7 Makna Paskah Yang Sesungguhnya

Artikel ini berisi tentang 7 makna paskah yang sesungguhnya bagi orang percaya menurut Alkitab Perjanjian Baru.

Paskah bagi orang Kristen sangat penting. Bersama Hari Natal, Paskah adalah perayaan terbesar umat kristiani.

Karena itu, sudah sepatutnya kita mengerti tentang makna Paskah yang sesungguhnya bagi orang percaya, menurut Alkitab Perjanjian Baru.

Sekalipun Paskah Kristen awalnya adalah untuk mengingat kematian Yesus, Paskah Kristen di Perjanjian Baru ternyata juga untuk memperingati kebangkitanNya.

Baca juga: 7 Makna Kematian Yesus Bagi Orang Percaya

Hal ini tampak dari hari ibadah mereka yang diadakan pada hari Minggu, di mana Perjamuan Kudus diadakan (Kisah Para Rasul 20:7). Hari Minggu adalah hari kebangkitan Yesus (Matius 28:1). Sedangkan hari kematian Yesus adalah hari Jumat, yakni hari sebelum hari Sabat/Sabtu (Markus 15:42).

Jadi orang Kristen Perjanjian Baru menggabungkan peringatan kematian Yesus dan peringatan kebangkitanNya dalam satu hari ibadah (yang disertai Perjamuan Kudus), yakni pada hari Minggu.

Baca juga: 7 Makna Kebangkitan Yesus Bagi Orang Percaya

Hal ini berarti bahwa orang Kristen di Perjanjian Baru (yang menjadi acuan kita orang percaya masa kini) menganggap bahwa Perjamuan Kudus juga memperingati kebangkitan Yesus, bukan hanya memperingati kematianNya.

Memang, kematian Kristus tidak bisa dipisahkan dari kebangkitanNya. KematianNya tanpa kebangkitanNya adalah sia-sia (1 Korintus 15:17-19). Sementara kebangkitanNya tidak mungkin ada tanpa kematianNya.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Paskah Menurut Alkitab

Artikel kali ini akan membahas tentang 7 makna paskah yang sesungguhnya bagi orang percaya/orang Kristen, sebagaimana dicatat di Alkitab Perjanjian Baru.

Makna paskah ini merupakan gabungan dari makna kematianNya dengan makna kebangkitanNya, atau makna kedua-duanya sekaligus, seperti yang diajarkan di Alkitab Perjanjian Baru.

Apa sajakah ketujuh makna paskah yang sesungguhnya bagi orang percaya? Berikut pembahasannya.

 

1. Paskah Adalah Penggenapan

Makna Paskah yang sesungguhnya pertama adalah penggenapan.

Alkitab Perjanjian Lama berulang-ulang menubuatkan tentang penderitaan, kematian, dan kebangkitan Yesus. (Baca: 7 Nubuat Perjanjian Lama Yang Digenapi Saat Kematian Yesus)

Dan itu semua telah digenapi saat penderitaan, kematian, dan kebangkitan Yesus.

Salah satunya adalah nubuat Nabi Yesaya, 700 tahun sebelum kelahiran dan kematian Yesus, yang menubuatkan tentang penderitaan dan kematianNya, yang disebutnya sebagai Hamba Tuhan.

“Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.(Yesaya 53:7-8)

Yesaya menyebut bahwa Yesus “terputus dari negeri orang-orang hidup”. Maksud Yesaya adalah bahwa Yesus mati karena dosa-dosa kita, seperti nyata dari ayat-ayat selanjutnya.

Dan Hamba Tuhan yang dimaksud Yesaya di situ jelas adalah Yesus Kristus, seperti dicatat di Kitab Kisah Para Rasul di Perjanjian Baru (Kisah Para Rasul 8:32-35).

Demikian juga dengan kebangkitan Yesus.

Alkitab telah menubuatkan sebelumnya bahwa Yesus akan bangkit dari kematian. Hal ini terdapat di dalam beberapa ayat Perjanjian Lama. Salah satunya adalah dalam kitab Mazmur (Mazmur 16:8-11), yang penggenapannya melalui kebangkitan Yesus dikutip oleh rasul Petrus dalam khotbahnya pada hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2:20-32).

Paskah bagi orang percaya adalah penggenapan atas nubuat-nubuat Perjanjian Lama tentang Yesus yang menderita, mati, dan bangkit kembali.

 

2. Paskah Adalah Pengampunan

Makna Paskah yang sesungguhnya kedua adalah pengampunan.

Pada saat perjamuan malam terakhirNya dengan murid-muridNya, Tuhan Yesus mengatakan bahwa darahNya, yang saat itu dilambangkan oleh anggur, adalah darah untuk pengampunan dosa bagi banyak orang.

“Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. (Matius 27:27-28).

Dengan mengatakan bahwa darahNya adalah darah Perjanjian, maka Yesus menahbiskan sebuah perjanjian yang baru, yang berbeda dengan perjanjian yang lama.

Jika Perjanjian Lama itu disahkan dengan darah domba, maka Perjanjian Baru ini disahkan dengan darah Yesus sendiri.

Dan jika dalam perjanjian yang lama pengampunan dosa tercapai dengan mempersembahkan korban-korban, maka dalam perjanjian yang baru ini pengampunan dosa terjadi melalui pengorbanan Yesus di kayu salib.

Karena Yesus berbicara tentang darahNya, maka pastilah Ia berbicara tentang kematianNya, yang terjadi hanya beberapa jam setelah perjamuan malam tersebut.

Paskah bagi orang percaya adalah pengampunan dosa-dosa seluruh manusia atas korban Kristus di kayu salib. Tetapi pengampunan dosa tersebut hanya efektif bagi mereka yang percaya kepadaNya.

 

3. Paskah Adalah Pemulihan

Makna Paskah yang sesungguhnya ketiga adalah pemulihan.

Ketika manusia pertama (Adam dan Hawa) jatuh ke dalam dosa, maka hubungan manusia terputus dengan Allah. Dosa memisahkan manusia dengan Allah, yang maha kudus.

Karena semua manusia adalah keturunan Adam dan Hawa, maka semua manusia juga mewarisi dosa Adam dan Hawa tersebut, yakni dosa asali atau dosa warisan. (Baca: 10 Hukuman Tuhan Terbesar Kepada Manusia).

Dengan demikian maka hubungan semua manusia dengan Allah telah rusak.

Tuhan Yesus mati di kayu salib untuk memulihkan hubungan kita yang rusak dengan Allah. Ia mendamaikan kita dengan Allah.

Kepada jemaat di kota Roma, rasul Paulus mengatakan,

“Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.” (Roma 3:25)

Melalui kematian Yesus di kayu salib maka hubungan kita yang rusak dengan Allah akibat dosa, dipulihkan kembali.

Paskah bagi orang percaya adalah pemulihan hubungan manusia yang rusak dengan Allah.

 

4. Paskah Adalah Jaminan

Makna Paskah yang sesungguhnya keempat adalah jaminan.

Alkitab berkata bahwa hukuman dosa adalah maut (Roma 6:23). Artinya, dosa-dosa kita seharusnya membawa kita pada maut atau kematian kekal, inilah yang disebut sebagai neraka. (Baca: 10 Fakta Tentang Neraka Menurut Pandangan Kristen)

Namun karena kasih Allah begitu besar bagi manusia yang berdosa, maka Ia telah mengutus AnakNya, Yesus, untuk mati bagi kita sehingga kita tidak perlu mengalami kematian kekal tersebut, malahan akan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16).

Yesus telah mati menggantikan kita manusia berdosa.

Melalui kematian Yesus, Allah memberi kita hidup yang kekal, atau keselamatan yang kekal. Inilah yang disebut sebagai surga. (Baca: 10 Fakta Tentang Surga Menurut Pandangan Kristen)

Kepada jemaat di Roma rasul Paulus mengajarkan,

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!” (Roma 5:8-10)

Jadi melalui kematian Yesus, Ia membebaskan kita dari kematian kekal (neraka), sekaligus memberi kita hidup kekal (surga).

Paskah bagi orang Kristen adalah jaminan bahwa kelak kita akan memperoleh hidup kekal di surga bersama Allah.

 

5. Paskah Adalah Kemenangan

Makna Paskah yang sesungguhnya kelima adalah kemenangan.

Melalui kematian dan kebangkitan Yesus, maka kuasa iblis telah dihancurkan.

Iblis adalah sumber dosa, kematian, dan berbagai penderitaan di bumi. (Baca: 10 Fakta Tentang Iblis Menurut Pandangan Kristen)

Dan kematiannya telah direncanakan oleh Allah sendiri, setelah manusia jatuh ke dalam dosa. 

Dalam Kejadian 3:15, yang dikenal sebagai Proto-Evangelium atau Injil Pertama/Benih Injil, Allah menubuatkan bahwa keturunan perempuan (Hawa), yakni Yesus Kristus, akan meremukkan kepala iblis.

Ayat ini digenapi saat kematian Yesus, seperti nyata dari ayat di bawah ini.

“Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut.” (Ibrani 2:14).

Melalui Paskah (kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus), maka kuasa iblis telah dilucuti (Kolose 2:15) dan kematian telah dikalahkan (1 Korintus 15:53-57).

Memang kita masih hidup di dunia yang dikuasai iblis, penuh dosa, kejahatan, penderitaan, kematian, dan ketidak-adilan. Kemenangan kita yang sesungguhnya baru terjadi pada akhir zaman, di mana tidak ada lagi dosa, kejahatan, penderitaan, sakit penyakit, dan kematian. (Baca: 10 Peristiwa Terpenting Yang Akan Terjadi Pada Akhir Zaman)

Namun melalui peristiwa Paskah, kita telah mencapai sebuah tahapan kemenangan.

Paskah bagi orang Kristen adalah kemenangan atas iblis, dosa, dan kematian.

 

6. Paskah Adalah Pembebasan

Makna Paskah yang sesungguhnya keenam adalah pembebasan.

Melalui karya Yesus di kayu salib, kita dibebaskan dari Hukum Taurat.

Hukum Taurat adalah seperangkat hukum, peraturan, dan pengajaran yang diberikan oleh Allah kepada umat Israel, bangsa pilihan Tuhan. Pemberian Hukum Taurat itu bertujuan agar bangsa Israel hidup menurut kehendak Tuhan. Tuhan tidak memberikan Taurat kepada bangsa-bangsa lain.

Tetapi melalui kematian Yesus, Hukum Taurat tersebut sudah dibatalkan.

Kepada jemaat di Efesus rasul Paulus mengajarkan,

“Sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya.” (Efesus 2:15a)

Yang dimaksud dengan “dibatalkan” di sini adalah digenapi.  Yesus datang ke dunia untuk menggenapi seluruh Hukum Taurat (Matius 5:17), dan itu dilakukanNya melalui kematianNya. Menggenapi artinya adalah melakukannya secara sempurna.

Sejak Taurat diberikan kepada manusia (bangsa Israel), tidak ada seorang pun manusia yang mampu melakukannya secara sempurna. Karena itulah Yesus datang untuk melakukannya dan menggenapinya bagi kita (Roma 8:3).

Jika Yesus telah menggenapi Taurat, maka mereka yang percaya kepada Yesus tak perlu lagi mengikuti aturan-aturan Taurat tersebut. Yang perlu kita lakukan adalah hukum kasih, mengasihi Tuhan dan sesama. Jika kita mengasihi Tuhan dan orang lain maka kita telah melakukan hukum Taurat (Roma 13:8-10).

Paskah bagi orang Kristen adalah pembebasan dari ikatan peraturan-peraturan Hukum Taurat yang memang tak mungkin dapat dilakukan oleh manusia.

 

7. Paskah Adalah Kehidupan Yang Baru

Makna Paskah yang sesungguhnya ketujuh atau terakhir adalah hidup baru.

Melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, orang percaya akan hidup dalam suatu cara hidup yang baru.

Rasul Paulus menulis,

Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” (Roma 6:4).

Di sini rasul Paulus membandingkan kematian dan kebangkitan Yesus dengan “kematian” dan “kebangkitan” orang percaya melalui baptisan.

Melalui baptisan, orang percaya telah “dikuburkan” bersama Kristus. Maksudnya, sebagaimana Kristus mati dan dikuburkan secara fisik, maka orang percaya juga telah “mati dan dikuburkan” secara kiasan.

Dan sebagaimana dengan kebangkitan Kristus dari kematian, maka orang percaya juga telah “dibangkitkan” secara kiasan untuk menjalani hidup yang baru di dalam Kristus.

Yang dimaksud rasul Paulus dengan “kematian” adalah kematian terhadap dosa. Dan yang dimaksud dengan “kebangkitan” adalah kehidupan yang baru, yang meninggalkan dosa dan hidup bagi Allah dalam Kristus (Roma 6:11-13).

Jadi sebagaimana Tuhan Yesus telah mati dan bangkit karena dosa kita, kita pun harus mati terhadap dosa dan hidup dalam kehidupan yang  baru, yaitu hidup yang memuliakan Allah.

Paskah bagi orang percaya adalah mati terhadap dosa dan hidup dalam hidup yang baru yang memuliakan Allah.

 

Itulah 7 makna paskah yang sesungguhnya bagi orang percaya sebagaimana yang diajarkan Alkitab Perjanjian Baru.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!