7 Martir Di Alkitab Paling Terkenal

 

Siapa sajakah martir di Alkitab paling terkenal?

Martir adalah orang yang mati demi imannya, demi membela kebenaran.

Dalam setiap agama dan kepercayaan, terdapat para martir, yang rela mati demi mempertahankan kebenaran atau iman yang diyakininya.

Demikian juga dalam kekristenan, terdapat banyak martir di sepanjang sejarah gereja.

Baca juga: 7 Tokoh Alkitab Yang Mati Bunuh Diri

Bahkan di Alkitab pun sudah banyak para martir, baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru.

Mereka adalah orang-orang yang, demi membela kebenaran Tuhan, rela memberikan nyawanya.

Baca juga: 7 Orang Di Alkitab Yang Pernah Dibangkitkan Dari Kematian

Dalam artikel kali ini akan dibahas ketujuh martir di Alkitab tersebut, yang kisahnya dicatat cukup banyak di dalam Alkitab.

Berikut ketujuh martir di Alkitab dan kisah singkat kematian mereka.

 

1. Habel (Kejadian 1:4-16)

Martir pertama yang disebut di Alkitab adalah Habel. Habel adalah anak kedua dari Adam dan Hawa. Anak pertama mereka adalah Kain. Kain adalah seorang petani dan Habel seorang peternak kambing-domba.

Suatu waktu Kain dan Habel mempersembahkan korban kepada Tuhan. Kain mempersembahkan hasil pertaniannya, sedangkan Habel mempersembahkan hasil peternakannya. Ternyata persembahan Kain tidak diterima oleh Tuhan, sedangkan persembahan Habel, adiknya, diterimaNya.

Alasan mengapa persembahan Kain ditolak oleh Tuhan adalah karena perbuatan Kain yang jahat. Jadi bukan karena “bahan” persembahannya yang berbeda dengan “bahan” persembahan Habel (seperti yang sering dianggap oleh sebagian orang), melainkan lebih pada sikap hati Kain yang tidak berkenan kepada Tuhan (1 Yohanes 3:12).

Karena persembahannya ditolak oleh Tuhan, maka Kain menjadi iri hati kepada Habel. Dengan liciknya Kain mengajak Habel ke ladang, lalu dengan tiba-tiba ia memukul dan membunuh adiknya tersebut.

Bukannya memperbaiki hidupnya sehingga ia berkenan kepada Tuhan, Kain malah membunuh adiknya yang tidak bersalah.

Padahal Tuhan sudah mengingatkan Kain bahwa dosa sudah mengintainya di kala ia tidak berbuat baik. Tetapi Kain mengabaikan peringatan Tuhan, sehingga terjadilah dosa pembunuhan tersebut.

Tuhan sangat marah kepada Kain atas pembunuhan Habel. Apalagi Kain tidak mengakui perbuatannya ketika Tuhan bertanya di mana Habel. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Tidak Jujur)

Ia mengutuk Kain dan menghukumnya dengan tanah yang tidak menghasilkan penuh baginya, ia juga menjadi pengembara di bumi.

Peristiwa pembunuhan Habel merupakan pembunuhan pertama yang tercatat di Alkitab. Hal ini membuat Habel sebagai martir pertama di Alkitab. Habel boleh disebut sebagai martir dikarenakan ia meninggal demi mempertahankan penyembahan yang benar kepada Tuhan.

Tuhan Yesus juga dengan jelas menyebut Habel sebagai “orang benar” dan bahwa kemartirannya merupakan awal pembunuhan terhadap orang-orang benar (Matius 23:35).

 

2. Ahimelekh Bin Ahitub (1 Samuel 22:1-23)

Martir kedua di Alkitab adalah Ahimelekh bin Ahitub. Ahimelekh bin Ahitub adalah seorang imam Pada zaman Daud. Seorang imam bertugas untuk mempersembahkan korban-korban kepada Tuhan sebagai pengampunan dosa umat dan dosa imam sendiri dan keluarganya.

Selain itu, dalam perkembangannya, imam besar juga sering dimintai tolong untuk mencari kehendak Tuhan melalui batu urim dan tumim yang terdapat dalam baju efod mereka. Karena imam adalah perantara antara Tuhan dengan umatNya.

Demikianlah Daud sebagai raja Israel, ia sering meminta kepada imam Ahimelekh untuk dicarikan kehendak Tuhan. Saat itu Daud sudah diurapi oleh Tuhan sebagai raja, namun dia belum bisa menduduki tahta kerajaan di istananya. Sebab Saul, raja Israel yang telah ditolak oleh Tuhan, masih bertindak sebagai raja. Saul malahan terus memburu Daud untuk membunuhnya.

Suatu waktu Daud pergi menemui Ahimelekh untuk meminta petunjuk Tuhan. Saat itu Ahimelekh juga memberikan roti dan senjata Goliat (Goliat yang pernah dikalahkan oleh Daud) yang disimpannya kepada Daud.

Ketika hal ini didengar oleh Saul, maka ia sangat marah. Sebab ia berpikir bahwa Ahimelekh lebih berpihak kepada Daud daripada kepadanya. Akhirnya Saul memerintahkan untuk membunuh Ahimelekh, bahkan seluruh keluarga imam dan penduduk kota Nob (tempat para imam itu tinggal), dibunuhnya.

Jelas Ahimelekh mati karena membela kebenaran Tuhan. Ia tahu bahwa Daudlah raja pilihan Tuhan dan ia bersedia membantunya meminta petunjuk Tuhan. Ia berpihak pada kebenaran Tuhan. Dan karena mempertahankan kebenaran itulah ia dibunuh sebagai martir.

 

3. Zakharia Bin Yoyada (2 Tawarikh 24:17-25)

Martir berikutnya di Alkitab adalah Zakharia bin Yoyada. Ayah Zakharia, Yoyada, adalah seorang imam. Yoyada merupakan seorang yang benar di mata Tuhan, yang melakukan banyak reformasi dalam kerajaan Yehuda, terutama dalam Bait Suci.

Tetapi setelah ia mati, orang Yehuda meninggalkan Tuhan dan mendirikan tiang-tiang berhala serta beribadah kepada berhala-berhala tersebut. Akibatnya Tuhan menimpakan murka kepada mereka.

Kemudian Zakharia, anak Yoyada, menyampaikan firman Tuhan kepada raja Yoas dan rakyat Yehuda. Zakharia berkata, “Beginilah firman Allah: Mengapa kamu melanggar perintah-perintah TUHAN, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan TUHAN, Ia pun meninggalkan kamu!”

Peringatan Zakharia itu membuat raja Yoas dan rakyat Yehuda menjadi marah. Atas perintah raja, mereka melempari Zakharia dengan batu di dalam pelataran Bait Suci. Pada saat kematiannya Zakharia berseru: “Semoga TUHAN melihatnya dan menuntut balas!” Zakharia mati sebagai martir.

Tuhan benar-benar menuntut balas darah Zakharia. Tuhan mengizinkan bangsa Aram menyerbu Yerusalem serta membunuh para pemimpin Yehuda dan melukai raja Yoas. Kemudian para pegawai Yoas membunuhnya di atas tempat tidurnya. Ia dikuburkan di kota Daud tetapi bukan di pekuburan raja-raja, yang jelas suatu penghinaan bagi Yoas.

Tuhan Yesus juga menyinggung kematian Zakharia ini dan menyebutnya sebagai orang benar, yang darahnya harus ditanggung oleh orang-orang Israel di generasi berikutnya (Matius 23:35-36).

 

4. Uria Bin Semaya (Yeremia 26:21-24)

Uria bin Semaya adalah salah seorang martir yang dicatat di Alkitab. Ini bukanlah Uria suami Batsyeba yang dibunuh oleh Daud, melainkan seorang nabi pada zaman nabi Yeremia, yang berasal dari Kiryat-Yearim.

Seperti halnya Yeremia, Uria adalah seorang nabi yang benar. Ia menubuatkan hal yang benar kepada raja dan rakyat Yehuda. Ia tidak menyampaikan pesan yang sesuai dengan selera raja dan rakyat Yehuda. Uria hanya menyampaikan apa yang benar-benar diterimanya dari Tuhan.

Dan sebagaimana nabi Yeremia, nabi Uria juga bernubuat atas Yehuda dan ibu kotanya, Yerusalem. Ia menubuatkan bahwa jika raja dan rakyat Yehuda tidak berbalik kepada Tuhan dari dosa-dosa mereka, maka Tuhan akan membuat rumah Tuhan (Bait Suci) dan kota Yerusalem menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi.

Ketika Yoyakim, raja Yehuda, beserta para pemuka Yehuda, mendengar hal itu, maka ia menjadi marah dan berikhtiar untuk membunuh nabi Uria. Karena ia menganggap Uria memberi berita buruk kepada mereka. Padahal sesungguhnya itulah berita yang diterima oleh Uria dari Tuhan.

Raja dan rakyat Yehuda sebenarnya tidak perlu menjadi marah, sebab Uria hanya mengingatkan mereka akan dosa-dosa mereka kepada Tuhan. Mereka justru seharusnya bertobat dari dosa-dosa mereka sehingga Tuhan mengampuni mereka dan membatalkan hukumanNya.

Mendengar rencana raja Yoyakim yang akan membunuhnya, maka nabi Uria menjadi takut. Ia melarikan diri dari Yerusalem dan tiba di Mesir. Tetapi raja Yoyakim menyuruh orang untuk menjemputnya dari Mesir dan membawanya kepada Yoyakim di Yerusalem. Lalu raja menyuruh membunuh Uria.

Uria mati sebagai martir, ia mempertahankan kebenaran Tuhan dengan teguh.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!