7 Hakim Israel Terbesar Di Alkitab

 

Artikel ini membahas tentang hakim Israel terbesar di Alkitab.

Hakim adalah sebutan bagi para pemimpin tertinggi Israel di Tanah Perjanjian sebelum munculnya jabatan raja. Hakim-hakim adalah para pemimpin Israel setelah kematian Yosua, tokoh yang membawa mereka memasuki Tanah Perjanjian.

Pada masa itu, hakim Israel merupakan seorang pemimpin di bidang politik, militer, pemerintahan, dan hukum. Jadi bukan hakim di pengadilan sebagaimana pengertian kita pada masa sekarang.

Baca juga: 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Baru

Sejauh yang dicatat di Alkitab, ada 15 orang di Alkitab yang dapat dikategorikan sebagai hakim Israel, yang sebagian besar dicatat di kitab Hakim-hakim.

Dari sekian banyak hakim tersebut, di sini akan dibahas 7 di antaranya, yang dianggap sebagai hakim-hakim Israel terbesar di Alkitab.

Kebesaran mereka dinilai dari lamanya masa pemerintahan mereka, kontribusi mereka bagi keamanan bangsa Israel, banyaknya musuh yang mereka kalahkan, serta kepemimpinan mereka yang dihormati.

Lalu, siapa sajakah 7 hakim Israel terbesar di Alkitab? Berikut pembahasannya.

 

1. Samuel

Hakim Israel terbesar di Alkitab pertama adalah Samuel.

“Samuel memerintah sebagai hakim atas orang Israel seumur hidupnya.” (1 Samuel 7:15).

Samuel adalah hakim Israel yang terakhir. Ia memerintah sebagai hakim Israel seumur hidupnya. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh Samuel sebagai hakim Israel sangat besar. Bahkan tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa Samuel adalah hakim Israel terbesar dari semua hakim-hakim Israel.

Ada perbedaan di antara Samuel dengan hakim-hakim Israel lainnya. Jika para hakim Israel sebelumnya terutama berperan dalam bidang militer, maka Samuel lebih berperan dalam bidang pemerintahan, hukum, dan keagamaan.

Hal ini tidak mengherankan, sebab selain sebagai hakim, Samuel juga merupakan seorang nabi, dan salah satu dari 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Lama.

Selain sebagai seorang nabi, Samuel tampaknya juga merupakan seorang imam, yang mewariskan keimaman Eli dan anak-anaknya yang telah mati, sekalipun Samuel berasal dari suku Efraim, bukan dari suku Lewi, suku yang dipilih Tuhan menjadi imam-imam Israel. Hal ini tampak dari perannya dalam membakar korban bakaran (1 Samuel 13:8-14; 16:1-3)

Ketika Samuel sudah tua, maka ia mengangkat anak-anaknya menjadi hakim Israel untuk menggantikan dia. Tetapi anak-anaknya itu tidak hidup benar seperti Samuel. Karena itu orang Israel menuntut adanya seorang raja bagi mereka.

Hal itu disampaikan oleh Samuel kepada Tuhan. Dan walau Tuhan tidak menghendakinya, Tuhan akhirnya mengabulkan permintaan bangsa Israel itu (1 Samuel 8:1-22).

Maka Saul terpilih untuk menjadi raja pertama Israel, dan Samuel Tuhan perintahkan untuk mengurapinya sebagai raja.

Samuel mati setelah ia mengurapi Daud menjadi raja Israel menggantikan Saul yang telah Tuhan tolak karena ketidaktaatannya.

 

2. Gideon

Hakim Israel terbesar selanjutnya di Alkitab adalah Gideon.

“Demikianlah orang Midian tunduk kepada orang Israel dan tidak dapat menegakkan kepalanya lagi; maka amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya pada zaman Gideon.” (Hakim-hakim 8:28)

Gideon berasal dari kaum terkecil dari suku yang kecil di Israel, yakni suku Manasye. Dia juga orang yang paling muda di dalam keluarganya.

Suatu ketika ia sedang mengirik gandum di tempat tersembunyi (seperti umumnya orang Israel pada waktu itu), karena takutnya kepada orang Midian yang menjadi musuh Israel.

Lalu Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dan menyebutnya sebagai “Pahlawan yang gagah berani”. Tentu saja hal tersebut mengejutkan Gideon, sebab ia sadar siapa dirinya (Hakim-hakim 6:11-24).

Namun Tuhan tahu bahwa di tanganNya memang ia akan benar-benar menjadi pahlawan yang gagah berani. Sebab sejak itu, oleh penyertaan Tuhan, ia menjadi hakim Israel selama 40 tahun dan berhasil mengalahkan bangsa Midian, musuh bebuyutan Israel (Hakim-hakim 7-8).

Namun sayang, kebesaran Gideon tercoreng oleh efod yang dibuatnya di akhir hidupnya, sehingga mengakibatkan bangsa Israel menyembah efod tersebut (Hakim-hakim 8:22-27).

 

3. Yefta

Hakim Israel terbesar lainnya di Alkitab adalah Yefta.

“Yefta memerintah sebagai hakim atas orang Israel enam tahun lamanya. Kemudian matilah Yefta, orang Gilead itu, lalu dikuburkan di sebuah kota di daerah Gilead.” (Hakim-hakim 12:7)

Yefta berasal dari keluarga yang tidak baik. Ia adalah anak dari seorang perempuan sundal. Ketika saudara-saudara tirinya besar, mereka mengusir Yefta dari rumah mereka, akibatnya ia pun pergi ke tanah Tob, negeri Aram. Di sana ia menjadi kepala para perampok. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Terpaksa Mengungsi Ke Negeri Orang)

Tetapi ketika bangsa Israel berperang dengan bangsa Amon, para tua-tua Israel di Gilead, kampung halaman Yefta, meminta Yefta untuk membantu mereka berperang melawan orang Amon, dan mereka berjanji bahwa jika mereka menang, mereka akan menjadikan Yefta sebagai pemimpin mereka.

Rupanya “pengalaman” Yefta sebagai kepala atau pemimpin para perampok, yang identik dengan kemampuan dalam perkelahian secara fisik, sangat dibutuhkan oleh orang-orang sebangsanya dalam menghadapi musuh mereka, orang Amon.

Setelah memastikan janji para tua-tua Gilead bahwa ia akan dijadikan mereka sebagai pemimpinnya, dan setelah masalah itu dibawa oleh Yefta ke hadapan Tuhan, Yefta pun menyetujuinya.

Ia berangkat ke medan pertempuran bersama orang-orang Israel di Gilead, dengan Yefta sebagai pemimpinnya. Dan atas pertolongan Tuhan, mereka pun menang (Hakim-hakim 11:1-33). Lalu Yefta menjadi hakim atas Israel.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!