7 Fakta Tentang Yusuf Arimatea

Yusuf Arimatea adalah salah satu tokoh Alkitab yang berperan dalam peristiwa kematian dan penguburan Yesus, sebagaimana yang dicatat di Alkitab Perjanjian Baru, yakni di dalam keempat Kitab Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes).

Yusuf Arimatea berperan penting dalam meminta mayat Yesus kepada walinegeri Roma, Pilatus, dan menguburkanNya.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Simon Orang Kirene

Kisah Yusuf Arimatea, karena itu, menjadi penting untuk kita pelajari, apalagi di saat kita merayakan Hari Jumat Agung atau Hari wafat Tuhan kita Yesus Kristus, kita perlu mengingat  perbuatan Yusuf Arimatea ini.

Kisah kematian dan penguburan Tuhan Yesus tidak mungkin terlepas dari figur Yusuf Arimatea, khususnya jika kita mengingat proses penguburan mayat Yesus, sejak Ia diturunkan dari kayu salib atas perintah Pontius Pilatus hingga Ia dimakamkan di sebuah taman di dekat bukit Golgota.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Maria Magdalena

Lalu, siapakah sebenarnya Yusuf Arimatea?

Mengapa Yusuf Arimatea berani meminta mayat Yesus kepada Pilatus?

Bagaimana Yusuf Arimatea menguburkan mayat Yesus?

Dan di mana Yusuf Arimatea membaringkan mayat Yesus?

Apa yang bisa kita teladani dari Yusuf Arimatea? 

Baca juga: 7 Fakta Tentang Pontius Pilatus

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting seputar Yusuf Arimatea, sebagaimana yang dicatat di Alkitab atau keempat Kitab Injil (Matius 27:57-61; Markus 15:42-47; Lukas 23:50-56; Yohanes 19:38-42).

Fakta-fakta apa sajakah itu? berikut pembahasannya.

 

1. Orang Yahudi yang kaya dan saleh, yang berasal dari Arimatea

Hal pertama yang dijelaskan di Alkitab tentang Yusuf Arimatea adalah bahwa ia merupakan orang yang kaya. Tetapi Alkitab tidak menjelaskan sumber kekayaan Yusuf Arimatea ataupun pekerjaannya.

Tetapi tentu orang kaya biasanya dihormati, baik pada masa kini maupun pada masa dahulu. 

Yusuf Arimatea adalah seorang Yahudi, yang terbukti dari namanya. Yusuf adalah nama yang umum di antara orang Yahudi atau Israel, yang berasal dari nama Yusuf anak Yakub.

Dikatakan di Alkitab bahwa ia menanti-nantikan Kerajaan Allah. Artinya, ia adalah seorang Yahudi yang saleh, yang menantikan kedatangan Mesias.

Yusuf Arimatea berasal dari Arimatea, sebuah kota kecil di Israel. Itulah sebabnya Yusuf Arimatea disebut Yusuf orang Arimatea.

Pada masa dahulu, dan juga masa kini, orang sering menyebut seseorang dengan nama asal desa/kotanya, terlebih jika banyak orang lain yang punya nama yang sama seperti namanya. 

 

2. Anggota Mahkamah Agama Yahudi/Sanhedrin

Bukan hanya kaya dan saleh, Yusuf juga seorang yang punya jabatan yang tinggi. Ia adalah anggota Mahkamah Agama Yahudi atau biasa juga disebut Sanhedrin, suatu jabatan yang prestisius pada masa itu.

Sebab merekalah yang punya wewenang dan otoritas untuk memutuskan segala sesuatu bagi masyarakat Yahudi, baik dalam hal politik, sosial, dan agama.

 

3. Menjadi Pengikut Tuhan Yesus

Sekalipun ia adalah orang yang kaya dan punya jabatan yang tinggi, namun hal itu rupanya tidak menghalangi Yusuf Arimatea untuk menjadi pengikut Tuhan Yesus. 

Sebab pada masa itu ada cukup banyak orang kaya yang menolak menjadi murid Tuhan Yesus, bahkan ada juga yang menghinaNya, seperti para Ahli Taurat dan orang-orang Farisi.

Salah satu contoh terkenal di Alkitab di mana orang kaya menolak menjadi murid Tuhan Yesus adalah seseorang yang tidak disebut namanya, yang pernah datang kepada Tuhan Yesus dan ingin mendapatkan hidup yang kekal.

Tetapi setelah Tuhan Yesus mengatakan bahwa orang itu harus menjual hartanya dan membagi-bagikannya kepada orang-orang miskin lalu mengikut Dia, orang tersebut pun pergi dengan hati yang sedih.

Tetapi tidak demikian dengan Yusuf Arimatea.

Ia bertobat, percaya Tuhan Yesus dan menjadi seorang Kristen, muridNya.

Tetapi Alkitab tidak menjelaskan kapan Yusuf Arimatea bertobat atau bagaimana caranya ia menjadi murid Tuhan Yesus.

Yang jelas pada saat itu tidak terlalu banyak murid Tuhan Yesus yang berasal dari kalangan atas, dan Yusuf Arimatea adalah salah satunya.

 

4. Tidak setuju dengan keputusan Sanhedrin yang menghukum mati Yesus

Alkitab berkata bahwa Yusuf Arimatea tidak setuju dengan penghukuman yang dijatuhkan Mahkamah Agama Yahudi kepada Yesus.

Tentu hal ini sangat wajar mengingat Yusuf Arimatea adalah murid Yesus. Dan dia tahu persis bahwa Yesus tidak bersalah sehingga tidak layak dihukum mati seperti para penjahat. 

Tetapi rupanya pada saat itu Yusuf Arimatea tidak menyuarakan penolakannya atas hukuman mati/penyaliban yang dijatuhkan oleh Mahkamah Agama Yahudi kepada Yesus.

Boleh jadi karena dia takut, seperti murid-murid Tuhan Yesus lainnya. 

Atau boleh juga karena dia tidak hadir pada saat itu, atau karena alasan lain.

Yang jelas sebagai murid Yesus, Yusuf Arimatea mengetahui sebuah kebenaran bahwa Dia tidak layak dihukum mati sebab Ia tidak bersalah sama sekali.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!