7 Fakta Tentang Yudas Iskariot Di Alkitab

Artikel ini berisi seputar fakta-fakta penting tentang Yudas Iskariot di Alkitab Perjanjian Baru.

Bagi banyak orang Kristen nama Yudas Iskariot pasti sudah tidak asing lagi, walau dalam arti negatif.

Sebab Yudas Iskariot adalah tokoh populer di Alkitab Perjanjian Baru atas perannya dalam penangkapan Yesus, Gurunya sendiri.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Petrus Menurut Alkitab

Kisah Yudas Iskariot dalam Perjanjian Baru tentu  perlu untuk disimak, sehingga kita bisa terhindar dari perbuatannya yang tidak baik.

Kisah Yudas Iskariot terutama diingat pada masa-masa Paskah atau hari kematian Yesus Kristus, di mana Yudas berperan dalam mengkhianati Yesus dan menjualNya kepada tua-tua Yahudi.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Paulus Menurut Alkitab

Lalu, siapakah sebenarnya Yudas Iskariot?

Apa yang dilakukannya selama menjadi murid Tuhan Yesus?

Bagaimana sifat dan karakter Yudas Iskariot?

Dan bagaimanakah akhir hidupnya?

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Yohanes Menurut Alkitab

Semua hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting tentang Yudas Iskariot menurut Alkitab Perjanjian Baru.

Berikut pembahasannya.

 

1. Yudas Iskariot Adalah Satu-satunya Murid Tuhan Yesus Dari Luar Galilea

Yudas Iskariot adalah salah satu dari 12 murid Tuhan Yesus.

Tetapi Alkitab tidak menjelaskan kapan Tuhan Yesus memanggil Yudas Iskariot untuk bergabung dengan kelompok pengikutNya.

Nama Yudas dalam bahasa Yunani adalah Iudaeos, yang berasal dari bahasa Ibrani, y’huda atau Yehuda, yang artinya, “bersyukur”.

Sedangkan kata Iskariot berasal dari bahasa Ibrani, ‘isy q’riyot, yang secara harfiah berarti “orang dari Keriot”.

Keriot yang dimaksud di sini kemungkinan adalah sebuah kota di dekat Hebron (Yosua 15:25).

Seandainya benar demikian, maka Yudas merupakan satu-satunya orang Yudea di antara murid-murid Tuhan Yesus.

Selain Yudas Iskariot, semua muridNya berasal dari Galilea.

Orang-orang Yudea sering kali mengejek penduduk Galilea sebagai penduduk perbatasan yang kasar.

Hal ini mungkin membuat Yudas terasing dari kalangan para murid.

 

2. Yudas Iskariot Adalah Seorang Yang Munafik Dan Tidak Jujur

Yudas Iskariot bertugas sebagai bendahara para rasul, tetapi ia adalah seorang yang tidak jujur dan munafik.

Hal ini nyata ketika Maria datang untuk mengurapi kaki Tuhan Yesus dengan minyak narwastu yang sangat mahal harganya.

Yudas mengkritik perbuatan Maria sebagai pemborosan dan berkata bahwa minyak narwastu tersebut lebih baik dijual dan uangnya diberikan kepada orang miskin.

Maksudnya adalah uangnya masuk ke bendahara dahulu, yakni ke Yudas sendiri.

Yudas bersikap seolah-olah memperhatikan nasib orang-orang miskin, tetapi sebenarnya karena ia adalah seorang pencuri, yang biasa mencuri uang dari kas yang dipegangnya (Yohanes 12:1-8).

Di sinilah letak kemunafikan Yudas Iskariot sekaligus menyingkapkan perbuatannya yang tidak jujur selama ini (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Tidak Jujur)

 

3. Yudas Iskariot Berkhianat Kepada Tuhan Yesus Dengan MenjualNya Kepada Tua-Tua Yahudi

Yudas Iskariot kemudian berkhianat kepada Tuhan Yesus, gurunya sendiri, dengan menjualNya kepada pihak tua-tua Yahudi.

Tua-tua Yahudi memang sudah lama mengincar Yesus karena mereka menganggap Yesus melanggar Hukum Taurat Yahudi selain juga mereka dengki kepadaNya.

Yudas menjual Yesus dengan uang sebesar 30 perak, jumlah yang tidak tergolong besar pada masa itu.

Yudas “menyerahkan” Yesus tatkala Ia dan murid-muridNya berdoa di taman Getsemani, tempat yang jelas diketahui Yudas. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Paling Jahat Di Perjanjian Baru)

Para pakar Alkitab memberikan beberapa teori mengenai alasan pengkhianatan Yudas Iskariot terhadap Tuhan Yesus.

Pertama, Yudas sakit hati ketika Tuhan Yesus menegurnya pada waktu Maria mengurapiNya dengan minyak narwastu yang sangat mahal harganya.

Kedua, Yudas tertarik dengan tawaran uang dari musuh-musuhNya, walaupun uang sebesar 30 perak bukanlah jumlah yang cukup besar pada masa itu.

Ketiga, Yudas kecewa terhadap misi Tuhan Yesus, yang gagal sebagai pemimpin gerakan massa untuk melawan penjajah Romawi.

Namun, apa pun alasannya, yang jelas Yudas telah memberikan dirinya dikuasai oleh Iblis untuk mengkhianati Tuhan Yesus (Lukas 22:3; Yohanes 13:27), dan ia berkeras hati terhadap peringatanNya yang berulang-ulang.

 

4. Yudas Iskariot Menyesali Perbuatannya Mengkhianati Gurunya Sendiri

Setelah Tuhan Yesus dijatuhi hukuman mati oleh Mahkamah Agama Yahudi, maka Yudas Iskariot pun menyesali perbuatannya dalam menjual Gurunya sendiri.

Ia mengembalikan uang penjualanNya kepada imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi.

Tetapi para pemimpin Yahudi tersebut tidak menghiraukan Yudas Iskariot, mereka berkata bahwa itu adalah urusan Yudas sendiri.

Tidak jelas mengapa Yudas menyesali perbuatannya.

Mungkin ia baru sadar betapa kejinya perbuatannya dalam menyerahkan Gurunya sendiri, yang jelas-jelas tidak bersalah.

Namun penyesalan Yudas hanya sekedar penyesalan, tidak berakhir dengan pertobatan, seperti halnya penyesalan Petrus yang berakhir dengan pertobatan.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!