7 Fakta Tentang Yusuf Arimatea

 

5. Berani menghadap Pilatus untuk meminta mayat Yesus

Yusuf Arimatea dengan berani meminta mayat Yesus kepada Pilatus untuk dikuburkan, dan Pilatus memberikannya.

Sebenarnya meminta mayat Yesus kepada Pilatus butuh keberanian yang besar.

Telah disebutkan di atas bahwa sebagai salah satu anggota Mahkamah Agama Yahudi, Yusuf Arimatea tidak setuju penghukuman Yesus.

Yang jelas Pilatus tidak mendengar satu orang pun yang menolak penyaliban Yesus dari anggota Mahkamah Agama Yahudi, termasuk Yusuf Arimatea. Tetapi, Pilatus rupanya tidak mempermasalahkan hal itu lagi.

Selain itu, Yusuf Arimatea juga bisa dicurigai Pilatus karena ia bukan keluarga Yesus, mengapa dia yang harus menurunkan dan menguburkan mayat Yesus?

Keberanian Yusuf ini patut diapresiasi. 

Dengan menghadap Pontius Pilatus, wali negeri Roma, segala resiko telah dipikirkan Yusuf Arimatea dan siap ditanggungnya.

 

6. Mempersiapkan segala sesuatu untuk pemakaman Yesus

Pada zaman dahulu di Israel, pemakaman dilakukan dengan terlebih dahulu merempah-rempahi mayat orang yang sudah meninggal.

Hal ini adalah bentuk penghormatan dan rasa kasih kepada orang yang meninggal tersebut.

Demikianlah dengan Yusuf Arimatea. Ia menunjukkan penghormatannya kepada Yesus dengan cara merempah-rempahi mayatNya.

Yusuf Arimatea juga mengapani mayat Yesus dengan kain lenan.

Yusuf Arimatea dibantu oleh Nikodemus, salah satu murid Yesus yang juga berasal dari kalangan atas, yakni pengajar Taurat.

 

7. Menyediakan kuburnya sendiri bagi Yesus

Setelah merempahi mayat Yesus dan membalutnya dengan kain lenan, Yusuf Arimatea juga memakamkan Yesus secara layak di dalam kuburan yang baru.

Para wanita dari Galilea, murid-murid Yesus yang setia menyertaiNya hingga kematianNya di Yerusalem, menyaksikan penguburan Yesus.

Pada masa itu kuburan digali di dalam liang atau gua lalu ditutup dengan batu.

Tetapi Yusuf Arimatea bukan hanya menyediakan sebuah kubur baru bagi Yesus, kubur di mana belum pernah orang dikuburkannya di situ.

Kubur Yesus itu adalah kubur yang sebenarnya diperuntukkan oleh Yusuf Arimatea untuk dirinya sendiri jika kelak ia telah meninggal.

Orang Israel pada masa itu, terutama orang yang kaya, memang sering telah mempersiapkan kuburnya sendiri sebelum ia meninggal.

Itulah yang dilakukan oleh Yusuf Arimatea. Ia telah mempersiapkan kuburnya sendiri. Tetapi kini dia telah rela memberikan kubur miliknya tersebut kepada Guru dan Tuhannya, Tuhan Yesus Kristus.

Yusuf adalah seorang murid yang menghormati Tuhannya dan yang rela berkorban untukNya.

Rupanya Yusuf Arimatea sadar bahwa Guru dan Tuhannya, Tuhan Yesus Kristus, telah terlebih dahulu mengasihinya dan berkorban untuknya di kayu salib demi pengampunan dosanya dan dosa manusia umumnya. Dan bahwa pengorbanannya belum seberapa bila dibandingkan dengan pengorbanan Kristus kepadanya.

 

Itulah 7 fakta tentang Yusuf Arimatea yang perlu kita tahu.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!