7 Nubuat Perjanjian Lama Yang Digenapi Saat Kelahiran Yesus

Artikel ini berisi nubuat Perjanjian Lama yang digenapi saat kelahiran Yesus.

Kelahiran Yesus ke dunia bukanlah terjadi secara mendadak, hal itu sudah ada dalam rancangan Allah beribu-ribu tahun sebelumnya. Kedatangan Yesus ke dunia sebagai manusia telah dinubuatkan jauh sebelumnya, ratusan bahkan ribuan tahun sebelumnya.

Kelahiran Yesus ke dunia adalah rancangan Allah yang besar untuk menyelamatkan manusia ciptaanNya yang terbelenggu oleh dosa.

Baca juga: 7 Alasan Mengapa Orang Kristen Merayakan Natal

Tidak lama setelah manusia jatuh ke dalam dosa, Tuhan telah menubuatkan bahwa suatu saat nanti Ia akan menghancurkan dosa dan iblis, sumber dosa, melalui salah seorang keturunan manusia/Hawa (Kejadian 3:15).

Nubuat itu jelas mengacu pada kedatangan Yesus Kristus, Sang Juru Selamat, ke dunia.

Baca juga: 7 Makna Natal Yang Sesungguhnya

Hal ini kemudian dipertegasNya melalui Abraham, orang yang dipilihNya sebagai penyalur keselamatan itu ke seluruh bumi. Lalu melalui nabi-nabiNya, atau orang-orang pilihanNya dari antara bangsa Israel, umat pilihanNya, yakni keturunan Abraham yang dipilihNya.

Nabi-nabi ini dalam rentang ribuan tahun, dalam berbagai cara dan kesempatan, telah bernubuat tentang kedatangan Sang Juru Selamat dunia, yang dalam konsep Perjanjian Lama lebih dikenal sebagai Mesias.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Nubuat Yang Perlu Anda Tahu

Dari sekian banyak nubuat tentang Juru Selamat atau Mesias di Perjanjian Lama, di sini dicantumkan tujuh di antaranya. Ketujuh nubuat ini tergenapi pada masa kelahiran Yesus di hari Natal dan dalam peristiwa-peristiwa yang menyertainya.

Nubuat apa sajakah itu? Berikut pembahasannya.

 

1. Nubuat Tentang Keselamatan Dunia Melalui Abraham

Ketika Maria diberitahu oleh malaikat Tuhan bahwa ia akan mengandung Juru Selamat, maka ia pun bernyanyi dengan sukacita. Dalam nyanyiannya ini, yang dikenal sebagai Magnificat, Maria bersyukur karena Allah telah menggenapi janjiNya kepada Abraham, orang pilihanNya dan bapa leluhur bangsa Israel.

Maria mengatakan,

Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya. (Lukas 1:54-55)

Hal senada disampaikan oleh Zakharia, ketika ia diberitahu oleh malaikat bahwa istrinya yang mandul dan sudah tua, Elisabet, akan mengandung dan melahirkan Yohanes Pembaptis, perintis jalan bagi Mesias.

Dalam nyanyiannya, yang dikenal sebagai Benedictus, Zakharia mengatakan,

“… untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. (Lukas 1:72-75).

Allah memang telah berjanji kepada Abraham, nenek moyang bangsa Israel, bapa orang beriman, bahwa olehnya seluruh bumi akan diberkati atau diselamatkan.

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” (Kejadian 12:1-3)

Bagaimanakah caranya Abraham dapat memberkati/menyelamatkan seluruh bumi?  Melalui keturunannya, yakni Yesus Kristus (Galatia 3:16).

 

2. Nubuat Tentang Kedatangan Mesias Dari Keturunan Daud

Selain sebagai penggenapan janjiNya kepada Abraham, kedatangan Yesus ke dunia juga merupakan penggenapan janji/nubuatNya kepada Daud, raja terbesar Israel, yang juga keturunan Abraham.

Dalam nyanyiannya, Zakharia, ayah Yohanes Pembaptis, mengatakan,

Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,….” (Lukas 1:68-71)

Seperti Abraham, Daud adalah orang pilihan Tuhan. Kepadanya Tuhan telah berfirman bahwa tahtanya akan dibangun turun-temurun. Pemerintahan Daud tidak akan berakhir.

“Engkau telah berkata: Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun. (Mazmur 89:4-5).

Bagaimanakah caranya Daud dapat memerintah terus menerus? Melalui salah satu keturunannya, yakni Mesias atau Yesus Kristus. Untuk lebih jelasnya, silakan baca: 10 Fakta Tentang Mesias Yang Perlu Anda Tahu.

 

3. Nubuat Tentang Juru Selamat Yang Lahir Dari Seorang Gadis

Mesias atau Juru Selamat itu akan dilahirkan oleh seorang anak dara atau anak gadis, yang belum mempunyai suami.

Bagaimanakah hal itu bisa terjadi? Dengan campur tangan Allah secara langsung, yakni melalui kuasa Roh Kudus.

Hal ini dikatakan oleh malaikat Tuhan kepada Yusuf, bahwa Maria, tunangannya, yang masih gadis, akan melahirkan bayi Yesus, sang Juru Selamat dunia.

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel– yang berarti: Allah menyertai kita. (Matius 1:20-23)

Yesus Kristus lahir bukan dari hubungan antara Yusuf dengan Maria, melainkan atas campur tangan ilahi, dari kuasa supranatural Roh Kudus.

Bahwa Sang Juru Selamat akan lahir dari seorang perempuan muda /anak gadis telah dinubuatkan 700 tahun sebelumnya oleh Nabi Yesaya,

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. (Yesaya 7:14)

 

4. Nubuat Tentang Kota Kelahiran Juru Selamat

Bukan hanya kelahiran Yesus yang ajaib – lahir dari seorang perempuan yang belum bersuami – yang dinubuatkan di perjanjian Lama. Kota kelahiranNya sendiri pun juga dinubuatkan secara tepat.

Ketika orang-orang majus dari timur datang ke Yerusalem, Israel, setelah dituntun oleh sebuah bintang, mereka bertanya-tanya di manakah raja Yahudi yang baru lahir itu.

Mendengar hal itu raja raj Herodes Agung sangat terkejut. Sebab ia merasa tersaingi oleh kelahiran seorang “Raja Yahudi”. Ia kemudian bertanya kepada para ahli taurat Yahudi di mana Kristus dilahirkan.

Para ahli taurat itu menjawab di Betlehem, sesuai nubuat nabi Mikha.

Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” (Matius 2:5-6).

Kitab nabi yang dimaksud oleh para ahli taurat Yahudi adalah kitab nabi Mikha.

Nabi Mikha memang telah menubuatkan kelahiran Sang Mesias di kota kecil Betlehem,

Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. (Mikha 5:1)

Meskipun Yusuf dan Maria tinggal Di kota Nazaret, bukan di kota Betlehem, namun oleh campur tangan Allah, Yesus akan lahir di Betlehem, sesuai dengan nubuat nabi Mikha.

Hal ini terjadi ketika Kaisar Agustus, kaisar Romawi yang memerintah ketika Kristus lahir, mengeluarkan titah agar semua orang di seluruh kerajaan Romawi yang dipimpinnya mendaftarkan diri.

Maka semua orang pulang ke kampung halamannya untuk mendaftarkan diri. Demikianlah Yusuf bersama Maria yang telah hamil besar, pergi ke kampungnya di Betlehem untuk mendaftarkan diri.

Ketika tiba di Betlehem maka Maria pun melahirkan.

Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, – karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daudsupaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. (Lukas 2:4-7)

Kelahiran Yesus di kota kecil Betlehem, bukan di Yerusalem, ibu kota Israel, atau di Roma, ibu kota kekaisaran Romawi, menunjukkan kesederhanaanNya dan solidaritasNya bagi manusia berdosa.

 

5. Nubuat Tentang Ratapan Atas Kematian Bayi-Bayi

Setelah raja Herodes Agung mengetahui bahwa Yesus dilahirkan di kota Betlehem, maka ia memerintahkan orang-orang majus untuk menyelidiki Yesus agar Herodes juga datang menyembahNya.

Tetapi hal ini hanyalah siasat Herodes untuk membunuh Yesus. Karena ia takut kehadiran Yesus akan mengganggu kekuasaannya di Yudea (mencakup Yerusalem dan Betlehem).

Ketika Herodes Agung merasa diperdaya oleh para majus itu, maka ia menjadi sangat marah. Ia panik dan ia tak mau ambil resiko. Herodes membunuh semua bayi di Betlehem, yang berusia 2 tahun ke bawah, ia tak ingin Yesus luput.

Hal ini menimbulkan ratapan yang sangat pilu bagi para ibu yang kehilangan bayi mereka.

Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia:Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.’ ” (Matius 2:16-18)

Rupanya ratapan para orang tua yang kehilangan bayi mereka di Betlehem sudah dinubuatkan nabi Yeremia sebelumnya.

Hal ini tertulis dalam Yeremia 31:15,

Beginilah firman TUHAN: Dengar! Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi.

Tetapi ada bedanya penderitaan orang tua para bayi yang mati di zaman Yeremia (yang disebut Rahel, Istri Yakub, nenek moyang Israel), dengan orang tua bayi-bayi yang mati di Betlehem. Pada masa nabi Yeremia, mereka kehilangan bayi mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, atau dosa bangsa Israel pada umumnya.

Sementara kematian bayi-bayi di Betlehem bukan karena dosa orang tua bayi-bayi tersebut, tetapi karena kelaliman raja Herodes, karena ketakutannya pada kelahiran seorang “raja Yahudi”.

 

6. Nubuat Tentang Kepulangan Juru Selamat Dari Mesir

Ketika Herodes membunuh bayi-bayi di Betlehem, maka malaikat Tuhan memerintahkan Yusuf untuk membawa Yesus mengungsi ke Mesir, menghindari Herodes yang ingin membunuhNya.

Yusuf menaati perintah Tuhan dan membawa Maria, istrinya dan bayi Yesus pergi ke Mesir. Saat itu diperkirakan bayi Yesus sudah berusia sekitar 2 tahun.

Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku. (Matius 2:14-15)

Lamanya Yesus dan orang tuaNya di Mesir mungkin sampai beberapa bulan, walau Alkitab tidak menyebut hal ini.

Alkitab juga tidak menyebut apa-apa tentang kehidupan Yesus atau apa yang diperbuatNya  selama di Mesir.

Cerita-cerita yang mengatakan bahwa Yesus melakukan mujizat di Mesir adalah dongeng belaka, suatu cerita fiktif yang tidak bisa dipertangungjawabkan.

Alkitab menegaskan bahwa Yesus baru melakukan mujizat ketika Ia secara resmi memulai pelayananNya, yakni ketika Ia berusia 30 tahun.

Kepulangan (dan kepergian) Yesus dari Mesir ternyata sudah dinubuatkan oleh nabi Hosea sebelumnya,

Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.(Hosea 11:1)

Bangsa Israel Tuhan panggil keluar dari perbudakan di Mesir menuju tanah perjanjian di Tanah Kanaan, sesuai dengan janjiNya kepada Abraham, nenek moyang bangsa Israel.

Jika orang Israel (Yakub dan anak-anaknya) dahulu pergi ke Mesir untuk menghindari kelaparan di Tanah Kanaan, maka Yesus dan orang tuanya pergi ke Mesir untuk menghindari pembunuhan.

 

7. Nubuat Tentang Sebutan Orang Nazaret bagi Juru Selamat

Setelah Herodes Agung mati, maka malaikat memerintahkan Yusuf untuk kembali dari Mesir.

Awalnya Yusuf hendak pergi ke wilayah Yudea (di mana Yerusalem dan Betlehem, tempat Yesus lahir, berada). Tetapi ia takut, sebab di Yudea memerintah Arkhelaus, anak Herodes Agung yang juga lalim.

Lalu, Yusuf kembali ke Nazaret, di Galilea. Di Nazaret-lah kemudian Yesus tumbuh dan berkembang. Dan karena itu ia akan disebut orang Nazaret, sesuai nubuat nabi Yesaya.

Setibanya di sana ia pun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret. (Matius 2:23)

Dalam Yesaya 11:1 disebutkan bahwa,

Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

Dalam bahasa Ibrani, kata “tunas” atau “taruk”, merupakan asal kata dari Nazaret.

Sebutan terhadap Yesus yang sering muncul di Alkitab Perjanjian Baru adalah “Orang Nazaret”, Yesus, orang Nazaret (misalnya, Kisah Para Rasul 3:6).

 

Itulah 7 nubuat Perjanjian Lama yang digenapi pada peristiwa natal/kelahiran Yesus 2000 tahun lalu.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!