7 Fakta Tentang Yohanes Pembaptis Di Alkitab

Artikel ini berisi seputar fakta-fakta penting tentang Yohanes Pembaptis di Alkitab Perjanjian Baru.

Bagi banyak orang Kristen nama Yohanes Pembaptis adalah nama yang populer.

Sebab Yohanes Pembaptis adalah tokoh penting di Alkitab dan kisah hidup dan pelayanannya sungguh menginspirasi.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Rasul Petrus Di Alkitab

Kisah Yohanes Pembaptis jelas menarik untuk disimak.

Bukan saja karena ia salah satu tokoh penting di Alkitab, tetapi juga karena ia mempunyai kisah hidup dan pelayanan yang luar biasa.

Yohanes Pembaptis terutama dikenal karena menjadi perintis jalan bagi kedatangan Sang Mesias, Yesus Kristus.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Rasul Paulus Di Alkitab

Lalu, bagaimanakah latar belakang Yohanes Pembaptis?

Bagaimana dia menjalankan tugasnya  sebagai nabi dan perintis jalan bagi Mesias?

Bagaimanakah akhir hidup Yohanes Pembaptis?

Dan apa saja yang bisa kita teladani darinya?

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Yohanes Anak Zebedeus Di  Alkitab

Semua hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting tentang Yohanes Pembaptis di Alkitab Perjanjian Baru.

Berikut pembahasannya.

 

1. Yohanes Pembaptis Lahir Karena Doa Orang Tuanya

Zakharia adalah seorang imam Yahudi. Ia dan istrinya, Elisabet, sudah tua dan tidak mempunyai anak. Sebab Elisabet adalah seorang yang mandul.

Tetapi ia beserta istrinya adalah orang benar di hadapan Tuhan.

Suatu ketika ia bertugas di bait suci untuk membakar ukupan (berdoa). Tiba-tiba seorang malaikat menampakkan diri kepadanya dan berkata bahwa doanya sudah dikabulakn Tuhan.

Istrinya akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak dan hendaklah ia menamainya Yohanes (Lukas 1:13).

Dialah Yohanes pembaptis.

Rupanya Zakharia sudah lama berdoa bagi kelahiran seorang anak dalam keluarganya. Itulah sebabnya malaikat berkata doanya sudah dikabulkan.

Tentu pada saat itu ia sedang berdoa bagi umat Allah, Israel, sebab itulah tugas imam,  mempersembahkan korban/membakar ukupan dan berdoa mewakili umat Allah.

Tetapi ia juga berdoa untuk dirinya sendiri saat itu, bahkan selama ini dalam doa pribadinya di rumah.

Jadi ketika malaikat mengatakan bahwa doanya telah dikabulkan Allah itu berarti bahwa doanya yang digumulinya selama ini tentang seorang anak, Tuhan telah kabulkan. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Doanya Dikabulkan)

 

2. Yohanes Pembaptis Masih Kerabat Yesus Secara Manusia

Satu hal yang sering orang lupa tentang Yohanes Pembaptis adalah fakta bahwa ia sebenarnya masih merupakan kerabat keluarga Yesus secara nanusia.

Hal ini kita tahu dari kisah Maria ibu Yesus dan Elisabet, ibu Yohanes Pembaptis.

Ketika malaikat Gabriel mengunjungi Maria dan memberitahunya bahwa ia akan mengandung Juruselamat, Gabriel berkata bahwa Elisabet, sanak saudara Maria, juga sedang mengandung 6 bulan (Lukas 1:35-36).

Dengan demikian jelas, Yohanes Pembaptis adalah saudara Yesus.

 

3. Yohanes Pembaptis Adalah Nabi Terakhir PL Dan Perintis Jalan Bagi Mesias

Yohanes adalah nabi terakhir dari Perjanjian Lama, sekalipun kisahnya berada di Perjanjian Baru. (Baca: 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Baru)

Hal ini nyata dari perkataan Tuhan Yesus yang membatasi masa Perjanjian Lama hingga Yohanes Pembaptis.

Setelah itu, maka dimulailah era baru, yakni pemberitaan Kerajaan Allah, yang diawali oleh pelayanan Tuhan Yesus (Lukas 16:16).

Yohanes Pembaptis adalah seorang perintis jalan bagi kedatangan Mesias, yakni Tuhan Yesus.

Yohanes berkhotbah di antara orang-orang Israel seraya menyerukan agar mereka bertobat dan memberi diri dibaptis sebagai persiapan untuk menyambut Sang Mesias.

Tuhan Yesus sendiri memberi diriNya dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, sebagai bentuk solidaritasnya kepada manusia berdosa.

 

4. Yohanes Pembaptis Adalah Seorang Yang Rendah Hati

Yohanes Pembaptis jelas sangat dihormati pada zamannya, sebab ia seorang nabi yang datang dengan kuasa nabi Elia, nabi besar Perjanjian Lama.

Kendati demikian, Yohanes Pembaptis adalah seorang yang rendah hati.

Dengan tegas ia berkata bahwa ia bukan Mesias, tetapi hanya pembuka jalan bagi Mesias.

Bahkan dengan merendah ia berkata bahwa membuka tali kasut Mesias pun ia tidak layak (Markus 1:7).

Yohanes juga mengatakan bahwa ia adalah ibarat teman dari mempelai laki-laki yang empunya mempelai perempuan dan yang sudah puas mendengar suara mempelai laki-laki tersebut.

Ia berkata bahwa Yesus akan semakin besar, dan ia semakin kecil (Yohanes 3:27-31).

Sesungguhnya, seiring perjalanan waktu dan selaras dengan tujuan dari pelayanan Yohanes dan Yesus, orang-orang akan mengikut Yesus dan “meninggalkan” Yohanes.

Jelas, tugas menjadi perintis jalan membutuhkan kerendahan hati yang tidak semua orang bisa melakukannya. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Rendah Hati)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!