Loading...
Loading...

7 Makna Kematian Yesus Bagi Orang Percaya

Artikel ini berisi tentang 7 makna kematian Yesus bagi orang percaya.

Kematian dan kebangkitan Yesus merupakan hal yang sangat penting – kalau bukan yang terpenting – di Alkitab. Sebab keselamatan manusia terjadi karena kematian dan kebangkitan Yesus. Demikian juga dengan iman Kristen, ia didasarkan pada kematian dan kebangkitan Yesus. Tanpa kematian dan kebangkitanNya, tidak ada kekristenan.

Baca juga: 7 Makna Kebangkitan Yesus Bagi Orang Percaya

Sekalipun kematian dan kebangkitan Yesus merupakan dua peristiwa yang saling terkait dan tak terpisahkan, namun Alkitab mencatat makna masing-masing dari kematian dan kebangkitanNya tersebut.

Alkitab mencatat secara khusus makna kematian Yesus. Demikian juga Alkitab mencatat secara khusus makna kebangkitanNya.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Paskah Menurut Alkitab

Artikel kali ini akan membahas secara khusus tentang 7 makna kematian Yesus bagi orang percaya pada khususnya.

Apa sajakah 7 makna kematian Yesus bagi orang percaya? Berikut pembahasannya.

 

1. Dosa Kita Diampuni Oleh Allah

Makna kematian Yesus yang pertama adalah: dosa kita diampuni.

Pada saat perjamuan malam terakhirNya dengan murid-muridNya, Tuhan Yesus mengatakan bahwa darahNya, yang saat itu dilambangkan oleh anggur, adalah darah Perjanjian yang baru.

Injil Matius mencatat,

“Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. (Matius 26:27-28).

Jika dalam Perjanjian Lama pengampunan dosa tercapai dengan mempersembahkan darah anak domba, maka dalam Perjanjian Baru pengampunan dosa terjadi melalui darah Yesus sendiri.

Itulah sebabnya Tuhan Yesus disebut sebagai Anak Domba Allah – Latin: Agnus Dei; Inggirs: The Lamb of God – (Yohanes 1:29).

Karena Yesus berbicara tentang darahNya, maka pastilah Ia berbicara tentang kematianNya, yang terjadi hanya beberapa jam setelah perjamuan malam tersebut.

Jadi melalui kematianNya di kayu salib, melalui darahNya yang tertumpah, Yesus telah mengampuni dosa-dosa kita. Ia mengampuni kita bukan dengan darah anak domba, tetapi melalui darahNya sendiri, yang jauh lebih berharga dari darah hewan/anak domba (1 Petrus 2:18-19).

Dosa yang dimaksud di sini bukan hanya dosa-dosa yang kita perbuat, tetapi juga – bahkan terutama –  dosa warisan atau dosa asali, yang kita wariskan dari nenek moyang kita, Adam. (Untuk lebih jelasnya, silakan baca artikel 10 Hukuman Tuhan Terbesar Kepada Manusia, poin 1)

 

2. Hubungan Kita Dengan Allah Dipulihkan

Makna kematian Yesus yang kedua adalah: hubungan kita dengan Allah dipulihkan.

Ketika manusia pertama (Adam dan Hawa) jatuh ke dalam dosa, maka hubungan manusia terputus dengan Allah. Dosa memisahkan manusia dengan Allah.

Loading...
4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!