Categories: FAKTA ALKITAB

7 Hari Raya Yahudi Yang Disebut Di Perjanjian Baru

 

Artikel ini berisi tentang 7 Hari Raya Israel/Yahudi yang disebut di perjanjian baru.

Di Alkitab, bangsa Israel atau bangsa Yahudi sebagai umat pilihan Tuhan, mempunyai banyak hari raya.

Hari raya-hari raya tersebut diperingati secara khusyuk atau dirayakan dengan hati yang gembira untuk suatu tujuan tertentu.

Sering juga dengan mempersembahkan korban-korban atau persembahan-persembahan.

Ada 10 hari raya Israel di Alkitab.

Delapan dari 10 hari raya Israel itu diperintahkan langsung oleh Tuhan – melalui Musa – kepada umat Israel, dan terdapat dalam satu pasal Alkitab, secara berurutan, yakni dalam Kitab Imamat pasal 23.

Namun, di bagian-bagian lain Alkitab juga dicatat hari raya-hari raya tersebut, baik secara keseluruhan atau sebagian, maupun secara tersendiri.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Sunat Menurut Alkitab

Sementara dua dari antara 10 hari raya tersebut tidak diperintahkan langsung oleh Tuhan, tetapi ditetapkan sendiri oleh bangsa Israel (yang tentu atas seijin Tuhan), yang bertujuan untuk mengingat perbuatan Tuhan yang besar dalam hidup mereka.

Hari raya-hari raya itu diperingati secara rutin, umumnya setiap tahun; kecuali satu hari raya, yang diperingati setiap minggu atau sekali dalam tujuh hari.

Hari raya-hari raya ini umumnya diperingati dan dirayakan di kota Yerusalem. Dan orang-orang Israel di luar Yerusalem datang ke Yerusalem untuk merayakan hari raya-hari raya tersebut. Kecuali satu hari raya, yang boleh diperingati di luar Yerusalem.

Beberapa dari hari raya tersebut terjadi dalam waktu yang sangat berdekatan, dalam bulan yang sama. Sebagian ada yang hanya beda beberapa hari saja, bahkan ada yang terjadi di hari yang sama.

Baca juga: 7 Bait Allah Di Alkitab Dan Penjelasannya

Hari raya-hari raya Israel ini biasanya diadakan di dalam Bait Suci. Tetapi sejak Bait Suci Israel sudah tidak ada lagi, maka hari raya-hari raya itu umumnya dirayakan di rumah-rumah ibadat atau Sinagoge.

Hari raya-hari raya ini juga muncul di Perjanjian Baru, dalam singgungan dengan orang-orang Yahudi. Tetapi semua hari raya ini sudah digenapi di dalam Tuhan Yesus (Ibrani 10:1-18). Karena itu tidak lagi mengikat orang Kristen untuk merayakannya.

Baca juga: 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Lama

Kendati demikian, hal ini perlu kita ketahui agar kita mengerti latar belakang dan makna dari semua hari raya tersebut dan penggenapannya di dalam Tuhan Yesus.

Lalu, hari raya Yahudi apa sajakah yang disebut di perjanjian baru.?

Berikut pembahasannya.

 

1. Hari Raya Sabat (Shabbat)

(Imamat 23:1-3)

Sabat adalah satu-satunya hari raya Israel yang dirayakan sekali seminggu, bukan sekali setahun. Sabat dirayakan setiap hari ketujuh atau hari Sabtu.

Hari Raya Sabat pertama kali muncul dalam 10 Firman Allah (Baca: 10 Firman Allah Dan Maknanya).

Kata “sabat” berasal dari bahasa Ibrani, syabbat, yang artinya “berhenti”. Maksudnya, berhenti atau beristirahat dari segala pekerjaan atau aktivitas.

Sabat pertama kali diperintahkan Tuhan kepada bangsa Israel, umat pilihanNya. Mereka tidak boleh bekerja pada hari Sabat. Mereka hanya boleh bekerja selama enam hari dalam seminggu, yakni hari pertama hingga hari keenam (Minggu sampai Jumat).

Tetapi pada hari ketujuh, yakni hari Sabtu atau hari Sabat, mereka harus beristirahat. Mereka tidak boleh beraktivitas.

Namun Sabat bukan sekedar hari untuk beristirahat dari kesibukan beraktivitas, tetapi juga merupakan hari untuk beribadah kepada Tuhan. Inilah hari perkumpulan kudus (Imamat 23:1-3).

Sabat itu didasarkan pada prinsip penciptaan, di mana Tuhan beristirahat pada hari ketujuh, setelah Ia selesai menciptakan alam semesta dan isinya pada hari pertama sampai hari keenam (Kejadian 2:1-3).

Karena Sabat adalah bagian dari Hukum Taurat, maka Sabat sudah digenapi oleh kematian Yesus di kayu salib, sehingga tidak lagi mengikat orang Kristen. Salah satu tujuan kematian Yesus di kayu salib adalah untuk menggenapi seluruh Hukum Taurat Yahudi (Matius 5:17), termasuk Sabat.

Untuk lebih jelasnya, silakan baca artikel berjudul: 10 Fakta Tentang Sabat Yang Perlu Anda Tahu.

 

2. Hari Raya Paskah (Pesakh)

Paskah adalah memperingati keluarnya bangsa Israel, umat pilihan Allah, dari tanah perbudakan di Mesir menuju Tanah Perjanjian, yakni Tanah Kanaan.

Hari Raya Paskah secara rinci dibahas dalam Keluaran 12:1-13.

Waktu itu Tuhan melepaskan umatNya dengan terlebih dahulu menulahi bangsa Mesir sampai sepuluh kali. Tulah terakhir, yakni kematian anak-anak sulung bangsa Mesir, membuat Firaun terpaksa membiarkan umat Israel keluar dari tanah mereka setelah sebelumnya memperbudak bangsa Israel itu selama 430 tahun.

Untuk mengenang peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir ini, maka Tuhan memerintahkan agar mereka merayakan Paskah. Dengan demikian mereka selalu mengingat perbuatan Tuhan tersebut turun-menurun (Keluaran 12:1-42).

Setidaknya Tuhan Yesus empat kali menghadiri perayaan Paskah Yahudi, salah satunya ketika Ia membersihkan Bait Allah (Yohanes 2).

Tuhan Yesus telah menggenapi Paskah Yahudi dan menggantinya dengan Paskah Kristen.

Dengan demikian, orang Kristen merayakan Paskah tidak lagi dalam rangka memperingati keluarnya umat Israel dari perbudakan Mesir, tetapi memperingati keluarnya orang percaya dari perbudakan dosa melalui kematian Yesus.

Untuk lebih jelasnya, silakan baca artikel berjudul: 10 Fakta Tentang Paskah Yang Perlu Anda Tahu.

 

3. Hari Raya Roti Tidak Beragi (Hag Hammassot)

Hari Raya Roti Tidak Beragi masih terkait dengan Hari Raya Paskah. Hari raya ini diperingati sehari setelah Paskah, dan dirayakan selama 7 hari atau seminggu penuh.

Hari Raya Roti Tidak Beragi secara rinci dibahas dalam Keluaran 12:14-20.

Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka keluar secara terburu-buru. Mereka tidak sempat lagi membuat roti yang beragi, di mana membakar roti dengan ragi akan memakan waktu hingga roti mengembang. Jadi mereka hanya memakan roti yang tidak beragi.

Karena itu terburu-burunya bangsa Israel keluar dari Mesir diperingati dengan memakan roti tidak beragi. Inilah Hari Raya Roti Tidak Beragi.

Di kemudian hari, Hari Raya Roti Tidak Beragi digabungkan dengan Hari Raya Paskah dan dirayakan secara bersama-sama. Sehingga kedua Hari Raya ini sering dianggap satu Hari Raya saja.

Misalnya Lukas 22:1, di mana Tuhan Yesus juga menghadirinya.

 

4. Hari Raya Pondok Daun (Sukkot)

Hari Raya Pondok Daun diperingati oleh bangsa Israel secara khusyuk. Mereka tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat. Bahkan pada hari pertama dan hari terakhir acara tersebut, bangsa Israel harus berhenti total bekerja.

Ini adalah perkumpulan kudus selama 7 hari, di mana bangsa Israel mempersembahkan korban-korban kepada Tuhan selama 7 hari tersebut. Ditambah lagi satu hari lagi, hari ke-8, sebagai puncak acara tersebut.

Hari raya Pondok Daun diperingati bangsa Israel dengan cara tinggal di dalam pondok-pondok yang terbuat dari daun-daun selama 7 hari atau seminggu penuh. Tujuannya adalah agar mereka menyadari bahwa mereka dulu tidak mempunyai rumah selama pengembaraan mereka di padang gurun, ketika mereka keluar dari perbudakan di Mesir menuju Tanah Perjanjian.

Tetapi tidak berarti perayaan ini dilakukan secara berkabung, Tuhan justru mengatakan bahwa ini adalah hari raya yang menggembirakan. Mereka harus bersukaria di hadapan Tuhan dengan membawa berbagai macam buah-buahan dan ranting-ranting pohon (Imamat 23:33-43).

Inilah salah satu hari raya Israel terbesar dan terpenting , dan juga salah satu yang paling meriah. Bersama Hari Raya Paskah (termasuk Hari Raya Roti Tidak Beragi) dan Hari Raya Pentakosta, Hari Raya Pondok Daun wajib diikuti oleh semua pria Israel di Yerusalem (Ulangan 16:16)

Tuhan Yesus pernah menghadiri Hari Raya Pondok Daun (Yohanes 7:2), di mana pada saat perayaan itu dan pada puncaknya (hari ke-8) Ia berseru tentang Air Hidup (Yohanes 7:37-39) dan Terang Dunia (Yohanes 8:12).

Latar belakang seruan Yesus ini adalah upacara penyalaan pelita di Bait Suci (Terang Dunia) dan pengambilan air dengan kendi-kendi dari kolam Siloam yang dilakukan oleh para imam Israel (Air Hidup), yang terdapat dalam tradisi Yahudi yang kemudian, tidak diperintahkan dalam Alkitab.

 

Page: 1 2