7 Gereja Aliran Baptis Di Indonesia

Artikel ini membahas tentang 7 Gereja aliran Baptis di Indonesia.

Ada 7 Gereja beraliran Baptis di Indonesia saat ini.

Baptis adalah denominasi gereja yang lahir dari kaum separatis Inggris, yakni mereka yang memisahkan diri dari Gereja Inggris (Church of England/Anglikan, yang memisahkan diri dari gereja Katolik) pada abad 17.

Tokoh utama dari kaum separatis ini, yang kemudian dianggap sebagai awal kelahiran aliran gereja baptis, adalah John Smyth sebagai pendeta gereja “baptis” pertama di Amsterdam, Belanda.

Baca juga: 25 Gereja Terbesar Di Indonesia

Smith, setelah membaca Perjanjian Baru, menolak baptisan anak-anak dan menerapkan baptisan dewasa yang telah percaya.

Istilah baptis merujuk pada batisan pertobatan/dewasa, yang menurut aliran gereja ini merupakan baptisan yang alkitabiah, berbeda dengan baptisan anak/percik, yang dianut oleh Lutheran dan Calvinist (yang juga dianut oleh Katolik).

Gereja baptis merupakan gereja Protestan terbesar di Amerika Serikat, dan sangat berpengaruh. Baptis telah menjadi semacam “agama negara” di negara tersebut.

Baptis juga terdapat di Australia, Korea, dan di berbagai negara lainnya, termasuk di Indonesia, yang tergabung ke dalam berbagai organisasi dan sinode.

Menurut data Baptist World Alliance (BWA) pada tahun 2009, jumlah anggota jemaat gereja-gereja aliran Baptis di seluruh dunia, khususnya yang tergabung dalam organisasi tersebut, adalah  41.196.964 jiwa.

Baca juga: 10 Aliran Gereja Terbesar Dalam Kristen Protestan

Perjalanan umat Baptis dimulai pada tanggal 13 Mei 1813 ketika William Robinson seorang utusan injil Baptis dari Inggris datang ke Indonesia.

Pada tahun 1834, 2 orang utusan Injil yaitu Lyman & Munson yang menginjili di pedalaman Sumatera tewas sebagai martir di daerah Labu Pining, Sumatera Utara.

Tahun 1948, kemenangan Partai Komunis China membuat tempat pelayanan dan seminari di China ditutup yang akhirnya membuat misi Baptis berpindah ke Indonesia dan mulai melayani di sini.

Hingga pada bulan Januari 1950, B.J Cauthen salah satu pelopor misionaris di Indonesia, mulai mengadakan survei.

Namun, karena kurangnya personil, maka ia meminta tambahan misionaris. Maka pada 24 Desember 1951, datanglah 3 Serangkai; yaitu William B. Johnson, Stockwell B. Sears, dan Charles P. Cowherd.

Baca juga: 10 Gereja Calvinist Terbesar Di Indonesia

Pada tanggal 25 Februari 1952, dikeluarkan izin pelayanan Baptis di Indonesia oleh Departemen Agama.

Dan pada tanggal 11 Mei 1952, kebaktian perdana dilaksanakan di Gedung Masonic Jalan Wastu Kencana 27 Bandung.

Gereja-gereja pertama selanjutnya adalah GBI Kalvari Jakarta, GBI Immanuel Surabaya, GBI Sion yang sekarang menjadi GBI Seteran Semarang, dan GBI Semampir yang sekarang menjadi GBI Sahabat Kediri.

Gereja-gereja baptis di Indonesia tergabung dalam Persekutuan Baptis Indonesia (PBI).

PBI didirikan oleh tiga denominasi gereja baptis, dan kini mempunyai 7 anggota.

Artikel kali ini akan membahas 7 Gereja beraliran Baptis di Indonesia tersebut.

Berikut pembahasannya.

 

1. Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI)

Denominasi Gereja beraliran baptis di Indonesia yang pertama adalah GGBI (Gabungan Gereja Baptis Indonesia).

GGBI berdiri pada tanggal 12 Agustus 1971 dengan nama Gabungan-gabungan Gereja Baptis Indonesia, yang disempurnakan menjadi Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI).

GGBI (Gabungan Gereja Baptis Indonesia) terdiri dari lebih 600 gereja lokal di Indonesia dari Sumatera sampai Papua.

 

2. Kerapatan Gereja Baptis Indonesia (KGBI)

Pada tahun 1940-an, beberapa pemuda KGPM (Kerapatan Gereja Protestant Minahasa) berangkat ke Makasar untuk mengikuti Sekolah Alkitab.

Tahun 1951 KGPM melaksanakan Kongres di Sonder, Minahasa. Hari pertama kongres tersebut (16 Oktober 1951) menjadi hari terakhir dan terjadilah perpisahan karena lima alasan usulan peserta kongres (1) Pengajaran kelahiran baru (Pertobatan dan iman), (2) Pembaptisan selam bagi orang yang telah percaya, (3) Kehidupan Rohani, Bukti hidup sebagai orang percaya, (4) Ketaatan sepenuhnya pada Alkitab dan (5) Pemberitaan Injil dan penanaman gereja di suku-suku lain.

Kelompok pemuda, lulusan Sekolah Alkitab Makasar, yang memang banyak berbeda dalam ajaran (terutama karena bersifat evangelical/Injili) dan cita-cita menjangkau suku-suku lain di Indonesia ini, menghendaki KGPM meninggalkan ciri kesukuan ‘Minahasa’.

Kelompok ini (14 Gereja Setempat dan 35 pendeta) memisahkan diri dan mengganti kata ‘Minahasa’ pada nama gereja KGPM dengan kata ‘Indonesia’, (KGPM menjadi KGPI).

Hari itu, 16 Oktober 1951 menjadi hari jadi KGPI/KGBI.

Kongres Khusus KGPI 1979 memutuskan untuk menggabungkan KGPI ke dalam rumpun Gereja Baptis dan mengganti nama ‘Protestan’ menjadi ‘Baptis’ (KGPI menjadi KGBI).

Saat ini KGBI telah ada di 24 Provinsi di Indonesia.

 

3. Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua (PGBP)

Gereja Baptis secara organisasi didirikan oleh orang baptis papua bersama ABMS dalam Konferensi pertama di Kampung Ya’neme, Distrik Makki, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua.

Dalam suara bulat pada tanggal 14 Desember 1966 ditetapkan sebagai hari jadi gereja baptis Papua, “PGBP”.

Dalam perjalanan sejarah gereja baptis telah terjadi pergantian pucuk pimpinan selama 7 kali.

PGBP telah memiliki umat sekitar 97,000 jiwa yang tersebar di seluruh wilayah pelayanan Baptis di Papua.

Juga telah membangun gedung gereja sekitar 309 gereja di seluruh tanah Papua dalam wilayah pelayanan baptis.

Keseluruhan umat hampir 95% orang asli Papua dan 5% non Papua.

 

4. Gereja Baptis Independen Indonesia (GBII)

Gereja Baptis Independen Indonesia (GBII) adalah gereja-gereja Kristen yang secara umum memegang kepercayaan Baptis.

Perbedaan mereka dengan kelompok Baptis lainnya ada pada istilah “Independen,” yang mengisyaratkan bahwa mereka tidak berada di bawah suatu struktur denominasi atau sinode mapapun.

Gereja-gereja Baptis Independen percaya bahwa setiap gereja lokal berdiri secara otonom dengan Kristus sebagai kepala tiap gereja.

Mengaplikasikan doktrin ini secara praktis, berarti tidak boleh ada sebuah gereja (atau gereja-gereja) yang bertindak sebagai atasan bagi gereja-gereja lain, sebagaimana dalam sistem Sinode atau Katolik.

Setiap gereja Baptis Independen menganggap gereja Baptis Independen lain sebagai sesama saudara, bukan sebagai atasan atau bawahan.

Gereja-gereja Baptis Independen secara umum memegang doktrin Fundamental Kristen, dan walaupun tidak di bawah suatu denominasi, tetapi rata-rata gereja Baptis Independen memiliki kemiripan pengajaran.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!