7 Makna Paskah Yang Sesungguhnya

 

5. Paskah Adalah Kemenangan

Makna Paskah yang sesungguhnya kelima adalah kemenangan.

Melalui kematian dan kebangkitan Yesus, maka kuasa iblis telah dihancurkan.

Iblis adalah sumber dosa, kematian, dan berbagai penderitaan di bumi. (Baca: 10 Fakta Tentang Iblis Menurut Pandangan Kristen)

Dan kematiannya telah direncanakan oleh Allah sendiri, setelah manusia jatuh ke dalam dosa. 

Dalam Kejadian 3:15, yang dikenal sebagai Proto-Evangelium atau Injil Pertama/Benih Injil, Allah menubuatkan bahwa keturunan perempuan (Hawa), yakni Yesus Kristus, akan meremukkan kepala iblis.

Ayat ini digenapi saat kematian Yesus, seperti nyata dari ayat di bawah ini.

“Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut.” (Ibrani 2:14).

Melalui Paskah (kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus), maka kuasa iblis telah dilucuti (Kolose 2:15) dan kematian telah dikalahkan (1 Korintus 15:53-57).

Memang kita masih hidup di dunia yang dikuasai iblis, penuh dosa, kejahatan, penderitaan, kematian, dan ketidak-adilan. Kemenangan kita yang sesungguhnya baru terjadi pada akhir zaman, di mana tidak ada lagi dosa, kejahatan, penderitaan, sakit penyakit, dan kematian. (Baca: 10 Peristiwa Terpenting Yang Akan Terjadi Pada Akhir Zaman)

Namun melalui peristiwa Paskah, kita telah mencapai sebuah tahapan kemenangan.

Paskah bagi orang Kristen adalah kemenangan atas iblis, dosa, dan kematian.

 

6. Paskah Adalah Pembebasan

Makna Paskah yang sesungguhnya keenam adalah pembebasan.

Melalui karya Yesus di kayu salib, kita dibebaskan dari Hukum Taurat.

Hukum Taurat adalah seperangkat hukum, peraturan, dan pengajaran yang diberikan oleh Allah kepada umat Israel, bangsa pilihan Tuhan. Pemberian Hukum Taurat itu bertujuan agar bangsa Israel hidup menurut kehendak Tuhan. Tuhan tidak memberikan Taurat kepada bangsa-bangsa lain.

Tetapi melalui kematian Yesus, Hukum Taurat tersebut sudah dibatalkan.

Kepada jemaat di Efesus rasul Paulus mengajarkan,

“Sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya.” (Efesus 2:15a)

Yang dimaksud dengan “dibatalkan” di sini adalah digenapi.  Yesus datang ke dunia untuk menggenapi seluruh Hukum Taurat (Matius 5:17), dan itu dilakukanNya melalui kematianNya. Menggenapi artinya adalah melakukannya secara sempurna.

Sejak Taurat diberikan kepada manusia (bangsa Israel), tidak ada seorang pun manusia yang mampu melakukannya secara sempurna. Karena itulah Yesus datang untuk melakukannya dan menggenapinya bagi kita (Roma 8:3).

Jika Yesus telah menggenapi Taurat, maka mereka yang percaya kepada Yesus tak perlu lagi mengikuti aturan-aturan Taurat tersebut. Yang perlu kita lakukan adalah hukum kasih, mengasihi Tuhan dan sesama. Jika kita mengasihi Tuhan dan orang lain maka kita telah melakukan hukum Taurat (Roma 13:8-10).

Paskah bagi orang Kristen adalah pembebasan dari ikatan peraturan-peraturan Hukum Taurat yang memang tak mungkin dapat dilakukan oleh manusia.

 

7. Paskah Adalah Kehidupan Yang Baru

Makna Paskah yang sesungguhnya ketujuh atau terakhir adalah hidup baru.

Melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, orang percaya akan hidup dalam suatu cara hidup yang baru.

Rasul Paulus menulis,

Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” (Roma 6:4).

Di sini rasul Paulus membandingkan kematian dan kebangkitan Yesus dengan “kematian” dan “kebangkitan” orang percaya melalui baptisan.

Melalui baptisan, orang percaya telah “dikuburkan” bersama Kristus. Maksudnya, sebagaimana Kristus mati dan dikuburkan secara fisik, maka orang percaya juga telah “mati dan dikuburkan” secara kiasan.

Dan sebagaimana dengan kebangkitan Kristus dari kematian, maka orang percaya juga telah “dibangkitkan” secara kiasan untuk menjalani hidup yang baru di dalam Kristus.

Yang dimaksud rasul Paulus dengan “kematian” adalah kematian terhadap dosa. Dan yang dimaksud dengan “kebangkitan” adalah kehidupan yang baru, yang meninggalkan dosa dan hidup bagi Allah dalam Kristus (Roma 6:11-13).

Jadi sebagaimana Tuhan Yesus telah mati dan bangkit karena dosa kita, kita pun harus mati terhadap dosa dan hidup dalam kehidupan yang  baru, yaitu hidup yang memuliakan Allah.

Paskah bagi orang percaya adalah mati terhadap dosa dan hidup dalam hidup yang baru yang memuliakan Allah.

 

Itulah 7 makna paskah yang sesungguhnya bagi orang percaya sebagaimana yang diajarkan Alkitab Perjanjian Baru.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

2 komentar untuk “7 Makna Paskah Yang Sesungguhnya”

  1. Saya ingin mengajukan sebuah pertanyaan mengenai Paskah, apakah perayaan Paskah dikhususkan untuk orang Yahudi/Yudaisme atau untuk orang Kristen? Sebab menurut Keluaran 11:11-12 pertama kali Paskah dirayakan saat malam pembinasaan putra-putra sulung Mesir dan saat itu orang Israel segera meninggalkan Mesir.

    Ayat-ayat lain seperti Imamat 23:5, Keluaran 12:27, Bilangan 9:13, Yohanes 2:13, Yohanes 6:4, mengatakan Paskah orang Yahudi, bahkan menurut Lukas 2:41-42 saat Yesus berumur 12 tahun Dia ke Yerusalem untuk perayaan Paskah.

    Jika Paskah itu untuk kematian Yesus, lalu apakah Yesus ke Yerusalem untuk merayakan kematianNya sendiri? Jadi yang seharusnya dirayakan orang Kristen, Paskah atau perjamuan/peringatan kematian Kristus (1 Korintus 11:20-29)?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!