Loading...
Loading...

7 Kesalahpahaman Umum Terhadap Alkitab

Artikel ini berisi tentang 7 Kesalahpahaman umum terhadap Alkitab dan penjelasannya.

Seperti telah umum diketahui, Alkitab adalah Kitab Suci Agama Kristen atau gereja Kristen dari berbagai denominasi.

Seperti Katolik, Ortodoks, Anglikan, dan berbagai denominasi Protestan (Ekumenikal, Injili, Baptis, Metodis, Advent, Pentakosta, Karismatik, dll).

Baca juga: 7 Kesalahpahaman Umum Terhadap Agama Kristen

Kendati di kalangan Kristen sendiri terdapat sedikit perbedaan tentang kitab-kitab yang termasuk ke dalam Alkitab, namun pada umumnya terdapat persamaan tentang kitab-kitab yang menjadi bagian dari Kitab Suci yang disebut Alkitab.

Alkitab adalah buku yang paling banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia.

Alkitab sudah diterjemahkan ke dalam lebih dari 2000 bahasa di dunia, termasuk Bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia.

Baca juga: 10 Terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia Paling Berpengaruh

Sebagai informasi, Alkitab Perjanjian Lama aslinya ditulis dalam Bahasa Ibrani (sebagian besar) dan dalam Bahasa Aram (sebagian kecil).

Sedangkan Alkitab Perjanjian Baru seluruhnya ditulis dalam Bahasa Yunani.

Penerjemahan Alkitab ke dalam berbagai bahasa di dunia sangatlah penting, sehingga Alkitab dapat dibaca oleh semua orang dalam bahasa mereka sendiri, tanpa harus belajar Bahasa-bahasa asli Alkitab: Ibrani, Aram, dan Yunani.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Alkitab Yang Wajib Diketahui

Namun sebagai Kitab Suci dari agama terbesar di dunia, yakni agama Kristen, maka Alkitab juga sering disalahpahami.

Setidaknya ada 7 kesalahpahaman yang sering terjadi terhadap Alkitab, bahkan cenderung menjadi sebuah tuduhan.

Baca juga: 39 Kitab Perjanjian Lama Dan Penjelasannya

Hal ini perlu diklarifikasi/dijelaskan sehingga Alkitab Kristen bisa dipahami dengan baik, dan bisa semakin dikenal oleh orang lain dari agama non-Kristen.

Berikut 7 kesalahpahaman umum terhadap Alkitab Kristen, dan sedikit penjelasannya/klarifikasinya.

 

1. Alkitab Telah Diubah

Kesalahpahaman umum pertama terhadap Alkitab adalah, Alkitab telah diubah.

Namun Alkitab sejak ditulis hingga saat ini terpelihara dengan baik.

Alkitab tidak rusak, hancur atau robek hingga menyebabkan manusia tidak mengerti lagi maksud Tuhan yang tertulis dalam Alkitab tersebut.

Memang, naskah asli Alkitab kini tidak ada lagi, namun salinan-salinannya, yang disebut manuscript, masih ada hingga kini, dan jumlahnya sangat banyak, ada ribuan banyaknya.

Naskah-naskah Alkitab penting yang “terbaru” ditemukan adalah yang berada di dekat Laut Mati, Israel, yang dikenal sebagai Gulungan Laut Mati (Inggris: The Dead Sea Scrolls).

Manuscript-manuscript tersebut kini tersimpan dengan baik di berbagai museum terkemuka dunia, seperti di Israel, Italia, dan Inggris.

Manuscript-manuscript Alkitab ini menunjukkan bahwa Alkitab sebagai firman Allah tetap terpelihara hingga kini.

Tuhan berkuasa untuk menjaga firmanNya tetap ada agar bisa dibaca manusia turun-temurun.

Alkitab yang adalah Firman Tuhan tidak pernah diubah dan berubah. Alkitab yang kita punya sekarang masih sama dengan Alkitab yang pertama kali ditulis, yakni naskah aslinya.

Sekalipun ada terdapat perbedaan antara satu naskah Alkitab dengan naskah Alkitab lainnya, itu hanyalah sedikit, dan hanya menyangkut hal-hal yang tidak esensial, bukan menyangkut ajaran-ajaran utama Alkitab.

 

2. Alkitab Mengandung Kesalahan

Kesalahpahaman umum kedua terhadap Alkitab adalah, Alkitab mengandung kesalahan.

Alkitab adalah firman Allah sendiri, bukan perkataan manusia. Itulah sebabnya Alkitab tidak mengandung kesalahan.

Sebab Allah menjaga firmanNya sedemikian sehingga tidak mungkin salah.

Bahwa Alkitab adalah firman Allah sendiri, bukan berasal dari manusia, disebutkan berulang-ulang di Alkitab. Misalnya, dalam 2 Timotius 3:16 dan 2 Petrus 1:20-21.

Kesalahan yang sering orang kira ada di Alkitab sebenarnya bukanlah kesalahan. Hal-hal itu bisa dijelaskan dengan baik.

 

3. Terdapat Pertentangan Di Dalam Alkitab

Kesalahpahaman umum ketiga terhadap Alkitab adalah, terdapat pertentangan di Alkitab.

Namun apa yang sering dianggap sebagai pertentangan nyatanya bukanlah pertentangan.

Kendati Alkitab adalah tulisan Allah, yang berasal dari hati Allah sendiri, memang Alkitab itu ditulis oleh manusia biasa yang dipilihNya.

Alkitab tidak begitu saja turun dari surga dalam bentuk yang kita kenal sekarang. Alkitab berproses sedemikian selama 1500 tahun, hingga dia sampai di tangan kita secara lengkap.

Alkitab itu ditulis oleh para penulis Alkitab yang diilhamiNya.

Ada sedikitnya 40 penulis Alkitab yang disebut namanya.

Ada kitab di Alkitab yang ditulis oleh beberapa penulis. Demikian juga, ada penulis Alkitab yang menulis beberapa kitab.

Misalnya, kitab Mazmur atau Amsal ditulis oleh banyak penulis, sedangkan rasul Paulus menulis banyak kitab, hampir separoh dari kitab-kitab Perjanjian Baru.

Para penulis ini memiliki beragam latar belakang profesi dan pendidikan, mulai dari gembala, nelayan, raja, nabi, imam, rasul, dll.

Para penulis yang berlatar belakang berbeda-beda ini tak pelak menghasilkan karya tulis yang berbeda pula, seperti gaya bahasa, istilah, penekanan, dll.

Allah tidak mengabaikan latar belakang mereka dalam menulis Alkitab. Sebab Allah tidak menjadikan mereka seperti robot.

Hanya saja, Allah mengilhami mereka sedemikian sehingga ketika menulis Alkitab, mereka tidak bisa salah dan tidak bertentangan satu sama lain.

Itulah sebabnya, kendati Alkitab ditulis oleh banyak orang dari berbagai latar belakang yang berbeda, dan dalam kurun waktu yang berbeda, namun tulisan mereka tidaklah bertentangan satu sama lain, melainkan saling terkait.

 

4. Alkitab Bertentangan Dengan Sains

Kesalahpahaman umum keempat terhadap Alkitab adalah, Alkitab bertentangan dengan sains atau ilmu pengetahuan.

Namun faktanya, Alkitab justru “mendahului” sains, dan sains mendukung pernyataan Alkitab.

Banyak teori-teori ilmu pengetahuan di dunia ini yang ditemukan oleh para penemu atau ilmuwan, sebenarnya sudah terlebih dahulu “ditemukan” oleh Alkitab.

Artinya Alkitab sebagai firman Tuhan terbukti benar dan akurat.

Sebagai contoh adalah, para penjelajah atau para ilmuwan baru pada 5-6 abad terakhir, berhasil menemukan dan membuktikan bahwa bumi kita ternyata bulat.

Padahal Alkitab jauh sebelumnya, sekitar 700 tahun sebelum masehi sudah menyatakan bahwa bumi itu bulat (Yesaya 40:22).

Demikian juga dengan teori yang “menemukan” bahwa dunia ini melayang-layang, tidak bergantung pada apa pun, yang baru dibuktikan pada abad ke-20.

Padahal Alkitab jauh sebelumnya, sekitar 2000 tahun sebelum masehi (Ayub diperkirakan hidup semasa Abraham), telah mengatakan bahwa bumi “bergantung” pada kehampaan (Ayub 26:7).

Sesungguhnya Alkitab sendiri mengatakan bahwa tidak ada satu pun di dunia ini yang benar-benar “baru” (Pengkhotbah 1:9-10).

Hal-hal di Alkitab yang dianggap bertentangan dengan sains pada dasarnya bukanlah pertentangan.

 

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!