7 Martir Terkenal Di Alkitab

chapter-57-wicked-men-kill-stephen-2015-01-01

Martir adalah orang yang mati demi imannya, demi membela kebenaran. Dalam setiap agama dan kepercayaan, terdapat para martir, yang rela mati demi mempertahankan kebenaran atau iman yang diyakininya. Demikian juga dalam kekristenan, terdapat banyak martir di sepanjang sejarah gereja.

Di Alkitab pun sudah banyak para martir, baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru. Mereka adalah orang-orang yang, demi membela kebenaran Tuhan, rela memberikan nyawanya.

Dalam artikel kali ini akan dibahas 7 dari para martir tersebut, yang kisahnya dicatat cukup banyak di dalam Alkitab (baca juga: 7 Orang Di Alkitab Yang Pernah Dibangkitkan Dari Kematian).

Berikut ketujuh martir di Alkitab dan kisah singkat kematian mereka.

 

1. Habel (Kejadian 1:4-16)

Martir pertama yang disebut di Alkitab adalah Habel. Habel adalah anak kedua dari Adam dan Hawa. Anak pertama mereka adalah Kain. Kain adalah seorang petani dan Habel seorang peternak kambing-domba.

Suatu waktu Kain dan Habel mempersembahkan korban kepada Tuhan. Kain mempersembahkan hasil pertaniannya, sedangkan Habel mempersembahkan hasil peternakannya. Ternyata persembahan Kain tidak diterima oleh Tuhan, sedangkan persembahan Habel, adiknya, diterimaNya.

Alasan mengapa persembahan Kain ditolak oleh Tuhan adalah karena perbuatan Kain yang jahat. Jadi bukan karena “bahan” persembahannya yang berbeda dengan “bahan” persembahan Habel (seperti yang sering dianggap oleh sebagian orang), melainkan lebih pada sikap hati Kain yang tidak berkenan kepada Tuhan (1 Yohanes 3:12).

Karena persembahannya ditolak oleh Tuhan, maka Kain menjadi iri hati kepada Habel. Dengan liciknya Kain mengajak Habel ke ladang, lalu dengan tiba-tiba ia memukul dan membunuh adiknya tersebut.

Bukannya memperbaiki hidupnya sehingga ia berkenan kepada Tuhan, Kain malah membunuh adiknya yang tidak bersalah. Padahal Tuhan sudah mengingatkan Kain bahwa dosa sudah mengintainya di kala ia tidak berbuat baik. Tetapi Kain mengabaikan peringatan Tuhan, sehingga terjadilah dosa pembunuhan tersebut.

Tuhan sangat marah kepada Kain atas pembunuhan Habel. Ia mengutuk Kain dan menghukumnya dengan tanah yang tidak menghasilkan penuh baginya, ia juga menjadi pengembara di bumi.

Peristiwa pembunuhan Habel merupakan pembunuhan pertama yang tercatat di Alkitab. Hal ini membuat Habel sebagai martir pertama di Alkitab. Habel boleh disebut sebagai martir dikarenakan ia meninggal demi mempertahankan penyembahan yang benar kepada Tuhan.

Tuhan Yesus juga dengan jelas menyebut Habel sebagai “orang benar” dan bahwa kemartirannya merupakan awal pembunuhan terhadap orang-orang benar (Matius 23:35).

 

2. Ahimelekh Bin Ahitub (1 Samuel 22:1-23)

Martir kedua di Alkitab adalah Ahimelekh bin Ahitub. Ahimelekh bin Ahitub adalah seorang imam Pada zaman Daud. Seorang imam bertugas untuk mempersembahkan korban-korban kepada Tuhan sebagai pengampunan dosa umat dan dosa imam sendiri dan keluarganya.

Selain itu, dalam perkembangannya, imam besar juga sering dimintai tolong untuk mencari kehendak Tuhan melalui batu urim dan tumim yang terdapat dalam baju efod mereka. Karena imam adalah perantara antara Tuhan dengan umatNya.

Demikianlah Daud sebagai raja Israel, ia sering meminta kepada imam Ahimelekh untuk dicarikan kehendak Tuhan. Saat itu Daud sudah diurapi oleh Tuhan sebagai raja, namun dia belum bisa menduduki tahta kerajaan di istananya. Sebab Saul, raja Israel yang telah ditolak oleh Tuhan, masih bertindak sebagai raja. Saul malahan terus memburu Daud untuk membunuhnya.

Suatu waktu Daud pergi menemui Ahimelekh untuk meminta petunjuk Tuhan. Saat itu Ahimelekh juga memberikan roti dan senjata Goliat (Goliat yang pernah dikalahkan oleh Daud) yang disimpannya kepada Daud.

Ketika hal ini didengar oleh Saul, maka ia sangat marah. Sebab ia berpikir bahwa Ahimelekh lebih berpihak kepada Daud daripada kepadanya. Akhirnya Saul memerintahkan untuk membunuh Ahimelekh, bahkan seluruh keluarga imam dan penduduk kota Nob (tempat para imam itu tinggal), dibunuhnya.

Jelas Ahimelekh mati karena membela kebenaran Tuhan. Ia tahu bahwa Daudlah raja pilihan Tuhan dan ia bersedia membantunya meminta petunjuk Tuhan. Ia berpihak pada kebenaran Tuhan. Dan karena mempertahankan kebenaran itulah ia dibunuh sebagai martir.

 

3. Zakharia Bin Yoyada (2 Tawarikh 24:17-25)

Martir berikutnya di Alkitab adalah Zakharia bin Yoyada. Ayah Zakharia, Yoyada, adalah seorang imam. Yoyada merupakan seorang yang benar di mata Tuhan, yang melakukan banyak reformasi dalam kerajaan Yehuda, terutama dalam Bait Suci.

Tetapi setelah ia mati, orang Yehuda meninggalkan Tuhan dan mendirikan tiang-tiang berhala serta beribadah kepada berhala-berhala tersebut. Akibatnya Tuhan menimpakan murka kepada mereka.

Kemudian Zakharia, anak Yoyada, menyampaikan firman Tuhan kepada raja Yoas dan rakyat Yehuda. Zakharia berkata, “Beginilah firman Allah: Mengapa kamu melanggar perintah-perintah TUHAN, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan TUHAN, Ia pun meninggalkan kamu!”

Peringatan Zakharia itu membuat raja Yoas dan rakyat Yehuda menjadi marah. Atas perintah raja, mereka melempari Zakharia dengan batu di dalam pelataran Bait Suci. Pada saat kematiannya Zakharia berseru: “Semoga TUHAN melihatnya dan menuntut balas!” Zakharia mati sebagai martir.

Tuhan benar-benar menuntut balas darah Zakharia. Tuhan mengizinkan bangsa Aram menyerbu Yerusalem serta membunuh para pemimpin Yehuda dan melukai raja Yoas. Kemudian para pegawai Yoas membunuhnya di atas tempat tidurnya. Ia dikuburkan di kota Daud tetapi bukan di pekuburan raja-raja, yang jelas suatu penghinaan bagi Yoas.

Tuhan Yesus juga menyinggung kematian Zakharia ini dan menyebutnya sebagai orang benar, yang darahnya harus ditanggung oleh orang-orang Israel di generasi berikutnya (Matius 23:35-36).

 

4. Uria Bin Semaya (Yeremia 26:21-24)

Uria bin Semaya adalah salah seorang martir yang dicatat di Alkitab. Ini bukanlah Uria suami Batsyeba yang dibunuh oleh Daud, melainkan seorang nabi pada zaman nabi Yeremia, yang berasal dari Kiryat-Yearim.

Seperti halnya Yeremia, Uria adalah seorang nabi yang benar. Ia menubuatkan hal yang benar kepada raja dan rakyat Yehuda. Ia tidak menyampaikan pesan yang sesuai dengan selera raja dan rakyat Yehuda. Uria hanya menyampaikan apa yang benar-benar diterimanya dari Tuhan.

Dan sebagaimana nabi Yeremia, nabi Uria juga bernubuat atas Yehuda dan ibu kotanya, Yerusalem. Ia menubuatkan bahwa jika raja dan rakyat Yehuda tidak berbalik kepada Tuhan dari dosa-dosa mereka, maka Tuhan akan membuat rumah Tuhan (Bait Suci) dan kota Yerusalem menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi.

Ketika Yoyakim, raja Yehuda, beserta para pemuka Yehuda, mendengar hal itu, maka ia menjadi marah dan berikhtiar untuk membunuh nabi Uria. Karena ia menganggap Uria memberi berita buruk kepada mereka. Padahal sesungguhnya itulah berita yang diterima oleh Uria dari Tuhan.

Raja dan rakyat Yehuda sebenarnya tidak perlu menjadi marah, sebab Uria hanya mengingatkan mereka akan dosa-dosa mereka kepada Tuhan. Mereka justru seharusnya bertobat dari dosa-dosa mereka sehingga Tuhan mengampuni mereka dan membatalkan hukumanNya.

Mendengar rencana raja Yoyakim yang akan membunuhnya, maka nabi Uria menjadi takut. Ia melarikan diri dari Yerusalem dan tiba di Mesir. Tetapi raja Yoyakim menyuruh orang untuk menjemputnya dari Mesir dan membawanya kepada Yoyakim di Yerusalem. Lalu raja menyuruh membunuh Uria.

Uria mati sebagai martir, ia mempertahankan kebenaran Tuhan dengan teguh.

 

5. Yohanes Pembaptis (Markus 6:14-29)

Martir lainnya yang dicatat di Alkitab adalah Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis adalah seorang perintis bagi kedatangan mesias, yakni Tuhan Yesus. Yohanes berkhotbah di antara orang-orang Israel seraya menyerukan agar mereka bertobat dan memberi diri dibaptis.

Yohanes berkhotbah dengan sangat keras, tanpa kompromi. Ia menuntut adanya pertobatan yang menghasilkan perubahan hidup yang radikal bagi orang-orang Israel, bukan hanya sekedar kebanggaan karena keturunan Abraham. Sebab Tuhan dapat menjadikan keturunan Abraham dari batu. Keturunan Abraham tanpa pertobatan tidak ada artinya (Lukas 3:7-14).

Yohanes juga berani menegur raja Herodes yang mengambil Herodias menjadi istrinya. Sebab saat itu Herodias adalah istri Filipus, saudara Herodes sendiri. Hal ini membuat raja Herodes tersinggung dan marah sehingga ia memenjarakan Yohanes Pembaptis.

Tetapi yang paling tersinggung dengan teguran Yohanes adalah istri Herodes, Herodias. Ia menjadi dendam kepada Yohanes Pembaptis dan berusaha untuk membunuhnya. Tetapi ia tidak dapat, karena Herodes melindungi Yohanes.

Memang, pada dasarnya Herodes cukup kagum pada Yohanes dan senang mendengar khotbah-khotbahnya, walau hatinya menjadi bimbang kala mendengarnya. Ia juga meyakini bahwa Yohanes Pembaptis adalah orang benar dan orang suci.

Namun, kesempatan baik bagi Herodias untuk menuntaskan dendamnya kepada Yohanes Pembaptis akhirnya tiba juga. Hal ini terjadi pada waktu Herodes merayakan hari ulang tahunnya dengan para pembesarnya. Ketika itu putri Herodias menari-nari dan menyenangkan hati Herodes beserta tamu-tamunya.

Hal ini membuat Herodes menawarkan sebuah hadiah kepada putri Herodias, apa saja yang diinginkannya maka Herodes bersumpah akan memberikannya, bahkan sekalipun setengah dari kerajaannya! (mungkin Herodes sedang dalam pengaruh anggur).

Ketika putri Herodias bertanya kepada ibunya (Herodias) apa yang harus dimintanya kepada Herodes, maka Herodias menjawab: kepala Yohanes Pembaptis dalam sebuah talam! Mendengar hal itu hati Herodes sangat sedih, tetapi karena sumpahnya di hadapan para pembesarnya, akhirnya ia pun mengabulkan permohonan putri tirinya itu.

Herodes memerintahkan seorang pengawalnya untuk memenggal kepala Yohanes Pembaptis di dalam penjara! Lalu pengawal itu menaruh kepala Yohanes di atas sebuah talam dan memberikannya kepada putri Herodias. Putri Herodias memberikan kepala Yohanes Pembaptis itu kepada ibunya. Dendam Herodias kepada Yohanes Pembaptis pun akhirnya terbalaskan.

Yohanes Pembaptis adalah seorang martir sejati, yang berani menyatakan kebenaran Tuhan sekalipun nyawa taruhannya. Herodes dan Herodias adalah orang-orang yang bertanggung jawab atas kematian Yohanes Pembaptis.

 

6. Stefanus (Kisah Para Rasul 7:1-60)

Martir lainnya yang dicatat di Alkitab adalah Stefanus. Stefanus adalah satu dari tujuh diaken gereja mula-mula di Yerusalem. Ia seorang yang penuh iman dan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 6:5). Selain itu, ia juga penuh karunia dan kuasa, sehingga ia mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak (Kisah Para Rasul 6:8).

Dengan penuh iman, hikmat dan Roh Kudus, maka Tuhan memakai Stefanus sebagai pengkhotbah dan apologet (pembela agama) Kristen yang terkemuka. Tugasnya tidak terbatas hanya pada pelayanan sosial (sebagai tugas utama para diaken), tetapi juga ambil bagian dalam pelayanan rohani (berkhotbah).

Stefanus terlibat dalam perdebatan dengan jemaat Sinagoge Yahudi, yang anggotanya berasal dari daerah Kirene dan Alexandria, bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan Asia. Namun orang-orang ini tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh Kudus yang mendorong dia berbicara. Akhirnya mereka pun menyeret Stefanus ke Mahkamah Agama Yahudi.

Di Mahkamah Agama ini Stefanus harus menghadapi tuduhan saksi-saksi palsu. Mereka menuduhkan kepada Stefanus bahwa Tuhan Yesus yang diberitakannya akan merubuhkan Bait Suci mereka dan mengubah hukum Taurat dan adat-istiadat yang diwariskan Musa kepada bangsa Yahudi. Namun tanpa takut Stefanus melakukan pembelaannya serta berkhotbah dengan penuh keberanian.

Mendengar khotbah Stefanus, orang-orang Yahudi sangat marah. Sebab Stefanus mengecam mereka sebagai orang-orang yang keras kepala dan selalu menentang Roh Kudus. Akibatnya mereka pun melempari Stefanus dengan batu sampai mati!

Ketika Stefanus akan meninggal, ia masih sempat berdoa untuk orang-orang yang melemparinya. Stefanus berdoa, sementara mereka terus melemparinya dengan batu, agar Tuhan mengampuni perbuatan mereka tersebut. Hal seperti inilah yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, ketika Ia meminta pengampunan bagi orang-orang yang menyalibkanNya (Lukas 23:34a).

Stefanus meninggal sebagai martir pertama gereja Kristen.

 

7. Yakobus (Kisah Para Rasul 12:1-3)

Rasul Yakobus adalah martir terakhir yang dicatat di Alkitab. Yakobus adalah saudara Yohanes, anak-anak Zebedeus, dan salah satu dari 12 murid Tuhan Yesus. Dia menjadi salah seorang pemimpin gereja mula-mula di Yerusalem.

Ketika gereja mula-mula di Yerusalem semakin berkembang dan berhasil mendapatkan banyak murid dari antara orang Yahudi, maka raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap gereja. Dan Herodes memutuskan untuk membunuh Yakobus!

Saat itu ada 12 orang rasul (12 murid pertama Tuhan Yesus dengan Matias menggantikan Yudas Iskariot) yang menjadi pemimpin gereja mula-mula di Yerusalem. Tetapi Herodes hanya membunuh Yakobus.

Dan kita tidak tahu mengapa Herodes memilih Yakobus untuk dibunuh, bukan rasul-rasul yang lainnya. Mungkin karena Yakobuslah salah satu pemimpin gereja paling berpengaruh pada masa itu, mengingat dia adalah salah satu dari tiga murid Tuhan Yesus yang paling dekat denganNya.

Namun demikian, selain membunuh Yakobus, Herodes juga memenjarakan rasul Petrus (pemimpin utama gereja Yerusalem) dan berniat untuk membunuhnya. Tetapi sebelum hal itu terjadi, seorang malaikat Tuhan menjemput Petrus dari penjara dan membawanya keluar secara ajaib, tanpa diketahui oleh para penjaga penjara tersebut.

Dengan membunuh Yakobus serta memenjarakan Petrus (yang segera akan dibunuhnya juga), Herodes mengira bahwa ia dapat membinasakan gereja Yerusalem. Tetapi gereja tersebut justru semakin maju dan berkembang.

Yakobus adalah martir pertama dari 12 murid Tuhan Yesus. Yudas Iskariot memang sudah meninggal lebih dulu dari Yakobus, tetapi dia jelas bukan meninggal sebagai martir, tetapi sebagai pengkhianat.

 

Itulah 7 martir yang dicatat di Alkitab. Mereka boleh menderita dan dibunuh di dunia, tetapi sesungguhnya Tuhan telah menyediakan mahkota abadi bagi mereka di sorga.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk “ngelike” dan membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, dll) melalui tombol share yang tersedia di artikel ini. Terima kasih. GBU.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!