rasul.

Bersama Petrus dan Yohanes, Yakobus adalah murid terdekat Tuhan Yesus, di mana hanya mereka bertiga yang diikutkanNya dalam beberapa peristiwa penting.

Misalnya, ketika Tuhan Yesus dimuliakan di atas gunung (Matius 17:1) dan ketika Ia berdoa di Getsemani (Markus 14:32-33).

Selain itu, Yohanes dikenal sebagai murid yang dikasihi Tuhan Yesus, yang bersandar dekat kepadaNya pada Perjamuan Paskah Terakhir (Yohanes 13:23).

 

3. Yohanes Adalah Saudara Sepupu Tuhan Yesus 

Jika menghubungkan Markus 16:1 dan Matius 27:56, maka dapat diketahui bahwa Salome adalah ibu Yohanes.

Dan jika dihubungkan dengan Yohanes 19:25, maka Salome adalah saudara Maria, ibu Tuhan Yesus.

Dengan demikian, Yohanes adalah saudara sepupu Tuhan Yesus secara manusia.

Hal inilah mungkin salah satu yang membuat Yohanes, dan saudaranya, Yakobus, menjadi murid-murid terdekat Tuhan Yesus.

 

 

4. Yohanes Adalah Seorang Yang Agresif Dan Berwatak Keras

Yohanes adalah orang yang agresif dan mempunyai watak yang keras.

Salah satu contoh kekerasan watak Yohanes adalah ketika ia mencegah orang yang mengusir setan demi nama Tuhan Yesus, sebab ia menganggap bahwa orang itu tidak termasuk muridNya.

Tetapi Tuhan Yesus melarang Yohanes untuk mencegah orang tersebut (Lukas 9:49-50).

Juga ketika Yohanes dan saudaranya, Yakobus, mengusulkan kemusnahan suatu desa di Samaria, karena menolak Tuhan Yesus melewati wilayah mereka dalam perjalananNya menuju Yerusalem.

Tetapi Tuhan Yesus menegur mereka atas hal ini (Lukas 9:51-56).

Tuhan Yesus sendiri menggelari Yakobus dan Yohanes sebagai Boanerges, yang berarti anak-anak guruh (Markus 3:17).

Mungkin hal ini menunjukkan karakter mereka yang agresif dan berwatak keras.

Bahkan Yohanes, dan Yakobus, dengan berani meminta tempat duduk yang mulia kepada Tuhan Yesus dalam kerajaanNya kelak (Markus 10:35-44), hal mana membuat murid-murid lainnya marah kepada mereka berdua.

Menjawab permintaan Yakobus dan Yohanes, Tuhan Yesus bertanya apakah mereka sanggup untuk meminum cawan yang harus diminumNya.

Waktu mereka menjawab bahwa mereka dapat, Tuhan Yesus berkata bahwa mereka memang akan meminum cawan yang akan diminumNya.

Namun hal duduk dalam kerajaanNya akan diberikan oleh BapaNya sendiri, bukan olehNya.

Jawaban Tuhan Yesus ini merupakan nubuatan akan kematian Yakobus, saudara Yohanes, kelak, ia akan “meminum cawan” kematiannya.

Hal ini digenapi ketika raja Herodes membunuhnya dengan pedang (Kisah Para Rasul 12:2), sekitar tahun 44 Masehi.

Yakobus menjadi martir pertama dari 12 murid-murid Tuhan Yesus. (Baca: 7 Martir Terkenal Di Alkitab)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!