Loading...
Loading...

7 Jenis Baptisan Di Alkitab Dan Penjelasannya

 

5. Baptisan Penderitaan Tuhan Yesus

Jenis baptisan kelima di Alkitab adalah baptisan dalam arti penderitaan.

“Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!”(Lukas 12:50)

Baptisan ini adalah baptisan dalam pengertian secara kiasan.

Hal ini muncul ketika Tuhan Yesus berkata bahwa Ia harus menerima baptisan dan bahwa Ia sangat bersusah hati karenanya.

Maksud Tuhan Yesus dengan baptisan di sini tentu bukanlah baptisan secara harfiah.

Jadi bukan baptisan air, baptisan Roh Kudus, atau baptisan lainnya.

Tetapi yang dimaksudkanNya adalah penderitaan, penyaliban, dan kematian yang akan dialamiNya.

Bukan hanya di sini Tuhan Yesus menyebut penderitaan, penyaliban, dan kematianNya secara kiasan.

Hal yang kurang lebih sama dikatakan Tuhan Yesus dalam Matius 26:39, di mana Ia menyebut penderitaan, penyaliban, dan kematianNya dengan istilah “cawan”.

Baptisan ini hanya bisa dialami oleh Tuhan Yesus sebagai korban bagi pengampunan dosa manusia.

Sebab hanya Dia yang layak untuk menebus manusia dari dosa.

 

6. Baptisan Bangsa Israel

Jenis baptisan keenam di Alkitab adalah baptisan bangsa Israel.

Ini juga merupakan baptisan secara kiasan.

Hal ini dijelaskan oleh rasul Paulus tatkala menjelaskan pengembaraan bangsa Israel di padang gurun, dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.

“Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.” (1 Korintus 10:2).

Arti baptisan di sini tentu bukan dalam arti harfiah, sebagai sebuah upacara keagamaan.

Tetapi maksudnya adalah dalam arti kiasan.

Dalam bahasa aslinya, ayat di atas berbunyi, “…dibaptis ke dalam/kepada Musa”.

Maksudnya, bangsa Israel secara sukarela menjadi pengikut Musa, dipimpin oleh Musa dan diajar oleh Musa.

Dengan kata lain, bangsa Israel mengabdikan diri untuk dipimpin dan diajar oleh Musa, menjadi murid/pengikut Musa.

Awan yang dimaksud dalam ayat di atas tentulah merujuk pada tiang awan yang menyertai perjalanan bangsa Israel di padang gurun, dari Mesir menuju Tanah Perjanjian (Keluaran 13:21-22).

Tiang awan tersebut (dan juga tiang api) merupakan lambang kehadiran Tuhan.

Sedangkan laut dalam ayat tersebut pastilah merujuk pada Laut Teberau yang terbelah sehingga dapat dilewati oleh bangsa Israel, sementara para tentara Firaun yang mengejar mereka tewas tenggelam di laut tersebut (Keluaran 14:21-28).

 

7. Baptisan Orang Mati

Jenis baptisan ketujuh/terakhir di Alkitab adalah baptisan orang mati.

“Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal?” (1 Korintus 15:29)

Baptisan ini disinggung oleh rasul Paulus tatkala ia berbicara tentang kebangkitan orang mati.

Baptisan orang mati bukanlah baptisan yang dilakukan kepada orang mati, melainkan kepada orang hidup untuk mewakili orang mati.

Hal ini merupakan tradisi di antara orang Kristen di kota Korintus pada masa itu. (Sebagaimana disampaikan oleh Yohanes Chrysostomus, bapa gereja yang hidup tahun 349-407 M).

Dalam tradisi tersebut, jika ada orang yang percaya kepada Tuhan Yesus namun meninggal dunia sebelum sempat dibaptis, maka anggota keluarga dari orang tersebut akan dibaptis di hadapan jenazahnya untuk mewakilinya.

Jadi baptisan tersebut dianggap dilakukan terhadap orang yang telah meninggal tersebut.

Pada masa itu (juga masa sekarang di sejumlah gereja tertentu) rupanya ada selang waktu yang cukup lama ketika seseorang percaya kepada Tuhan Yesus hingga ia dibaptis.

Ini adalah masa persiapan bagi orang tersebut, di mana ia mengikuti semacam pengajaran singkat seputar arti dan tujuan baptisan, sebelum ia dibaptis.

Dan rupanya orang-orang Kristen di Korintus meyakini bahwa seseorang yang telah percaya Tuhan Yesus namun belum sempat dibaptis tidak akan selamat.

Namun, sebenarnya baptisan itu sendiri tidak menyelamatkan, sekalipun diharuskan.

Dalam kasus di mana seseorang tidak sempat dibaptis, padahal sudah percaya Tuhan Yesus, pasti sudah selamat.

Contohnya adalah penjahat di kayu salib yang kepadanya Tuhan Yesus janjikan keselamatan (firdaus), walau dia tidak dibaptis.

Karena itu baptisan seperti ini tidak perlu kita lakukan pada zaman sekarang.

 

Itulah 7 macam/jenis baptisan di Alkitab dan penjelasannya.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!