Loading...

7 Makna Natal Yang Sesungguhnya

Loading...

 

3. Natal Adalah Kesederhanaan

Makna natal yang sesungguhnya berikutnya adalah kesederhanaan.

Anak Allah yang kudus lahir bukan di ibu kota Israel, Yerusalem, atau di ibu kota kekaisaran Romawi, Roma, namun di kota kecil Betlehem (Lukas 2:4-6). Dia juga tidak lahir di istana, namun di dalam palungan, atau tempat makan ternak (Lukas 2:7).

Dia juga tidak lahir di dalam keluarga raja atau bangsawan yang terhormat, juga tidak di dalam keluarga orang kaya, tetapi di dalam keluarga tukang kayu yang sederhana, Yusuf dan Maria.

Jika Dia mau, sebenarnya Ia bisa saja memilih lahir di kota besar saat itu, seperti Yerusalem atau Roma, atau lahir di keluarga kaya atau bangsawan, bukan di dalam keluarga tukang kayu yang sederhana. Namun Ia tidak melakukannya. Ia lahir dan hidup secara sederhana.

KelahiranNya pun diberitakan bukan kepada para raja, nabi atau orang besar, namun kepada para gembala domba yang sederhana (Lukas 2:8-12).

Kita patut merayakan natal secara sederhana, bukan dengan kemewahan, sebab peristiwa natal yang pertama  pun sangat sederhana.

Tidaklah salah membeli pakaian baru pada hari natal, membuat kue-kue dan makanan yang lezat, menghias gereja dan rumah kita dengan ornamen-ornamen natal, tetapi jangan sampai kesederhanan natal menjadi hilang dari perayaan kita.

 

4. Natal Adalah Universal

Makna natal yang sesungguhnya lainnya adalah universalitas.

Natal adalah bagi semua orang dari segala bangsa. Hal ini tampak dari pemberitahuan malaikat kepada para gembala di padang Efrata. Malaikat tersebut mengatakan bahwa kabar yang dibawanya ditujukan bagi segala bangsa (Lukas 2:10).

Hal ini juga tampak dari kedatangan para majus dari Timur, yang jelas bukan orang Israel. Mereka datang dari negerinya untuk menyembah Juruselamat yang baru lahir.

Mereka datang bukan atas inisiatif mereka sendiri, tetapi karena dituntun oleh Allah sendiri lewat sebuah bintang di langit. (Baca: 7 Fakta Tentang Orang Majus Yang Perlu Anda Tahu).

Hal ini menunjukkan bahwa Allah memaksudkan natal untuk segala bangsa, termasuk orang-orang majus dari Timur ini.

Jadi natal ditujukan bukan hanya kepada orang Israel saja, sebagai umat plihan Tuhan, tetapi kepada semua bangsa di bumi (Lukas 2:30-32).

Kita dapat mengundang setiap orang untuk menerima kasih natal tersebut. Siapa saja yang mau percaya dan menerima bayi natal, dapat turut merayakan natal.

 

5. Natal Adalah Sukacita Besar

Makna natal yang sesungguhnya selanjutnya adalah sukacita besar.

Peristiwa natal lebih dari 2000 tahun yang lalu, adalah kabar sukacita bagi manusia. Malaikat mengatakan kepada para gembala di padang Betlehem bahwa ia membawa kabar baik yang merupakan kesukaan besar (Lukas 2:10).

Mengapa natal merupakan sukacita besar? Sebab manusia yang sedang terbelenggu oleh dosa akan diselamatkan oleh seorang Juruselamat yang baru lahir, Yesus Kristus, serta memberikan kita hidup yang kekal.

Loading...
8 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!