Loading...

7 Hal Ajaib Yang Terjadi Saat Penyaliban Yesus

Loading...

 

3. Tabir Bait Suci Terbelah Dua

Injil Markus mencatat,

“Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah. (Markus 15:38).

Tabir Bait Suci adalah tirai penghubung/pemisah antara ruang kudus dan ruang maha kudus di Bait Allah/Bait Suci orang Yahudi di Yerusalem.(Baca: 7 Bait Allah Di Alkitab)

Ruang Kudus adalah bagian depan dari Bait Suci sebagai tempat para imam Yahudi melakukan ritual agama setiap harinya.

Sedangkan Ruang Maha Kudus adalah bagian belakang Bait Suci, tempat Imam Besar melakukan ritual agama setahun sekali, yakni pada hari raya Yom Kippur atau Hari Raya Pendamaian. (Baca: 10 Hari Raya Israel Di Alkitab)

Ruang Maha Kudus adalah tempat di mana Imam besar Israel melakukan upacara pendamaian, untuk mendamaikan umat yang berdosa dengan Tuhan.

Jadi Ruang Maha Kudus adalah lambang kehadiran Tuhan.

Ketika Yesus wafat di kayu salib, maka tirai yang memisahkan ruang kudus dengan ruang maha kudus terbelah dua dari atas ke bawah.

Karena yang boleh masuk ke ruang kudus hanyalah para imam – orang awam tidak boleh – maka hanya para imamlah yang menyaksikan hal itu.

Dan boleh jadi para imam tersebut bertobat setelah menyaksikan kejadian itu (Kisah Para Rasul 6:7).

Sangat mungkin peristiwa robeknya tirai ini disaksikan oleh para imam tatkala mereka sedang melakukan upacara persembahan korban sore di Bait Allah, yakni pada pukul 3 petang. Sebab pada jam itulah Yesus wafat di kayu salib.

Peristiwa ini pasti tidak terjadi secara kebetulan, tetapi merupakan karya ilahi dengan maksud dan tujuan tertentu. Mungkin inilah makna tersirat dari frasa “dari atas ke bawah”, artinya dari Tuhan sendiri.

Apalagi tempat di mana Yesus wafat, yakni Golgota, berada di luar tembok kota Yerusalem, tidak berada di lokasi yang sama dengan letak Bait Allah di pusat kota Yerusalem.

Jadi hanya campur tangan ilahi yang dapat merobek tirai itu, mengingat jarak kematian Yesus yang cukup jauh dari letak Bait Suci.

Para penulis Injil tidak memberi makna dari robeknya tabir Bait Suci ini. Tetapi penulis surat Ibrani mengatakan bahwa makna tabir yang robek itu adalah terbukanya jalan bagi semua orang percaya untuk bertemu dengan Allah di ruang maha kudus, hal yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi imam besar (Ibrani 10).

Makna lainnya, kendati tidak disebut di Alkitab, mungkin adalah hancurnya Bait Suci tersebut akibat ketidakpercayaan banga Israel, umat pilihan Tuhan, pada Yesus sebagai Mesias mereka.

Kehancuran Bait Suci orang Yahudi memang sebelumnya telah dinubuatkan oleh Tuhan Yesus dalam Khotbah Akhir Zaman (Matius 24), yang digenapi 40 tahun kemudian, tatkala bangsa Romawi menghancurkan Yerusalem dan Bait Suci mereka (lihat poin 7 di bawah).

 

4. Terjadi Gempa Bumi

Peristiwa/hal ajaib yang terjadi saat penyaliban Yesus yang keempat adalah terjadinya gempa bumi serta terbelahnya bukit-bukit batu.

Injil Matius mencatat,

“… dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,….” (Matius 27:51)

Selain kegelapan yang terjadi akibat matahari yang tidak bersinar (poin 2 di atas), terjadi juga tanda alam lain pada saat kematian Yesus, yakni gempa bumi.

Peristiwa gempa bumi tentu adalah suatu gejala alam yang biasa terjadi di berbagai tempat.

Alkitab sendiri mencatat beberapa gempa bumi yang pernah terjadi, yang merupakan gejala alam biasa, misalnya pada zaman raja Yerobeam (Amos 1:1).

Kendati demikian, gempa bumi yang terjadi pada saat penyaliban Yesus adalah peristiwa yang tidak biasa. Ini adalah peristiwa ajaib, campur tangan Allah sendiri, suatu tanda yang terjadi pada saat kematian Yesus di kayu salib.

Bahwa gempa bumi adalah lumrah dipakai oleh Allah sebagai tanda campur tangan kuasaNya, dapat dilihat dari banyaknya contoh di Alkitab.

Misalnya, ketika Tuhan hadir menyatakan diriNya di Gunung Sinai dan memberi 10 Perintah kepada Musa, terjadi gempa bumi. (Baca: 10 Perintah Allah Dan Maknanya)

Demikian juga ketika Tuhan menjawab doa Paulus dan Silas di dalam penjara, Dia melakukan gempa yang memporak-porandakan penjara tersebut (Kisah Para Rasul 16).

Dengan demikian harus dikatakan bahwa gempa yang terjadi saat kematian Yesus adalah gempa yang tidak biasa, tetapi sebagai campur tangan Allah secara langsung, seperti halnya kegelapan yang terjadi itu.

Jika demikian, apakah tujuan gempa tersebut?

Tampaknya ada dua. Pertama, sebagai tanda murka/hukumanNya kepada mereka yang menyalibkan Yesus, seperti dalam poin 2 di atas.

Kedua, untuk menunjukkan tanda yang lainnya, yang akan di bahas dalam poin 5 di bawah ini.

 

5. Kuburan-Kuburan Terbuka Dan Banyak Orang Mati Bangkit

Peristiwa/hal ajaib yang terjadi saat penyaliban Yesus yang kelima adalah terbukanya kuburan-kuburan yang mengakibatkan bangkitnya orang-orang mati dalam kubur tersebut.

Hal ini secara jelas dicatat di dalam Injil Matius.

“…dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.” (Matius 27:52-53)

Akibat yang terjadi dari gempa bumi (lihat poin 4 di atas) adalah kuburan-kuburan terbuka dan orang-orang kudus bangkit.

Yang dimaksud dengan orang-orang kudus di sini ada dua kemungkinan: umat Tuhan pada zaman Perjanjian Lama ataupun umat Tuhan pada zaman Perjanjian Baru.

Istilah “orang kudus” di Alkitab memang biasanya dikaitkan dengan orang Israel di Perjanjian Lama (Daniel 7:27 ) ataupun orang Kristen atau gereja di Perjanjian Baru (Kisah Para Rasul 9:32).

Kemudian, setelah Yesus bangkit, orang-orang kudus yang telah bangkit ini menampakkan diri di kota kudus, sebutan bagi kota Yerusalem. (Baca: 10 Fakta Tentang Yerusalem Menurut Pandangan Kristen).

Loading...
4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!