Loading...

7 Makna Kebangkitan Yesus Bagi Orang Percaya

Nubuat Yesus ini benar-benar terjadi. Ia wafat pada hari Jumat, yakni sehari menjelang hari Sabat/Sabtu (Markus 15:42), dan bangkit pada hari pertama dalam minggu itu, yakni pada hari Minggu (Matius 28:1-7).

Kebangkitan Yesus dari kematian membuktikan bahwa apa yang dikatakanNya pasti terjadi. PerkataanNya sungguh berkuasa (Markus 13:31).

 

5. Kebangkitan Orang Mati Adalah Suatu Kepastian

Kebangkitan Yesus membuktikan bahwa kelak akan ada kebangkitan orang mati, baik orang yang percaya kepadaNya, maupun orang yang tidak percaya kepadaNya.

Banyak orang yang tidak percaya bahwa ada kebangkitan orang mati. Misalnya, para ateis. Mereka percaya bahwa setelah kehidupan di dunia ini, setelah seseorang mati, maka semuanya akan berakhir. Tidak ada kebangkitan, dan karenanya tidak ada penghakiman, tidak ada sorga dan neraka.

Di Alkitab, orang-orang Yunani juga tidak percaya adanya kebangkitan orang mati. Mereka berkeyakinan bahwa ketika seseorang telah mati, maka tubuh dan jiwanya akan terpisah. Tubuhnya akan hancur, sedangkan jiwanya hidup abadi. Kepercayaan seperti ini juga terdapat di antara anggota jemaat di kota Korintus berlatar belakang Yunani.

Karena itu rasul Paulus menulis kepada jemaat di Korintus bahwa kelak akan ada kebangkitan orang mati. Dan hal ini terbukti dari bangkitnya Yesus dari kematian.

“Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.” (1 Korintus 15:12-13)

Karena Yesus telah bangkit dari kematian, maka kita bisa menyimpulkan bahwa kebangkitan orang mati itu adalah nyata, yang benar-benar terjadi pada akhir zaman.

Sebagian dari mereka bangkit untuk dihukum kekal, sebagian lagi untuk beroleh hidup kekal. (Baca: 10 Peristiwa Terpenting Yang Akan Terjadi Pada Akhir Zaman)

 

6. Orang Percaya Pasti Dibangkitkan Untuk Beroleh Hidup Kekal

Karena kebangkitan orang mati adalah nyata, maka kebangkitan orang percaya juga pasti nyata. Kebangkitan orang percaya adalah suatu hal yang membahagiakan. Sebab kebangkitan itu akan membawa kita pada kehidupan kekal.

Kebangkitan untuk mendapat hukuman kekal tentu tidaklah ada artinya. Dan tidak ada orang yang mengharapkan hal itu. Tetapi kita dibangkitkan kelak untuk beroleh hidup yang kekal. Karenanya kita patut mengharapkannya dan bersukacita atasnya.

Rasul Paulus menulis,

”Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.” (1 Korintus 15:22-23).

Sebagaimana Yesus bangkit dari kematian dan hidup selama-lamanya, demikian juga orang yang percaya kepadaNya akan dibangkitkan pada akhir zaman dan menjalani kehidupan kekal. (Baca : 10 Fakta Tentang Surga Menurut Pandangan Kristen)

Kebangkitan Yesus adalah jaminan bagi kebangkitan orang percaya. Hal ini berarti bahwa kebangkitan Yesus adalah jaminan bagi kita untuk beroleh hidup yang kekal.

 

7. Orang Percaya Memasuki Hidup Yang Baru

Melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, orang percaya akan hidup dalam suatu cara hidup yang baru.

Rasul Paulus menulis,

“Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” (Roma 6:4).

Di sini rasul Paulus membandingkan kematian dan kebangkitan Yesus dengan “kematian” dan “kebangkitan” orang percaya melalui baptisan.

Melalui baptisan, orang percaya telah “dikuburkan” bersama Kristus. Maksudnya, sebagaimana Kristus mati dan dikuburkan secara fisik, maka orang percaya juga telah “mati dan dikuburkan” secara kiasan.

Dan sebagaimana dengan kebangkitan Kristus dari kematian, maka orang percaya juga telah “dibangkitkan” secara kiasan untuk menjalani hidup yang baru di dalam Kristus.

Yang dimaksud rasul Paulus dengan “kematian” adalah kematian terhadap dosa. Dan yang dimaksud dengan “kebangkitan” adalah kehidupan yang baru, yang meninggalkan dosa dan hidup bagi Allah dalam Kristus (Roma 6:11-13).

Jadi sebagaimana Tuhan Yesus telah mati dan bangkit karena dosa kita, kita pun harus mati terhadap dosa dan hidup dalam kehidupan yang  baru, yaitu hidup yang memuliakan Allah.

 

Itulah 7 makna kebangkitan Yesus bagi orang percaya.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!