7 Orang Non-Israel Yang Pernah Dilayani Yesus

Artikel ini membahas tentang 7 orang non-Israel yang pernah dilayani Yesus sebagaimana dicatat di Alkitab.

Tahukah Anda bahwa semasa pelayananNya di bumi, Tuhan Yesus sangat jarang melayani orang asing di luar bangsa Israel? Hanya beberapa kali pelayanan Yesus terhadap orang-orang non-Israel atau non-Yahudi dicatat di Alkitab Perjanjian Baru. Wilayah pelayananNya juga hampir semuanya berada di wilayah Israel, sangat jarang Ia keluar dari batas wilayah Israel.

Baca juga: 7 Anggota Keluarga Yesus Yang Aktif Dalam Pelayanan

Hal ini terjadi karena Tuhan Yesus memfokuskan pelayananNya kepada bangsaNya sendiri, bangsa Israel, umat pilihan Allah. PelayananNya kepada orang-orang dari bangsa lain atau non-Israel hanyalah “sampingan”. Prioritas pelayananNya adalah bangsa Israel.

Pelayanan secara masif kepada bangsa-bangsa lain di luar bangsa Israel, baru terjadi setelah kebangkitan dan kenaikanNya ke sorga, melalui murid-muridNya. Hal ini sesuai dengan perintah Tuhan Yesus sendiri kepada murid-muridNya tersebut agar memberitakan Injil kepada segala bangsa di dunia (Matius 28:19-20; Markus 16:15-16).

Baca juga: 7 Nubuat Perjanjian Lama Yang Digenapi Saat Kelahiran Yesus

Nah, dari sedikit pelayanan Tuhan Yesus kepada orang-orang asing di luar bangsa Israeltersebut, yakni non-Israel atau non-Yahudi, di sini dicantumkan tujuh di antaranya.

Ada 7 orang non-Israel yang pernah dilayani Yesus. Pelayanan ini merupakan pelayanan yang mencakup penyembuhan, mujizat, dan pengajaran rohani.

Siapa sajakah 7 orang non-Israel yang pernah dilayani Yesus? Berikut pembahasannya.

 

1. Perempuan Kanaan (Matius 15:21-28)

Orang non-Israel yang pernah dilayani Yesus yang pertama adalah seorang perempuan Kanaan.

Perempuan Kanaan ini mempunyai seorang anak perempuan yang sedang kerasukan setan dan sangat menderita, dan dia memohon kepada Tuhan Yesus untuk menyembuhkan anaknya itu.

Awalnya Yesus enggan untuk menyembuhkan anak tersebut. Yesus berkata bahwa Ia datang hanya kepada orang-orang Israel.

(Maksud Yesus bukanlah bahwa Ia hanya datang kepada orang Israel saja, sebab Ia juga berkata bahwa Ia diberikan Bapa untuk seluruh dunia (Yohanes 3:16), termasuk untuk berbagai bangsa di luar Israel. Tetapi Ia hanya bermaksud mengatakan bahwa prioritasNya memang adalah bangsa Israel, umat pilihan Tuhan, sebagaimana telah disebut di atas).

Tetapi perempuan Kanaan ini kembali memohon sambil menyembah Yesus. Yesus menjawabnya bahwa tidak layak mengambil roti dari anak-anak dan memberikannya kepada anjing. Ini juga sebuah kiasan, bukan perkataan yang kasar. Maksud Yesus adalah bahwa berkat yang diperuntukkan bagi bangsa Israel tidak layak diberikan kepada bangsa-bangsa lain.

Perempuan ini belum menyerah. Ia menjawab bahwa perkataan Yesus benar, tetapi anjing pun mendapat remah-remah roti yang jatuh dari meja tuannya. Ini adalah bentuk iman dan kerendahan hati.

Melihat iman (dan kerendahan hati) perempuan Kanaan ini, Yesus pun memujinya dan menyembuhkan anaknya. Seketika itu juga anaknya sembuh.

 

2. Orang Yang Kerasukan Setan Di Gerasa (Markus 5:1-20)

Orang non-Israel yang pernah dilayani Yesus yang kedua adalah seorang yang kerasukan setan di Gerasa. (Baca: 10 Mujizat Yesus Terbesar Sepanjang Masa)

Gerasa merupakan satu dari wilayah “Dekapolis” yang berarti “Sepuluh Kota” (Deka=Sepuluh, Polis=Kota), di mana penduduknya mayoritas orang-orang Yunani/non-Yahudi. Jadi kemungkinan besar orang yang kerasukan setan tersebut bukanlah orang Yahudi.

Ketika Yesus mendarat di daerah orang Gerasa, Ia ditemui oleh seorang yang kerasukan setan. Orang itu sangat berbahaya. Ia biasa tinggal di pekuburan. Ia tidak berpakaian. Tidak ada yang dapat mengendalikannya. Bahkan rantai yang dipakai untuk mengikatnya pun dipatahkannya.

Setan-setan yang ada di dalam orang tersebut mengenal Yesus sebagai Anak Allah. Dan mereka memohon untuk tidak menghukum mereka, sebaliknya mereka meminta Yesus untuk menyuruh mereka ‘berdiam’ di dalam babi-babi yang mencari makanan di lereng gunung.

Yesus menyetujuinya, sehingga babi-babi itu, yang berjumlah dua ribu ekor, terjun ke danau dan mati lemas. Dan orang yang kerasukan itu pun sembuh. Orang-orang Gerasa sangat ketakutan dan mereka “mengusir” Yesus dari daerah mereka.

Lalu orang yang kerasukan setan itu meminta agar dapat mengikuti Yesus. Tetapi Yeus menolaknya dan memintanya bersaksi di daerahnya, dan ia pun melakukannya sehingga banyak orang yang heran.

 

3. Perwira Di Kapernaum (Lukas 7:1-10)

Orang non-Israel yang pernah dilayani Yesus lainnya adalah seorang perwira di Kapernaum.

Perwira ini adalah perwira Romawi yang bertugas di Kapernaum, Galilea, markas tentara Romawi di Galilea. Ia datang kepada Yesus melalui tua-tua Yahudi. Tua-tua tersebut bersedia menolongnya sebab perwira ini ternyata orang yang baik, terbukti ia membantu pendirian rumah ibadah (sinagoge) orang Yahudi, walau belum tentu ia seorang penganut Agama Yahudi (proselit).

Dia datang kepada Yesus dengan bantuan tua-tua Yahudi mungkin karena ia merasa bahwa seorang rabi Yahudi tidak akan mau menolong perwira Romawi (perwira Romawi biasanya jahat dan membenci orang Yahudi).

Perwira ini mempunyai seorang hamba yang sedang sakit keras. Dan dia meminta Yesus untuk menyembuhkannya. (Terlihat lagi di sini kebaikan perwira tersebut, yang sangat perhatian kepada hambanya).

Dan yang luar biasa lagi adalah bahwa perwira ini begitu rendah hati dan beriman. Ketika Yesus sudah dekat ke rumahnya, ia mengutus sahabat-sahabatnya kepada Yesus untuk mengatakan bahwa ia tidak layak menerima Yesus di rumahnya. Jadi dia memohon agar Yesus mengucapkan sepatah kata saja agar hambanya itu sembuh.

Ini adalah iman yang luar biasa. Itulah sebabnya Yesus sangat memujinya. Tuhan Yesus berkata bahwa iman sebesar itu belum pernah Ia temui, bahkan di antara orang Israel (umat pilihan Tuhan) sekalipun!

Hamba perwira ini pun akhirnya sembuh.

 

4. Orang Samaria Yang Sakit Kusta (Lukas 17:1-11)

Orang non-Israel yang pernah dilayani Yesus yang keempat adalah orang Samaria yang berpenyakit kusta.

Ia dilayani oleh Yesus bersama sembilan orang temannya sesama orang yang berpenyakit kusta (yang kemungkinan besar adalah orang Israel/Yahudi).

Kesepuluh orang kusta tersebut memohon kepada Yesus untuk disembuhkan. Mereka berteriak kepada Yesus dari tempat yang agak jauh, sebab pada masa itu orang berpenyakit kusta berada dalam satu kelompok yang terpisah dari mereka yang tahir (yang tidak berpenyakit kusta).

Yesus pun menyuruh mereka memperlihatkan diri kepada imam-imam (agar diperiksa sebagai bukti bahwa mereka telah tahir/sembuh), walau saat itu mereka belum sembuh. Dan mereka taat pada perkataan Yesus! Mereka pergi kepada imam-imam. Sementara mereka dalam perjalanan, terjadilah mujizat. Mereka sembuh dari kusta mereka.

Ketika menyadari kesembuhannya, orang Samaria tersebut kembali kepada Yesus sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring. Ia tersungkur di kaki Yesus dan mengucap syukur kepadaNya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!