7 Kesalahpahaman Umum Terhadap Agama Kristen

Artikel ini berisi tentang 7 kesalahpahaman umum terhadap agama Kristen.

Agama Kristen (Protestan dan Katolik) adalah salah satu agama atau kepercayaan yang ada di dunia.

Di Indonesia sendiri agama Kristen dan Katolik merupakan dua agama resmi yang diakui oleh negara.

Agama Kristen, atau biasa juga disebut gereja Kristen, terdiri dari berbagai cabang atau aliran, seperti Katolik, Ortodoks, Anglikan, dan berbagai aliran gereja Protestan (Ekumenikal, Injili, Baptis, Metodis, Advent, Pentakosta, Karismatik, dll).

Baca juga: 7 Perkataan Yesus Yang Sering Dipakai Untuk Menolak KeilahianNya

Namun hanya ada dua aliran Kristen paling besar, yakni aliran Protestan dan aliran Katolik.

Kedua aliran utama Kristen ini bahkan sudah dianggap sebagai dua agama yang berbeda, yakni agama Kristen Protestan dan agama Kristen Katolik.

Agama Kristen Protestan lebih sering disebut sebagai agama Kristen saja. Sedangkan agama Kristen Katolik lebih sering disebut sebagai agama Katolik saja.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Agama Kristen Yang Wajib DiketahuiKristen

Kendati demikian, pada dasarnya Kristen Katolik dan Kristen Protestan merupakan dua aliran utama Kristen yang sama-sama termasuk pada agama Kristen.

Sebab ada lebih banyak persamaan di antara keduanya ketimbang perbedaannya, sekalipun harus diakui bahwa perbedaan di antara keduanya juga cukup besar.

Baca juga: 20 Negara Di Dunia Dengan Populasi Kristen Terbesar

Sebagai agama terbesar di dunia, maka agama Kristen sangatlah penting untuk dibahas.

Salah satu hal yang terpenting adalah kesalahpahaman yang sering terjadi dari pihak agama lain terhadap pihak agama Kristen.

Setidaknya ada 7 kesalahpahaman yang sering terjadi terhadap agama Kristen, bahkan cenderung menjadi sebuah tuduhan.

Baca juga: 157 Negara Di Dunia Mayoritas Beragama Kristen

Hal ini perlu diklarifikasi/dijelaskan sehingga agama Kristen bisa dipahami dengan baik, sehingga ia bisa lebih dikenal oleh orang lain dari agama non-Kristen.

Berikut 7 kesalahpahaman terhadap agama Kristen, dan sedikit penjelasannya/klarifikasinya.

 

1. Agama Kristen Menjadikan Manusia (Yesus) Sebagai Tuhan

Kesalahpahaman pertama terhadap Agama Kristen adalah: Agama Kristen menjadikan Yesus yang adalah manusia sebagai Tuhan.

Banyak orang berkata bahwa Yesus tidak pernah mengakui diriNya sebagai Tuhan.

Tetapi para pengikutNyalah (rasul-rasul) yang menjadikanNya sebagai Tuhan. Dan itulah yang diikuti oleh orang Kristen.

Rasul yang sering dituduh telah menjadikan Yesus  sebagai Tuhan sehingga diikuti oleh orang Kristen, adalah Paulus (lihat poin 4 di bawah).

Tetapi ini tentu tidak benar.

Para rasul tidak menjadikan Yesus sebagai Tuhan. Mereka hanya mengikuti Yesus sendiri dan kesaksian Perjanjian Lama bahwa Yesus adalah Tuhan.

Yesus sendiri mengakui, secara langsung atau tidak, bahwa Ia adalah Tuhan, yang ilahi.

 

2. Agama Kristen Menyembah Tiga Tuhan

Kesalahpahaman kedua terhadap Agama Kristen adalah: Agama Kristen menyembah tiga Tuhan.

Agama Kristen tidak menyembah tiga Allah, melainkan hanya menyembah satu Allah dalam tiga pribadi atau biasa disebut Allah Tritunggal.

Bagi agama Kristen, Yesus bukan hanya pusat iman, tetapi juga adalah Tuhan yang menjadi manusia. Sebab itulah yang menjadi ajaran Alkitab, kitab suci agama Kristen. (Baca: 10 Bukti Alkitab Bahwa Yesus Adalah Tuhan)

Namun tidak berarti bahwa agama Kristen menyembah dua Tuhan atau lebih. Orang Kristen tetap menyembah satu Tuhan, tetapi Tuhan yang punya tiga pribadi, yakni Allah Bapa, Allah Putra (Yesus), dan Allah Roh Kudus.

Ajaran tentang Allah Tritunggal, satu Allah dalam tiga pribadi, merupakan salah satu ciri khas agama Kristen, yang membedakannya dari agama-agama lainnya di dunia.

Ajaran tentang Allah Tritunggal itu bersumber dari ajaran Alkitab sendiri. (Baca: 10 Bukti Alkitab Tentang Ajaran Allah Tritunggal)

 

3. Agama Kristen Tidak Mengikuti Yesus Yang Melakukan Hukum Taurat (Disunat, Tidak Makan Babi, Dll)

Kesalahpahaman ketiga terhadap Agama Kristen adalah: Agama Kristen tidak mengikuti Yesus, yang diakui sebagai Tuhan, yang melakukan Hukum Taurat.

Misalnya disunat dan tidak makan babi, seperti umumnya orang Yahudi.

Yesus memang melakukan Hukum Taurat, tetapi Ia juga telah menggenapinya, sehingga orang Kristen tidak lagi terikat olehnya.

Yesus tidak pernah mengajar murid-muridNya untuk mengikuti Hukum Taurat, misalnya agar disunat dan agar tidak makan babi.

Orang Kristen tidak lagi wajib disunat dan tidak wajib lagi mengikuti aturan makanan halal dan haram dalam Hukum Taurat.

Alkitab Perjanjian Baru membuktikan bahwa orang Kristen tidak lagi wajib disunat dan mengikuti aturan makanan halal dan haram dalam Hukum Taurat.

 

4. Paulus Adalah Pendiri Agama Kristen Dan Telah Mengubah Hukum Taurat/Perjanjian Lama

Kesalahpahaman keempat terhadap Agama Kristen adalah: Agama Kristen didirikan oleh Paulus.

Entah apa alasannya pandangan seperti ini.

Paulus jelas adalah murid Yesus, yang secara khusus dipanggil olehNya untuk memberitakan Injil.

Apa yang diajarkan Yesus itulah yang diajarkan Paulus. Sumber pengajaran Paulus berasal dari Yesus.

Jika Paulus berkata bahwa Yesus adalah Tuhan, maka itu karena Yesus juga mengakui bahwa Ia Tuhan.

Jika Paulus mengajar bahwa orang Kristen boleh memakan segala jenis makanan, maka itu karena Yesus juga mengajarkan demikian.

Jadi pendiri agama Kristen adalah Yesus, bukan Paulus.

Sebab agama Kristen sudah ada jauh sebelum Paulus bertobat.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!