Loading...

7 Hal Ajaib Yang Terjadi Saat Penyaliban Yesus

Loading...

 

Artikel ini berisi tentang 7 hal ajaib yang terjadi saat penyaliban Yesus.

Sejauh yang dapat kita ketahui dari Alkitab, setidaknya ada 7 hal ajaib yang terjadi saat penyaliban Yesus.

Ketujuh hal ajaib ini dicatat di dalam ketiga Injil Sinoptik, yakni Injil Matius, Injil Markus, dan Injil Lukas.

Baca juga: 7 Makna Kematian Yesus Bagi Orang Percaya

Ketujuh hal ajaib yang terjadi saat penyaliban Yesus ini merupakan peristiwa yang terjadi baik sebelum maupun setelah Yesus mati di atas kayu salib.

Sebagian dari ketujuh peristiwa/hal ajaib yang terjadi saat penyaliban Yesus ini merupakan peristiwa yang terjadi pada alam atau sebuah bangunan/gedung.

Baca juga: 10 Nubuat Perjanjian Lama Yang Digenapi Saat Penyaliban Yesus

Sedangkan sebagian lagi dari ketujuh peristiwa ini merupakan peristiwa yang terjadi pada diri manusia.

Ketujuh peristiwa/hal ajaib yang terjadi saat penyaliban Yesus ini  jelas  merupakan campur tangan ilahi.

Baca juga: 10 Nubuat Perjanjian Lama Yang Digenapi Saat Kematian Yesus

Lalu apa-apa sajakah peristiwa-peristiwa/hal-hal ajaib yang terjadi saat penyaliban Yesus?

Berikut pembahasannya.

 

1. Seorang Penjahat Bertobat

Peristiwa/hal ajaib yang terjadi saat penyaliban Yesus yang pertama adalah pertobatan seorang penjahat.

Injil Lukas mencatat tentang kisah pertobatan penjahat ini.

“Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah. Lalu ia berkata: Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja. (Lukas 23:40-42).

Alkitab mencatat bahwa Tuhan Yesus disalibkan bersama dengan dua orang  penjahat, masing-masing di sebelah kanan dan kiriNya.

Salah satu dari orang yang disalibkan tersebut memohon kepada Yesus agar jika kelak Ia datang sebagai Raja, Ia mengingatnya.

Menjawab hal ini Yesus pun menjanjikan firdaus atau surga kepadanya (Lukas 23:43).

Inilah salah satu dari tujuh perkataan Yesus di kayu salib yang dicatat di Alkitab. (Baca: 7 Perkataan Yesus Di Kayu Salib Dan Maknanya)

Ketika orang banyak mengolok-olok Yesus, termasuk salah satu orang yang disalibkan bersamaNya,  penjahat ini berbeda. Ia menegur temannya itu karena ia tahu bahwa Yesus disalibkan bukan karena dosaNya, sementara ia dan temannya disalibkan karena memang mereka jahat dan layak dihukum mati.

Bukan hanya itu,  penjahat ini juga memohon kepada Yesus agar ia diselamatkan.

Jika kita membaca kitab-kitab Injil lainnya, yakni Injil Matius dan Injil Markus, maka kita dapat mengetahui bahwa kedua penjahat yang disalibkan bersama Yesus sama-sama mengolok-olok Dia (Matius 27:44; Markus 15:32).

Hal ini berarti bahwa penjahat yang satu ini akhirnya sadar dan bertobat.

Sangat mungkin hal ini terjadi karena ia melihat sikap Yesus yang berbeda: tenang, tidak mengumpat, mencaci, atau mengutuk orang-orang yang menyalibkanNya.

Jadi ketika penjahat ini melihat sikap Yesus yang sangat berbeda, ia menjadi kagum lalu menyesal dengan tindakannya yang mengolok-olok Yesus. Kemudian ia sadar akan keberdosaannya sehingga memohon belas kasihan Yesus.

Kendati demikian, pertobatan penjahat ini jelas merupakan sebuah keajaiban. Allah pasti campur tangan akan hal ini.

Bagaimana mungkin seorang penjahat yang sudah terbiasa berbuat jahat bisa sedrastis itu mengalami perubahan dan pertobatan?

Bukan hanya itu, bagaimana mungkin ia yang baru saja bersikap kasar terhadap Yesus dengan cara mengolok-olokNya, bisa secepat itu berbalik serta memohon keselamatan kepadaNya?

Dan, bagaimana seorang penjahat yang baru beberapa jam “mengenal” Yesus bisa begitu yakin bahwa Ia adalah Raja yang ilahi yang akan datang, yang berkuasa memberi keselamatan kekal kepada manusia?

Tak bisa disangkal bahwa ini adalah suatu keajaiban, dan – tidak diragukan lagi – ini adalah campur tangan ilahi!

 

2.  Terjadi Kegelapan Akibat Matahari Tidak Bersinar

Peristiwa/hal ajaib yang terjadi saat penyaliban Yesus yang kedua adalah kegelapan yang terjadi akibat matahari yang tidak bersinar.

Dalam Injil Lukas dicatat,

“Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, sebab matahari tidak bersinar. (Lukas 23:44-45a)

Alkitab mencatat bahwa Yesus mulai disalibkan pada pukul 9 pagi dan wafat pada pukul 3 sore, sekalipun Ia baru diturunkan dari kayu salib tersebut pada pukul 6 sore, ketika hari Sabat dimulai, yakni pada Jumat sore.

Dengan demikian, Yesus “mengalami/merasakan” penyaliban “hanya” selama 6 jam, sebab tiga jam terakhir, yakni pukul 3 sore hingga pukul 6 sore, Ia sudah wafat sehingga tidak lagi “merasakan” penderitaan penyaliban.

Dan setelah tiga jam Yesus disalibkan, yakni pada pukul 12 siang, Alkitab mencatat bahwa terjadi kegelapan di wilayah di mana Yesus disalibkan. Sebab matahari tidak bersinar.

Tentu ini adalah sebuah hal yang ajaib, kegelapan terjadi pada saat tengah hari! Matahari tak bersinar di siang bolong!

Keajaiban ini lebih mencolok lagi karena terjadi hanya di sebagian/sedikit wilayah, yakni hanya di sekitar tempat penyaliban Yesus, di daerah Golgota.

Dengan demikian hal ini bukanlah suatu hal yang alamiah atau suatu kebetulan, tetapi merupakan campur tangan ilahi.

Sebagian orang yang meragukan peristiwa ajaib ini menduga bahwa ini adalah peristiwa biasa, yakni gerhana matahari.

Namun dugaan seperti ini sangat tidak mungkin. Mengapa? Sebab penyaliban itu adalah bertepatan dengan Paskah orang Yahudi, yakni pada bulan purnama.

Jika demikian, tak bisa diragukan lagi bahwa kegelapan yang terjadi ini pastilah campur tangan ilahi.

Lalu apa makna kegelapan yang terjadi di siang bolong ini? Pasti hukuman atau peringatan Allah atas dosa manusia.

Allah murka terhadap manusia yang menyalibkan Anak Allah yang tak berdosa, yang datang ke dunia justru untuk menyelamatkan mereka.

Hukuman Tuhan ini bisa dibandingkan dengan tulah gelap gulita yang Tuhan timpakan di Mesir, yang hanya menimpa orang Mesir dan tidak dialami oleh orang Israel yang saat itu sedang berada di tengah-tengah orang Mesir (Keluaran 10:21-23).

Loading...
4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!