7 Nubuat Perjanjian Lama Yang Digenapi Saat Kelahiran Yesus

 

3. Nubuat Tentang Juru Selamat Yang Lahir Dari Seorang Gadis

Mesias atau Juru Selamat itu akan dilahirkan oleh seorang anak dara atau anak gadis, yang belum mempunyai suami.

Bagaimanakah hal itu bisa terjadi? Dengan campur tangan Allah secara langsung, yakni melalui kuasa Roh Kudus.

Hal ini dikatakan oleh malaikat Tuhan kepada Yusuf, bahwa Maria, tunangannya, yang masih gadis, akan melahirkan bayi Yesus, sang Juru Selamat dunia.

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel– yang berarti: Allah menyertai kita. (Matius 1:20-23)

Yesus Kristus lahir bukan dari hubungan antara Yusuf dengan Maria, melainkan atas campur tangan ilahi, dari kuasa supranatural Roh Kudus.

Bahwa Sang Juru Selamat akan lahir dari seorang perempuan muda /anak gadis telah dinubuatkan 700 tahun sebelumnya oleh Nabi Yesaya,

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. (Yesaya 7:14)

 

4. Nubuat Tentang Kota Kelahiran Juru Selamat

Bukan hanya kelahiran Yesus yang ajaib – lahir dari seorang perempuan yang belum bersuami – yang dinubuatkan di perjanjian Lama. Kota kelahiranNya sendiri pun juga dinubuatkan secara tepat.

Ketika orang-orang majus dari timur datang ke Yerusalem, Israel, setelah dituntun oleh sebuah bintang, mereka bertanya-tanya di manakah raja Yahudi yang baru lahir itu.

Mendengar hal itu raja raj Herodes Agung sangat terkejut. Sebab ia merasa tersaingi oleh kelahiran seorang “Raja Yahudi”. Ia kemudian bertanya kepada para ahli taurat Yahudi di mana Kristus dilahirkan.

Para ahli taurat itu menjawab di Betlehem, sesuai nubuat nabi Mikha.

Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” (Matius 2:5-6).

Kitab nabi yang dimaksud oleh para ahli taurat Yahudi adalah kitab nabi Mikha.

Nabi Mikha memang telah menubuatkan kelahiran Sang Mesias di kota kecil Betlehem,

Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. (Mikha 5:1)

Meskipun Yusuf dan Maria tinggal Di kota Nazaret, bukan di kota Betlehem, namun oleh campur tangan Allah, Yesus akan lahir di Betlehem, sesuai dengan nubuat nabi Mikha.

Hal ini terjadi ketika Kaisar Agustus, kaisar Romawi yang memerintah ketika Kristus lahir, mengeluarkan titah agar semua orang di seluruh kerajaan Romawi yang dipimpinnya mendaftarkan diri.

Maka semua orang pulang ke kampung halamannya untuk mendaftarkan diri. Demikianlah Yusuf bersama Maria yang telah hamil besar, pergi ke kampungnya di Betlehem untuk mendaftarkan diri.

Ketika tiba di Betlehem maka Maria pun melahirkan.

Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, – karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daudsupaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. (Lukas 2:4-7)

Kelahiran Yesus di kota kecil Betlehem, bukan di Yerusalem, ibu kota Israel, atau di Roma, ibu kota kekaisaran Romawi, menunjukkan kesederhanaanNya dan solidaritasNya bagi manusia berdosa.

 

5. Nubuat Tentang Ratapan Atas Kematian Bayi-Bayi

Setelah raja Herodes Agung mengetahui bahwa Yesus dilahirkan di kota Betlehem, maka ia memerintahkan orang-orang majus untuk menyelidiki Yesus agar Herodes juga datang menyembahNya.

Tetapi hal ini hanyalah siasat Herodes untuk membunuh Yesus. Karena ia takut kehadiran Yesus akan mengganggu kekuasaannya di Yudea (mencakup Yerusalem dan Betlehem).

Ketika Herodes Agung merasa diperdaya oleh para majus itu, maka ia menjadi sangat marah. Ia panik dan ia tak mau ambil resiko. Herodes membunuh semua bayi di Betlehem, yang berusia 2 tahun ke bawah, ia tak ingin Yesus luput.

Hal ini menimbulkan ratapan yang sangat pilu bagi para ibu yang kehilangan bayi mereka.

Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia:Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.’ ” (Matius 2:16-18)

6 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!