7 Mujizat Yesus Dalam Injil Yohanes

 

Artikel ini akan membahas tentang 7 mujizat Yesus dalam Injil Yohanes.

Tuhan Yesus melakukan banyak mujizat selama Ia hidup dan melayani di bumi. Namun di dalam Injil Yohanes, hanya 7 saja dari antara mujizat-mujizat tersebut yang dicatat, yang biasa disebut sebagai “tanda”.

Rasul Yohanes (penulis Injil Yohanes) mengatakan bahwa tujuan pencatatan mujizat-mujizat ini dalam Injilnya adalah agar para pembaca Injilnya percaya kepada Yesus sebagai Mesias, Anak Allah, sehingga mereka beroleh hidup kekal di dalam namaNya (Yohanes 20:30-31).

Baca juga: 10 Mujizat Yesus Terpopuler Sepanjang Masa

Sebenarnya, ada 8 mujizat Yesus yang dicatat dalam Injil Yohanes.

Namun satu di antaranya, yakni penangkapan ikan sebanyak 153 ekor (Yohanes 21:1-14), terjadi setelah kebangkitan Yesus dan tampaknya tidak dimaksudkan sebagai bukti bahwa Yesus adalah Mesias, melainkan demi kepentingan para murid, agar mereka dapat mengenali Yesus yang telah bangkit.

Jadi hanya ada 7 mujizat Yesus dalam Injil Yohanes, yang Yohanes catat yang benar-benar bertujuan untuk membuktikan kemesiasan Yesus serta untuk mendorong para pembaca Injilnya untuk mempercayaiNya sebagai Mesias.

Baca juga: 10 Mujizat Yang Dilakukan Oleh Gereja Mula-mula Di Alkitab

Ketujuh mujizat ini mencakup penyembuhan penyakit atau kekurang-sempurnaan fisik serta mujizat alam, yang membentang di pasal-pasal pertama Injil Yohanes, (pasal 2 hingga pasal 11). Lebih tepatnya adalah dalam pasal 2, 4, 5, 6, 9, dan pasal 11.

Hanya dua di antara ketujuh mujizat ini yang dicatat di dalam Injil Sinoptik (Matius, Markus, Lukas), lima mujizat lainnya adalah khas Yohanes, dicatat hanya di dalam Injil Yohanes.

Baca juga: 10 Penampakan Yesus Setelah KebangkitanNya

Karena Yohanes mencatat hanya 7 mujizat Yesus dalam Injil Yohanes, Injil yang ditulisnya sendiri, yang mendorong seseorang untuk percaya kepada kemesiasan Yesus, maka menjadi penting bagi kita untuk mengetahui mujizat-mujizat tersebut.

Mujizat apa sajakah yang termasuk ke dalam 7 mujizat Yesus dalam Injil Yohanes? Berikut pembahasannya.

 

1. Mengubah Air Menjadi Anggur (Yohanes 2:1-11)

Inilah mujizat pertama yang dilakukan oleh Tuhan Yesus selama pelayananNya di dunia ini, bukan hanya yang dicatat dalam Injil Yohanes, tetapi memang yang benar-benar pertama kali dilakukanNya, kendati tidak dicatat dalam Injil-Injil lainnya.

Dengan demikian, teori yang mengatakan bahwa Yesus pernah melakukan mujizat di masa remaja atau kanak-kanakNya, bahkan ketika Ia baru lahir, dengan sendirinya gugur.

Mujizat ini terjadi dalam sebuah pesta pernikahan di Kana, Galilea. Ibu Yesus, Maria, ada di pesta itu. Demikian juga dengan Yesus dan murid-muridNya, mereka diundang ke pesta tersebut.

Ketika pesta sedang berlangsung, ternyata anggur mereka habis. Karena itulah Maria memberitahukan masalah tersebut kepada putranya, Yesus.

Tetapi Yesus tidak serta merta menanggapi “laporan” ibuNya itu. Ia masih menunggu untuk saatNya tiba. Maria bersedia menunggu saatNya tersebut tiba, waktu yang tepat untuk menolong mereka yang kehabisan anggur. Maria meminta kepada para pelayan pesta untuk melakukan apa saja yang dikatakan Yesus kepada mereka.

Kemudian, setelah saatNya tiba, Yesus pun mulai bertindak. Yesus menyuruh para pelayan pesta untuk mengisi tempayan-tempayan yang ada dengan air, sampai penuh; lalu mencedoknya ke sebuah wadah dan memberikannya kepada pemimpin pesta. Hal itu ditaati oleh para pelayan pesta.

Dan ajaib, ketika pemimpin pesta itu meminumnya, ternyata air itu sudah berubah menjadi anggur!

Mujizat pertama Yesus ini sangatlah penting. Sebab hal ini telah membuat murid-muridNya semakin percaya kepadaNya. Mujizat ini juga merupakan satu dari 10 Mujizat Yesus Terpopuler Sepanjang Masa

 

2. Menyembuhkan Anak Pegawai Istana (Yohanes 4:43-54)

Pegawai istana ini kemungkinan adalah seorang pegawai istana Herodes, karena ia berada di Kapernaum, Galilea, wilayah kekuasaan raja Herodes.

Tetapi orang ini hampir pasti adalah orang Romawi atau non-Israel, sebagaimana umumnya pegawai Romawi (Herodes adalah antek-antek Romawi yang memimpin wilayah Galilea).

Pegawai istana ini mempunyai seorang anak yang sedang sakit dan hampir mati. Jadi ia meminta kepada Yesus untuk datang menyembuhkan anaknya tersebut. Saat itu Yesus masih berada di Kana, tempat di mana mujizat pertamaNya (mengubah air menjadi anggur), terjadi. Jadi pegawai istana itu datang dari Kapernaum ke Kana.

Ketika mendengar permintaan pegawai istana ini, Yesus mengatakan bahwa anaknya sudah sembuh. Dan menarik, pegawai istana tersebut langsung percaya dengan perkataan Yesus, ia langsung pulang ke Kapernaum. Ia bertanya kepada hamba-hambanya jam berapa anaknya sembuh. Mereka menjawab jam satu. Ternyata pada jam itulah Yesus berkata bahwa anaknya telah sembuh!

Mujizat ini membuat pegawai istana tersebut dan seisi rumahnya menjadi percaya kepada Tuhan Yesus. (Baca: 7 Orang Non-Israel Yang Pernah Dilayani Yesus)

 

3. Menyembuhkan Orang Lumpuh Di Kolam Betesda (Yohanes 5:1-9)

Rupanya orang lumpuh ini sakit akibat dosanya sendiri, sebab setelah kesembuhannya, Yesus memperingatkannya agar ia tidak berbuat dosa lagi agar yang lebih buruk tidak terjadi padanya (Yohanes 5:14).

Penyakit orang itu telah dialaminya selama 38 tahun! Ia telah lelah untuk mendapatkan kesembuhan.

Setiap kali air di kolam Betesda itu digoncang oleh malaikat Tuhan, maka barangsiapa yang pertama turun ke dalam kolam air itu, ia akan sembuh.

Tetapi orang lumpuh ini tidak pernah mendapat kesempatan. Sebab setiap kali ia turun ke kolam Betesda ketika kolam tersebut digoncang oleh malaikat Tuhan, maka ia selalu didahului oleh orang lain.

Lalu Tuhan Yesus bertanya kepadanya, “Maukah engkau sembuh?” Menjawab pertanyaan Yesus, orang lumpuh itu menceritakan beratnya perjuangannya dalam mendapatkan kesembuhan. Setiap kali ia berusaha mendekati kolam Betesda saat malaikat Tuhan menggoncangnya, maka ia selalu didahului oleh orang lain.

Ketika mendengar jawaban orang tersebut maka Yesus pun memerintahkannya, “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Seketika itu juga orang itu berdiri dan sembuh!

Karena pada hari itu adalah hari Sabat, banyak orang Yahudi menjadi marah dan berusaha untuk menganiaya Yesus. Tetapi Yesus menjelaskan kepada mereka bahwa BapaNya tetap bekerja maka Ia pun harus tetap bekerja, bahkan pada Hari Sabat sekalipun.

Memang, seperti banyak dicatat dalam Injil Sinoptik, Yesus kerap menyembuhkan orang pada hari Sabat. Sebab bagiNya, melakukan kebaikan pada hari Sabat – seperti menyembuhkan orang sakit atau melakukan mujizat – tidaklah salah. (Baca: 10 Fakta Tentang Sabat Yang Perlu Anda Tahu)

 

4. Memberi Makan 5000 Laki-Laki Dengan 5 Roti Dan 2 Ikan (Yohanes 6:1-15)

Inilah satu-satunya mujizat Yesus yang dicatat dalam keempat kitab Injil (Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yohanes).

Satu hal yang menarik dari mujizat ini adalah peran penting seorang anak kecil. Sebab lima roti dan dua ikan, yang menjadi “bahan” bagi Yesus mengadakan mujizatNya adalah milik anak kecil tersebut.

Mujzat ini bermula sewaktu Yesus naik ke atas gunung bersama murid-muridNya. Ia melihat sejumlah besar orang yang datang mengikutiNya karena mujizat-mujizat kesembuhan yang dilakukanNya kepada orang sakit. Jumlah orang tersebut sangatlah banyak, laki-laki saja 5000 orang, belum termasuk perempuan dan anak-anak.

Andreas, salah satu murid Yesus, memberitahuNya tentang seorang anak kecil yang mempunyai 5 ketul roti dan 2 ekor ikan. Namun, Andreas berpikir sangat logis dan realistis. Apalah artinya 5 ketul roti dan 2 ekor ikan untuk 5000 orang laki-laki?

Mendengar hal itu, maka Yesus pun mulai bertindak. Ia menyuruh orang banyak itu duduk di rumput. Kemudian Ia mengambil roti-roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur atasnya (mendoakannya), lalu membagi-bagikannya kepada orang banyak. Mujizat pun terjadi. Mereka semua makan sampai kenyang, bahkan masih ada sisanya sebanyak 12 bakul!

Mujizat ini membuat orang-orang Yahudi sangat takjub dan menganggap Yesus sebagai nabi yang akan datang, yang dinubuatkan di Perjanjian Lama. Bahkan mereka melihat Yesus sebagai figur yang tepat untuk menjadi seorang raja politis, dan memaksaNya menjadi raja mereka.

Yesus jelas menolak hal ini, sebab Ia datang bukan untuk menjadi raja politis, melainkan sebagai raja dalam arti rohani, yang memberikan nyawaNya bagi tebusan manusia berdosa. (Baca: 10 Fakta Tentang Mesias Yang Perlu Anda Tahu)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!