7 Jenderal Kristen Kepercayaan 7 Presiden RI

Artikel ini berisi tentang 7 Jenderal Kristen kepercayaan 7 Presiden RI.

Ada 7 Jenderal Kristen kepercayaan 7 Presiden RI yang perlu kita ketahui.

Dalam sejarah kepemimpinan 7 presiden RI, kita melihat bahwa ada saja jenderal Kristen/Katolik yang dekat dengan sang presiden.

Para jenderal Kristen/Katolik ini ada yang dipercaya oleh presiden pada masanya untuk menempati sebuah jabatan yang strategis di tubuh TNI atau di pemerintahan dan lembaga negara lainnya.

Baca juga: 7 Jenderal Terbaik Indonesia Beragama Kristen

Ada juga Kristen/Katolik yang dijadikan sebagai penasihat pribadi, atau bahkan menjadi orang yang paling dipercaya sang presiden melebihi tugas jabatan sang jenderal.

Meski ke 7 jenderal Kristen kepercayaan 7 Presiden RI ini tidak semua menjadi orang yang paling dipercaya presiden pada masa pemerintahannya, tapi merekalah jenderal Kristen/Katolik paling dipercaya presiden pada masa pemerintahannya.

Para jenderal Kristen/Katolik ini tidak semuanya menjadi kepercayaan presiden ketika masih menjabat, ada juga yang menjadi kepercayaan presiden ketika sudah pensiun.

Baca juga: 5 Jenderal Kristen Yang Sedang Bersinar

Hal ini terjadi karena jenderal yang bersangkutan menjadi pendukung utama sang presiden ketika masih dalam pencalonan/kampanye pilpres.

Atau karena jenderal purnawirawan Kristen tersebut adalah sahabat dekat sang presiden sebelum dia menjabat presiden RI.

7 Jenderal Kristen kepercayaan 7 Presiden RI semuanya jenderal TNI AD dengan pangkat minimal Mayor Jenderal.

Lalu, siapa sajakah ketujuh Jenderal Kristen/Katolik kepercayaan 7 Presiden RI?

Berikut pembahasannya.

 

1. Letjen Bambang Sugeng (Kepercayaan Presiden Sukarno)

Jenderal Kristen kepercayaan Presiden RI, yang pertama adalah Letnan Jenderal (Purn) Bambang Sugeng.

Letnan Jenderal Bambang Sugeng adalah kepercayaan Presiden RI pertama, Sukarno (Bung Karno).

Letjen Bambang Sugeng lahir di Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Oktober 1913.

Letjen Bambang Sugeng adalah mantan wakil Panglima Besar Sudirman atau Wakil 1 Kepala Staf Angkatan Perang (KSAP) mulai 21 September 1944 hingga 27 Desember 1949.

Lalu menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ke-3 yang menjabat dari tanggal 22 Desember 1952 hingga 8 Mei 1955. (Baca: 8 Jenderal Kristen Yang Pernah Menjadi Kasad Dan Wakasad)

Letjen Bambang Sugeng begitu dipercaya presiden Sukarno, terbukti ia telah berkali-kali meminta pengunduran diri, namun ditolak.

Pengunduran dirinya baru dikabulkan setelah 5 kali!

Dan setelah ia berhasil menyatukan kembali para perwira TNI Angkatan Darat yang terpecah melalui Piagam Djogja 1955.

Namun ia kemudian masih diangkat presiden Sukarno sebagai Dubes di beberapa negara:  Vatikan (1956 – 1960), Jepang (1960-1964), dan Brasil (1964-1966).

 

2. Jenderal Benny Moerdani (Kepercayaan Presiden Suharto)

Jenderal Kristen kepercayaan Presiden RI, yang kedua adalah Jenderal (Purn) Benny Moerdani.

Jenderal Benny Moerdani adalah kepercayaan Presiden RI kedua, Suharto (Pak Harto).

Jenderal Leonardus Benyamin Moerdani atau biasa disingkat Benny Moerdani atau L.B. Moerdani, lahir pada 2 Oktober 1932 di Cepu, Blora, Jawa Tengah.

Dalam posisi pemerintahan, selain sebagai Panglima ABRI/ Panglima TNI, ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan dan juga Pangkopkamtib (sekarang jabatan ini sudah tidak ada lagi).

Sebagai Panglima ABRI (Panglima TNI) saat itu, Moerdani dianggap sebagai orang terkuat kedua di Indonesia, setelah Presiden Soeharto. (Baca: 4 Jenderal Kristen Yang Pernah Menjadi Panglima TNI)

Jenderal L.B. Moerdani adalah seorang intel terkemuka, yang sebelum menjadi Panglima TNI tidak pernah menempati jabatan strategis di TNI.

Kemampuannya dalam bidang intelijen menjadikannya sebagai orang kepercayaan presiden Suharto, bahkan menjadi “penjaga” keluarga Cendana di mana pun dan ke mana pun.

Tapi hal ini juga membuat posisi Jenderal Moerdani sangat kuat sehingga ia dicurigai presiden Suharto.

Puncaknya adalah ketika Moerdani mengkritik  bisnis anak-anak Soeharto, maka hubungannya dengan Soeharto memburuk hingga jenderal Moerdani meninggal pada 29 Agustus 2004.

 

3. Letjen Sintong Panjaitan (Kepercayaan Presiden Habibie)

Jenderal Kristen kepercayaan Presiden RI, yang ketiga adalah Letnan Jenderal (Purn) Sintong Panjaitan.

Letnan Jenderal Sintong Panjaitan adalah kepercayaan Presiden RI ketiga, Baharuddin Jusuf Habibie (B.J. Habibie).

Letjen Sintong Hamonangan Panjaitan lahir di Tarutung, Sumatera Utara, pada 4 September 1940.

Jenderal Sintong adalah mantan Danjen Kopassus (1985-1987), yakni pasukan elit di tubuh Angkatan Darat dan mantan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana yang mencakup Provinsi Timor Timur.

Setelah “menganggur” beberapa tahun, ia kemudian bersinar pada zaman B.J. Habibie.

Habibie menunjuk Sintong sebagai penasihat bidang militer di kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada tahun 1994.

Sejak saat itu Sintong menjadi penasihat kepercayaan Habibie hingga Habibie menjadi Presiden Indonesia pada tahun 1998 di mana Sintong duduk sebagai penasihat Presiden di bidang Militer.

Jenderal Sintong berperan tatkala Prabowo Subianto, pangkostrad yang dicopot presiden Habibie, datang ke istana menemui Habibie dan memprotes pencopotannya.

Sebab jenderal Sintong-lah yang meminta Prabowo keluar ruangan presiden ketika terjadi perdebatan antara presiden Habibie dan Prabowo.

Sintong juga turut diajak diskusi oleh presiden B.J. Habibie sebelum sang presiden memutuskan kemerdekaan Timor Timur (Timtim) dari NKRI.

 

4. Letjen Arie J. Kumaat (Kepercayaan Presiden Gusdur)

Jenderal Kristen kepercayaan Presiden RI, yang keempat adalah Letnan Jenderal (Purn) Arie J. Kumaat.

Letnan Jenderal Arie J. Kumaat adalah kepercayaan Presiden RI keempat, Abdurrahman Wahid (Gusdur).

Letjen Arie Jeffry Kumaat lahir di Lansot, Minahasa, Sulawesi Utara, pada 20 Mei 1944.

Letjen Arie Kumaat merupakan lulusan terbaik Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) Angkatan Darat 1966. (Baca: 6 Jenderal Kristen Lulusan Terbaik Akmil)

Jabatan terakhirnya di militer adalah Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Kabakin) (1999-2001), yang sekarang dikenal sebagai Badan Intelijen Negara (BIN).

Letjen Arie Kumaat diangkat oleh presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur) sebagai Kabakin menggantikan Jenderal Islam Z.A. Maulani.

Letjen Z.A. Maulani dikenal sebagai jenderal “hijau” dan melakukan “pembersihan” terhadap pejabat-pejabat Kristen di tubuh Bakin.

Para pejabat senior Kristen di Bakin diganti oleh Letjen Z.A. Maulani (sumber).

Dan menarik, presiden Gusdur, yang juga seorang ulama dan kyai, justru mengangkat jenderal “merah putih” menggantikan jenderal “hijau” di Bakin.

Presiden Gusdur memang dikenal sebagai tokoh yang plural dan inklusif.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!