7 Kesalahpahaman Umum Terhadap Alkitab

 

5. Alkitab Berisi Hal-Hal Yang Vulgar

Kesalahpahaman umum kelima terhadap Alkitab adalah, Alkitab berisi hal-hal yang vulgar.

Misalnya Yehezkiel 23.

Namun ayat-ayat itu hanyalah untuk menggambarkan betapa dalamnya umat Israel jatuh ke dalam penyembahan berhala dan meninggalkan Tuhan yang benar (perzinahan rohani).

Hal-hal yang vulgar, dan kekerasan, memang cukup banyak ditemukan di Perjanjian Lama (Israel), tetapi di Perjanjian Baru (gereja/orang Kristen) tidak.

Sebab Perjanjian Lama telah digenapi dan disempurnakan oleh Perjanjian Baru.

 

6. Alkitab Tidak Pernah Mengatakan Bahwa Yesus Adalah Tuhan

Kesalahpahaman umum keenam terhadap Alkitab adalah, Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan.

Namun hal ini tidaklah benar.

Bahwa Yesus adalah Tuhan bukanlah ajaran manusia, yang diciptakan oleh para rasul atau gereja mula-mula; keilahian Yesus adalah ajaran Alkitab sendiri.

Sejatinya ajaran tentang keilahian Yesus bahkan sudah muncul di Perjanjian Lama, walau baru pada zaman Perjanjian Baru hal itu menjadi semakin jelas.

Banyak ayat Alkitab, khususnya Perjanjian Baru yang mengajarkan keilahian Yesus, bahwa Yesus adalah Tuhan.

Ayat-ayat ini muncul dari berbagai kitab di Perjanjian Baru, bukan hanya dari satu atau dua kitab saja. (Baca: 10 Bukti Alkitab Bahwa Yesus Adalah Tuhan)

 

7. Alkitab Tidak Pernah Menyebut Bahwa Allah Itu Tritunggal

Kesalahpahaman umum ketujuh/terakhir terhadap Alkitab adalah, Alkitab tidak pernah menyebut bahwa Allah bersifat Tritunggal.

Namun hal ini tidaklah benar.

Sejatinya ajaran tentang Allah tritunggal sudah muncul bahkan di Perjanjian Lama sekalipun, walau baru pada zaman Perjanjian Baru hal itu menjadi semakin jelas.

Tentu saja istilah “tritunggal” atau “trinitas” dan istilah-istilah lain yang sejenis, tidak pernah muncul satu kali pun di Alkitab. Tetapi konsep itu ada, bahkan sangat banyak.

Ajaran Allah tritunggal bukanlah buatan manusia, yang diciptakan oleh gereja; doktrin Allah tritunggal adalah merupakan ajaran Alkitab sendiri. (Baca: 10 Bukti Alkitab Tentang Ajaran Allah Tritunggal)

Memang, doktrin ini baru dirumuskan pada abad keempat Masehi/pada saat Konsili Nicea untuk menentang bidat atau ajaran sesat yang menyerang ajaran Kristen pada masa itu.

Kendati demikian, gereja tidak menciptakan ajaran Allah Tritunggal, sebagaimana yang dituduhkan oleh banyak orang, baik oleh orang Kristen sendiri yang tidak mengakui doktrin tritunggal maupun oleh mereka yang berasal dari agama lain di luar Kristen.

Gereja, melalui para Bapa Gereja atau teolog Kristen pada masa itu, hanya merumuskan Ajaran Allah Tritunggal berdasarkan ajaran Alkitab sendiri sehingga orang Kristen lebih mudah memahaminya serta dapat menangkal ajaran sesat yang menyerangnya.

 

Itulah 7 Kesalahpahaman umum terhadap Alkitab serta penjelasannya.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!