7 Nubuat Perjanjian Lama Yang Digenapi Saat Kelahiran Yesus

 

5. Nubuat Tentang Ratapan Atas Kematian Bayi-Bayi

Setelah raja Herodes Agung mengetahui bahwa Yesus dilahirkan di kota Betlehem, maka ia memerintahkan orang-orang majus untuk menyelidiki Yesus agar Herodes juga datang menyembahNya.

Tetapi hal ini hanyalah siasat Herodes untuk membunuh Yesus. Karena ia takut kehadiran Yesus akan mengganggu kekuasaannya di Yudea (mencakup Yerusalem dan Betlehem).

Ketika Herodes Agung merasa diperdaya oleh para majus itu, maka ia menjadi sangat marah. Ia panik dan ia tak mau ambil resiko. Herodes membunuh semua bayi di Betlehem, yang berusia 2 tahun ke bawah, ia tak ingin Yesus luput.

Hal ini menimbulkan ratapan yang sangat pilu bagi para ibu yang kehilangan bayi mereka.

Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia:Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.’ ” (Matius 2:16-18)

Rupanya ratapan para orang tua yang kehilangan bayi mereka di Betlehem sudah dinubuatkan nabi Yeremia sebelumnya.

Hal ini tertulis dalam Yeremia 31:15,

Beginilah firman TUHAN: Dengar! Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi.

Tetapi ada bedanya penderitaan orang tua para bayi yang mati di zaman Yeremia (yang disebut Rahel, Istri Yakub, nenek moyang Israel), dengan orang tua bayi-bayi yang mati di Betlehem. Pada masa nabi Yeremia, mereka kehilangan bayi mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, atau dosa bangsa Israel pada umumnya.

Sementara kematian bayi-bayi di Betlehem bukan karena dosa orang tua bayi-bayi tersebut, tetapi karena kelaliman raja Herodes, karena ketakutannya pada kelahiran seorang “raja Yahudi”.

 

6. Nubuat Tentang Kepulangan Juru Selamat Dari Mesir

Ketika Herodes membunuh bayi-bayi di Betlehem, maka malaikat Tuhan memerintahkan Yusuf untuk membawa Yesus mengungsi ke Mesir, menghindari Herodes yang ingin membunuhNya.

Yusuf menaati perintah Tuhan dan membawa Maria, istrinya dan bayi Yesus pergi ke Mesir. Saat itu diperkirakan bayi Yesus sudah berusia sekitar 2 tahun.

Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku. (Matius 2:14-15)

Lamanya Yesus dan orang tuaNya di Mesir mungkin sampai beberapa bulan, walau Alkitab tidak menyebut hal ini.

Alkitab juga tidak menyebut apa-apa tentang kehidupan Yesus atau apa yang diperbuatNya  selama di Mesir.

Cerita-cerita yang mengatakan bahwa Yesus melakukan mujizat di Mesir adalah dongeng belaka, suatu cerita fiktif yang tidak bisa dipertangungjawabkan.

Alkitab menegaskan bahwa Yesus baru melakukan mujizat ketika Ia secara resmi memulai pelayananNya, yakni ketika Ia berusia 30 tahun.

Kepulangan (dan kepergian) Yesus dari Mesir ternyata sudah dinubuatkan oleh nabi Hosea sebelumnya,

Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.(Hosea 11:1)

Bangsa Israel Tuhan panggil keluar dari perbudakan di Mesir menuju tanah perjanjian di Tanah Kanaan, sesuai dengan janjiNya kepada Abraham, nenek moyang bangsa Israel.

Jika orang Israel (Yakub dan anak-anaknya) dahulu pergi ke Mesir untuk menghindari kelaparan di Tanah Kanaan, maka Yesus dan orang tuanya pergi ke Mesir untuk menghindari pembunuhan.

 

7. Nubuat Tentang Sebutan Orang Nazaret bagi Juru Selamat

Setelah Herodes Agung mati, maka malaikat memerintahkan Yusuf untuk kembali dari Mesir.

Awalnya Yusuf hendak pergi ke wilayah Yudea (di mana Yerusalem dan Betlehem, tempat Yesus lahir, berada). Tetapi ia takut, sebab di Yudea memerintah Arkhelaus, anak Herodes Agung yang juga lalim.

Lalu, Yusuf kembali ke Nazaret, di Galilea. Di Nazaret-lah kemudian Yesus tumbuh dan berkembang. Dan karena itu ia akan disebut orang Nazaret, sesuai nubuat nabi Yesaya.

Setibanya di sana ia pun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret. (Matius 2:23)

Dalam Yesaya 11:1 disebutkan bahwa,

Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

Dalam bahasa Ibrani, kata “tunas” atau “taruk”, merupakan asal kata dari Nazaret.

Sebutan terhadap Yesus yang sering muncul di Alkitab Perjanjian Baru adalah “Orang Nazaret”, Yesus, orang Nazaret (misalnya, Kisah Para Rasul 3:6).

 

Itulah 7 nubuat Perjanjian Lama yang digenapi pada peristiwa natal/kelahiran Yesus 2000 tahun lalu.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

 

6 komentar untuk “7 Nubuat Perjanjian Lama Yang Digenapi Saat Kelahiran Yesus”

  1. Kenapa tidak ada nubuatan dalam Perjanjian Lama bahwa pada saat kelahiran Yesus akan ada pembantaian bayi-bayi?

    1. Tidak semua detail peristiwa dalam hidup Yesus dinubuatkan di Perjanjian Lama, hanya yang penting-penting saja. Tetapi secara tidak langsung pembunuhan bayi-bayi ini sebenarnya sudah tercakup dalam ratapan atas kematian bayi-bayi tersebut,seperti telah dijelaskan dalam artikel di atas. Terima kasih, Gbu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!