Loading...
Loading...

7 Nabi Perempuan Di Alkitab

 

Artikel ini berisi tentang para nabi perempuan di Alkitab.

Nabi adalah penyambung lidah Allah. Mereka menyampaikan firman Allah kepada umatNya, termasuk menegur mereka atas dosa-dosa yang mereka lakukan, serta meramalkan/menubuatkan peristiwa-peristiwa yang akan datang. (Baca juga: 9 Karunia Supranatural Roh Kudus)

Umumnya nabi adalah laki-laki, sebagaimana umumnya jabatan dalam bidang politik dan keagamaan bangsa Israel, yang lebih menonjolkan peran laki-laki.

Namun demikian, di antara nabi-nabi tersebut, terdapat juga beberapa nabi perempuan atau nabiah. (Baca juga: 10 Wanita Berparas Cantik Di Alkitab)

Sejauh yang kita ketahui, hanya 7 orang perempuan di Alkitab yang secara jelas disebut atau menyebut diri sebagai nabiah atau nabi perempuan. Para nabiah ini terdapat di Perjanjian Lama dan di Perjanjian Baru, sebagian nabiah yang benar dan sebagian lagi nabiah yang jahat.

Siapa sajakah mereka? Berikut pembahasannya.

 

1. Miryam

Nabiah atau nabi perempuan pertama yang disebut di Alkitab adalah Miryam.

Miryam adalah kakak perempuan Musa dan Harun. Jadi dialah yang mengawasi bayi Musa ketika ia ditaruh ibunya di sungai Nil, serta yang menawarkan inang penyusu kepada putri Firaun (Keluaran 2:4,7)

Alkitab menyebut Miryam sebagai nabiah tatkala ia memimpin perempuan-perempuan Israel untuk menari dan menyanyikan puji-pujian bagi Tuhan dengan rebana, setelah Ia melepaskan mereka dari kejaran tentara Firaun.

“Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari. Dan menyanyilah Miryam memimpin mereka: ‘Menyanyilah bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur; kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.’” (Keluaran 15:20-21)

Saat itu Tuhan membawa umatNya dari Mesir menuju Tanah Perjanjian dengan membelah Laut Teberau, dan orang Israel berjalan melewati laut yang sudah kering, sedangkan tentara Firaun yang mencoba mengejar mereka tewas tenggelam setelah Tuhan “membalikkan kembali” laut tersebut.

Miryam, bersama Musa dan Harun, adalah pemimpin Israel (Mikha 6:4). Namun sayang, predikat Miryam sebagai nabiah tercoreng ketika ia dan saudaranya, Harun, memberontak terhadap Musa sehingga ia Tuhan hukum dengan penyakit kusta. Dia sembuh setelah Harun berdoa untuknya, tetapi harus dikucilkan selama tujuh hari (Bilangan 12:1-16).

Miryam mati di dalam perjalanan di padang gurun (Bilangan 20:1), sehingga, seperti kedua saudaranya, Musa dan Harun, ia tidak masuk ke Tanah Perjanjian.

 

2. Debora

Nabiah atau nabi perempuan kedua yang disebut di Alkitab adalah Debora.

Debora adalah satu-satunya hakim perempuan Israel. Hakim adalah sebutan terhadap pemimpin tertinggi Israel setelah kematian Musa dan Yosua, sebelum timbulnya lembaga kerajaan. Jadi pengertian hakim di sini bukan hakim dalam pengadilan seperti yang kita pahami zaman sekarang.

“Pada waktu itu Debora, seorang nabiah, isteri Lapidot, memerintah sebagai hakim atas orang Israel.” (Hakim-hakim  4:4)

Debora bersama Barak memimpin orang Israel dalam pertempuran melawan bangsa Kanaan yang dipimpin raja Yabin dan panglimanya, Sisera. Dan mereka berhasil mengalahkan bangsa Kanaan tersebut (Hakim-hakim 4:1-24).

Sebelumnya Barak enggan untuk maju berperang jika Debora tidak maju. Dan ketika Debora maju dengan tentaranya, maka Barak pun maju beserta pasukannya. Hal ini menunjukkan kepemimpinan dan keberanian Debora, sampai-sampai laki-laki seperti Barak bergantung kepadanya!

Setelah Debora dan pasukannya berhasil mengalahkan bangsa Kanaan, maka ia bersama Barak bernyanyi memuji Tuhan serta “mengkilas balik” pertempuran mereka melawan bangsa Kanaan (Hakim-hakim 5:1-31).

 

3. Isteri Yesaya

Nabiah atau nabi perempuan lainnya yang disebut di Alkitab adalah isteri nabi Yesaya.

“Kemudian aku menghampiri isteriku; ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: ‘Namailah dia: Maher-Syalal Hash-Bas, sebab sebelum anak itu tahu memanggil: Bapa! Ibu! maka kekayaan Damsyik dan jarahan Samaria akan diangkut di depan raja Asyur.’” (Yesaya 8:3-4)

Dalam ayat di atas tidak ada disebut istilah “nabiah” atau “nabi perempuan”, melainkan “isteriku”. Maksudnya isteri nabi Yesaya (karena yang mengucapkan kata-kata dalam ayat tersebut adalah nabi Yesaya).

Namun dalam bahasa aslinya, bahasa Ibrani, kata yang diterjemahkan “isteriku” dalam ayat di atas, adalah nabiah.

Ayat di atas memakai kata “isteriku” mungkin karena lebih tepat untuk kata “menghampiri”.

Tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang isteri nabi Yesaya ini, bahkan namanya pun tidak disebut, hanya muncul sebagai simbol perkataan Tuhan dalam pelayanannya.

Namun tentu isteri Yesaya pastilah menjalankan pelayanan kenabian, sekalipun tidak dicatat di Alkitab, sehingga ia disebut nabiah. Jadi bukan semata-mata karena ia seorang isteri nabi.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!