Loading...
Loading...

7 Orang Non-Israel Yang Pernah Dilayani Yesus

Hal ini begitu mengherankan Yesus. Sebab bukankah kesembilan orang Israel itu adalah umat pilihan Tuhan? Mengapa mereka justru melupakan kebaikan Tuhan yang mereka alami? Mengapa orang Samaria yang bukan umat Tuhan yang justru kembali kepada Yesus dan mengucap syukur kepadaNya?

Selain memuji orang Samaria ini, dan secara tidak langsung menyindir kesembilan orang Israel, Yesus pun meneguhkan kesembuhan orang Samaria ini: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

 

5. Perempuan Samaria (Yohanes 4:1-26; 28-30, 39-42)

Orang non-Israel yang pernah dilayani Yesus yang kelima adalah seorang perempuan Samaria.

Ketika Yesus sedang dalam perjalanan pelayananNya, Ia berhenti di suatu sumur, yang disebut sumur Yakub. Saat itu siang hari dan Ia sedang letih dan haus. Di situ ia menjumpai seorang perempuan Samaria yang sedang mengambil air. Seperti nyata kemudian dari perkataan Yesus, ia sudah mempunyai 5 orang suami, dan sedang hidup dengan seorang laki-laki yang bukan suaminya.

Awalnya Yesus meminta air kepada perempuan ini, tetapi ia tidak bersedia memberikannya karena Yesus adalah orang Yahudi (Israel). Memang orang Samaria tidak bergaul dengan orang Yahudi pada masa itu.

Yesus berkata bahwa jika seandainya perempuan tersebut mengetahui siapa Dia yang sesungguhnya, maka pasti perempuan itu akan meminta air hidup kepadaNya. Mendengar itu perempuan tersebut berdalih bahwa Yesus tidak punya timba dan sumur tersebut dalam.

Namun lewat perbincangan tentang air, Yesus kemudian menceritakan tentang Air Hidup kepada perempuan Samaria tersebut. Melalui itu Yesus pun memberitakan Injil kepadanya. Ia mengenalkan diriNya sebagai Mesias yang dinanti-nantikan oleh bangsa Israel dan bangsa Samaria. (Baca: 10 Fakta Tentang Mesias Menurut Alkitab)

Perempuan itu menjadi percaya serta bersaksi tentang Yesus kepada orang-orang di seluruh kampungnya, sehingga mereka pun menjadi percaya kepadaNya.

 

6. Pegawai Istana Di Kapernaum (Yohanes 4:43-54)

Orang non-Israel yang pernah dilayani Yesus yang keenam adalah seorang pegawai istana di Kapernaum.

Pegawai istana ini kemungkinan adalah seorang pegawai istana Herodes, karena ia berada di Kapernaum, Galilea, wilayah kekuasaan raja Herodes.

Tetapi orang ini hampir pasti adalah orang Romawi atau non-Israel, sebagaimana umumnya pegawai Romawi (Herodes adalah antek-antek Romawi yang memimpin wilayah Galilea).

Pegawai istana ini mempunyai seorang anak yang sedang sakit dan hampir mati. Jadi ia meminta kepada Yesus untuk datang menyembuhkan anaknya tersebut. Saat itu Yesus masih berada di Kana, tempat di mana mujizat pertamaNya (mengubah air menjadi anggur), terjadi. Jadi pegawai istana itu datang dari Kapernaum ke Kana.

Ketika mendengar permintaan pegawai istana ini, Yesus mengatakan bahwa anaknya sudah sembuh. Dan menarik, pegawai istana tersebut langsung percaya dengan perkataan Yesus, ia langsung pulang ke Kapernaum. Ia bertanya kepada hamba-hambanya jam berapa anaknya sembuh. Mereka menjawab jam satu. Ternyata pada jam itulah Yesus berkata bahwa anaknya telah sembuh!

Mujizat ini membuat pegawai istana tersebut dan seisi rumahnya menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.(Baca: 7 Mujizat Yesus Dalam Injil Yohanes)

 

7. Pontius Pilatus (Yohanes 18:33-38a; 19:9-11)

Orang non-Israel yang pernah dilayani Yesus yang terakhir adalah adalah Pontius Pilatus. (Baca: 7 Fakta Tentang Pontius Pilatus)

Pada zaman Yesus, Pilatus adalah wali negeri atau wakil pemerintahan Romawi di Yudea (Lukas 3:1-2), yang mencakup wilayah Yudea dan Samaria.

Pada masa itu memang orang Yahudi berada di bawah kekuasaan orang Romawi.

Ketika orang-orang Yahudi menuduh Yesus sebagai penjahat dan membawaNya kepada Pilatus untuk dihukum, Pilatus mulai memeriksa Yesus. Ia bertanya kepadaNya apakah Ia raja orang Yahudi (raja politis). Yesus menjawab bahwa KerajaanNya bukan berasal dari dunia ini (Ia bukan raja politis, tetapi Raja dalam arti rohani).

Dan Yesus berkata bahwa Ia datang ke dunia untuk menjadi raja dan untuk memberitakan kebenaran. Lalu Pilatus bertanya kepada Yesus apa itu kebenaran. Tetapi Yesus tidak menjawabnya lagi.

Kemudian ketika orang-orang Yahudi bersikeras menuntut penyaliban Yesus, Pilatus pun meminta Yesus untuk berbicara dan memberi pembelaan, karena ia ingin membebaskan Yesus. Tetapi Yesus tidak mau berbicara. Hal ini membuat Pilatus sangat heran.

Pilatus pun berkata kepada Yesus bahwa ia berkuasa menyalibkan dan membebaskanNya. Namun Yesus menjawabnya bahwa kuasa itu asalnya dari Tuhan, jika Tuhan tidak memberinya kuasa maka Pilatus tidak akan punya kuasa apa pun.

Pembicaraan Yesus dengan Pilatus pun berhenti sampai di situ dan dengan berat hati Pilatus akhirnya menyalibkan Yesus atas desakan orang-orang Yahudi, kendati Pilatus berkeyakinan bahwa Yesus bukanlah seorang penjahat atau pemberontak seperti yang dituduhkan oleh orang-orang Yahudi.

Namun pembicaraan singkat Yesus dengan Pilatus paling tidak memberikan sedikit “pengajaran rohani” kepada Pilatus, raja yang kejam dan duniawi itu.

 

Itulah 7 orang non-Israel yang pernah dilayani Yesus.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!