7 Makna Kematian Yesus Bagi Orang Percaya

 

5. Kita Dibebaskan Dari Hukum Taurat

Makna kematian Yesus yang kelima adalah: kita dibebaskan dari Hukum Taurat.

Hukum Taurat adalah seperangkat hukum, peraturan, dan pengajaran yang diberikan oleh Allah kepada umat Israel, bangsa pilihan Tuhan. Pemberian Hukum Taurat itu bertujuan agar bangsa Israel hidup menurut kehendak Tuhan. Tuhan tidak memberikan Taurat kepada bangsa-bangsa lain.

Tetapi melalui kematian Yesus, Hukum Taurat tersebut sudah dibatalkan.

Kepada jemaat di Efesus rasul Paulus mengajarkan,

“Sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya.” (Efesus 2:15a)

Yang dimaksud dengan “dibatalkan” di sini adalah digenapi.  Yesus datang ke dunia untuk menggenapi seluruh Hukum Taurat (Matius 5:17), dan itu dilakukanNya melalui kematianNya. Menggenapi artinya adalah melakukannya secara sempurna.

Sejak Taurat diberikan kepada manusia (bangsa Israel), tidak ada seorang pun manusia yang mampu melakukannya secara sempurna. Karena itulah Yesus datang untuk melakukannya dan menggenapinya bagi kita (Roma 8:3).

Jika Yesus telah menggenapi Taurat, maka mereka yang percaya kepada Yesus tak perlu lagi mengikuti aturan-aturan Taurat tersebut. Yang perlu kita lakukan adalah hukum kasih, mengasihi Tuhan dan sesama. Jika kita mengasihi Tuhan dan orang lain maka kita telah melakukan hukum Taurat (Roma 13:8-10).

 

6. Orang Yahudi Dan Non Yahudi Dipersatukan

Makna kematian Yesus yang keenam adalah: orang Yahudi dan non-Yahudi dipersatukan menjadi sesama tubuh Kristus.

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, maka Ia mulai mengkhususkan diriNya dengan sekelompok manusia ciptaanNya. Tujuannya, agar melalui mereka Ia bisa menyelamatkan semua manusia.

Hal ini semakin jelas pada saat Dia memanggil Abraham (Kejadian 12:1-3). Tuhan kemudian hanya “berurusan” dengan bangsa Israel, yakni keturunan Abraham, sebagai bangsa yang Ia pilih, seolah-olah Ia mengabaikan bangsa-bangsa lain di luar Israel.

Tetapi melalui kematianNya, Yesus mempersatukan kedua belah pihak ini, bangsa Israel/Yahudi dan non-Israel/non-Yahudi.

Rasul Paulus menulis,

”Sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang ‘jauh’ dan damai sejahtera kepada mereka yang ‘dekat.’” (Efesus 2:15-17).

Yesus mempersatukan bangsa Yahudi dengan bangsa-bangsa non-Yahudi dengan cara membatalkan hukum Taurat (lihat poin 5 di atas), yang menjadi pemisah bangsa Yahudi dengan bangsa-bangsa non-Yahudi.

 

7. Manusia Diberi Martabat Yang Tinggi

Makna kematian Yesus yang ketujuh atau terakhir adalah: manusia diberi martabat yang tinggi.

Rasul Paulus mengajarkan agar orang percaya toleran terhadap sesamanya yang mempunyai pandangan, doktrin, dan pemahaman iman Kristen yang berbeda tentang suatu hal, misalkan tentang makanan/minuman yang halal dan haram.

Kepada jemaat Tuhan di kota Roma rasul Paulus menulis,

“Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia.” (Roma 14:15).

Hal senada dikatakan rasul Paulus kepada jemaat Tuhan di kota Korintus.

Kepada jemaat Tuhan di Korintus Rasul Paulus menulis,

“Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena ‘pengetahuan’mu.” (1 Korintus 8:11)

Di sini rasul Paulus mengajarkan bahwa orang lain, khususnya mereka yang percaya kepada Yesus harus dihargai sedemikian, sebab Kristus telah mati bagi mereka. Jika Kristus rela mati bagi manusia berdosa, berarti Ia menganggap manusia tersebut sangat berharga.

Jika Tuhan Yesus menganggap manusia, khususnya saudara seiman, sangat berharga, maka kita pun sudah seharusnya berpandangan demikian.

 

Itulah 7 makna kematian Yesus bagi orang percaya.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

8 komentar untuk “7 Makna Kematian Yesus Bagi Orang Percaya”

  1. Makna Kematian Yesus bagi orang percaya adalah renungan yang sangat memberkati saya. Betapa pentingnya kematian Yesus bagi pribadi saya adalah anugerah Tuhan Yesus. Bukan karena dosa yang diperbuat Yesus melainkan dosa saya sehingga Yesus rela menanggung sampai mati di kayu salib.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!