7 Orang Yang Pernah Dibangkitkan Di Alkitab

lazarus

Artikel ini berisi tentang orang-orang yang pernah dibangkitkan di Alkitab.

Kematian merupakan hal yang wajar bagi manusia. Menurut Alkitab, hal ini akibat kejatuhan manusia pertama (Adam dan Hawa) ke dalam dosa. Tetapi mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus akan dibangkitkan pada akhir zaman dan masuk ke dalam kehidupan kekal di sorga (baca juga: 7 Martir Terkenal Di Alkitab).

Namun di Alkitab dicatat beberapa orang yang pernah dibangkitkan dari kematian, sekalipun mereka ini akhirnya mati juga (karena itulah Tuhan Yesus tidak termasuk dalam daftar ini). Hal ini merupakan peristiwa langka di Alkitab, yang menunjukkan kasih Tuhan kepada manusia dan kuasaNya atas maut/kematian.

Ada 7 orang yang pernah dibangkitkan di Alkitab, dua di antaranya ada di Perjanjian Lama dan lima di Perjanjian Baru. Di Perjanjian Lama, kedua orang yang dibangkitkan itu tidak disebutkan namanya atau nama orang tua mereka. Mereka masing-masing dibangkitkan oleh nabi Elia dan nabi Elisa.

Di Perjanjian Baru, dua di antara lima orang yang dibangkitkan itu tidak disebutkan namanya. Tiga di antaranya dibangkitkan oleh Tuhan Yesus, sedangkan dua orang lagi masing-masing dibangkitkan oleh rasul Petrus dan rasul Paulus.

Sebenarnya, di dalam Injil Matius disebutkan bahwa ketika Kristus mati di kayu salib, maka gempa bumi terjadi dan banyak orang kudus yang bangkit dari kematian. Dan ketika Kristus bangkit, orang-orang kudus tersebut menampakkan diri di kota Yerusalem (Matius 27:51-53).

Tetapi kebangkitan ini adalah kebangkitan massal yang peristiwanya sangat khas di Alkitab, yang menandai kematian dan kebangkitan Kristus, bukan kebangkitan yang sengaja dilakukan sebagaimana peristiwa kebangkitan lainnya. Karena itulah hal ini tidak dimasukkan ke dalam daftar orang-orang yang pernah dibangkitkan di Alkitab.

Berikut ketujuh orang yang pernah dibangkitkan di Alkitab.

 

1. Anak Janda Sarfat (1 Raja-Raja 17:8-24)

Sejauh yang dapat kita ketahui, kebangkitan yang pertama kali disebut di Alkitab adalah kebangkitan anak seorang janda di kota Sarfat oleh nabi Elia. Janda tersebut dan anaknya tidak disebutkan namanya.

Sarfat adalah salah satu kota di wilayah Sidon, jadi tidak termasuk lagi wilayah Israel dan janda tersebut beserta anaknya bukanlah orang Israel yang percaya kepada Tuhan. Tuhan menyuruh nabi Elia ke sana untuk memelihara nabiNya itu, karena kelaparan parah sedang melanda Israel, di mana hujan tidak turun selama tiga setengah tahun di negeri itu.

Awalnya Elia diperintahkan oleh Tuhan bersembunyi di tepi sungai Kerit serta minum dari sungai itu. Dan setiap pagi dan sore burung gagak diperintahkanNya untuk membawa roti dan daging kepada Elia. Kemudian, ketika sungai itu kering, Tuhan menyuruh Elia pergi ke Sarfat untuk memelihara hidupnya, melalui seorang janda di kota itu.

Namun janda tersebut bukanlah seorang kaya, malahan ia sedang kritis, sebab ia beserta seorang anaknya laki-laki hanya mempunyai sedikit tepung dan minyak sebagai bahan untuk membuat roti. Namun Elia meminta agar ia dibuatkan dahulu roti. Dan ajaib, ketika wanita itu taat, maka ia punya stok roti yang tak habis-habis selama musim kelaparan.

Kemudian anak perempuan itu sakit dan akhirnya meninggal. Lalu Elia mendoakan anak tersebut dengan cara yang agak “aneh”. Ia menelungkupkan badannya di atas badan anak itu dan mendoakannya. Dan mujizat pun terjadi. Anak tersebut bangkit kembali! Kebangkitan anak itu merupakan bukti kasih dan kuasa Allah bagi janda itu melalui nabiNya.

 

2. Anak Perempuan Sunem (2 Raja-Raja 4:8-37)

Orang kedua di Alkitab yang dibangkitkan dari kematian adalah anak seorang perempuan di Sunem, yang masih termasuk wilayah Israel. Kali ini yang membangkitkannya adalah nabi Elisa, yang menggantikan nabi Elia.

Sama halnya dengan janda di Sarfat, nama perempuan Sunem dan anaknya juga tidak disebutkan, pun nama suaminya. Tetapi keluarga perempuan Sunem ini adalah orang kaya, juga orang yang murah hati. Ketika Elisa singgah di Sunem dalam perjalanannya, perempuan dan suaminya itu sering kali mengundangnya makan ke rumah mereka.

Mereka bahkan menyediakan sebuah kamar khusus untuk Elisa, sehingga ketika abdi Allah itu pergi ke Sunem, dia boleh menginap di kamar tersebut.

Dan pada waktu itu pasangan suami-istri tersebut belum mempunyai anak. Jadi Elisa berdoa dan bernubuat bahwa tahun depannya perempuan tersebut akan hamil dan punya anak. Dan hal itu benar-benar terjadi, tahun depannya mereka punya anak.

Selang beberapa tahun, anak ibu tersebut sakit lalu meninggal. Hal ini diberitahukan kepada nabi Elisa. Elisa pun mendoakan anak tersebut. Menarik, cara nabi Elisa membangkitkan anak perempuan Sunem, mirip dengan cara nabi Elia (guru Elisa) dalam membangkitkan anak janda Sarfat, yakni dengan cara menindih anak tersebut dan mendoakannya. Dan anak ibu itu pun bangkit kembali!

 

3. Anak Yairus (Markus 5:21-43)

Yairus adalah seorang kepala rumah ibadat Yahudi. Suatu saat ia melaporkan kepada Tuhan Yesus bahwa anaknya perempuan sedang sakit keras, dan ia memohon kepadaNya agar Ia datang menyembuhkan anaknya itu. Ketika mendengar permohonan Yairus, maka Tuhan Yesus segera menuju rumah Yairus. Dan orang banyak berbondong-bondong mengikutiNya.

Hal ini “menghalangi” langkahNya untuk segera ke rumah Yairus. Satu peristiwa yang terjadi ketika Yesus sedang menuju rumah Yairus adalah ketika seorang perempuan yang sudah 12 tahun sakit pendarahan menyentuh jubahNya, sebab pikirnya, “Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh.” Dan benar, jadilah sesuai imannya. Pada saat itu juga penyakit perempuan itu sembuh.

Ia bertanya kepada orang banyak siapa yang menjamah jubahNya. Murid-muridNya menjawab bahwa banyak orang yang mengikutiNya, maka tentu banyak yang (tanpa sengaja) menjamah jubahNya. Tetapi Tuhan Yesus tahu ada orang yang sengaja menyentuh jubahNya untuk disembuhkan. Ketika itu perempuan itu tampil ke depan untuk mengakui perbuatannya. Dan Yesus meneguhkan kesembuhan perempuan itu.

Sementara hal ini terjadi seorang anggota keluarga Yairus datang memberitahukan kepadaNya bahwa anaknya telah meninggal. Seolah-olah Tuhan Yesus sudah terlambat! Tetapi Dia mengatakan kepada Yairus agar ia tidak takut dan percaya saja! Dan Yairus mencoba percaya.

Ketika Tuhan Yesus sampai di rumah Yairus, Ia mendapati sudah banyak orang yang menangis dan meratap atas kematian anak perempuan Yairus yang berusia 12 tahun itu. Tuhan Yesus mengusir mereka semua dan berkata bahwa anak itu hanya tidur, yang disambut dengan tawa orang banyak.

Tetapi Tuhan Yesus bertindak. Ia memegang tangan anak tersebut seraya berkata dalam bahasa Aram (bahasa sehari-hari Tuhan Yesus), “Talita kum!” yang artinya, “Hai Anak, bangunlah!” Anak itu pun bangkit dan hidup kembali!

 

4. Anak Janda Di Nain (Lukas 7:11-17)

Suatu ketika Tuhan Yesus dan murid-muridNya memasuki suatu kota yang bernama Nain. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Ketika Dia berada dekat pintu gerbang kota itu, Ia melihat orang-orang membawa tandu jenazah untuk dimakamkan di luar kota.

Dalam tandu tersebut ialah seorang pemuda, anak tunggal ibunya yang sudah janda. Tidak disebutkan nama janda itu dan juga anaknya. Janda itu menangisi kematian anak tunggalnya. Dan janda tersebut disertai oleh banyak orang dari kota Nain. Melihat hal itu, Tuhan Yesus sangat tersentuh hatiNya, Ia berbelas kasihan kepada janda itu. Ia berkata kepadanya, “Jangan menangis!”

Maka Ia menghampiri usungan jenazah itu dan menyentuhnya, sementara para pengusungnya berhenti. Lalu Ia berkata kepada jenazah anak itu, “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Maka anak itu pun bangkit dan hidup kembali! Ia mulai duduk dan berkata-kata. Tuhan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.

Hal ini membuat orang-orang di situ sangat heran, dan mereka memuliakan Allah. Setelah kebangkitan anak tunggal janda ini, nama Tuhan Yesus pun makin tersiar di seluruh Yudea dan di seluruh wilayah sekitarnya.

 

5. Lazarus (Yohanes 11:1-45)

Kisah kematian dan kebangkitan Lazarus diceritakan secara panjang lebar dalam Injil Yohanes. Lazarus adalah saudara dari kakak-beradik Maria dan Marta. Dan Lazarus disebut sebagai orang yang dikasihi Tuhan Yesus. Tuhan Yesus pernah beberapa kali datang ke rumah mereka.

Ketika Lazarus meninggal, Maria dan Marta memberitahukannya kepada Tuhan Yesus. Tetapi dengan sengaja Tuhan Yesus tidak segera pergi ke kampung mereka di Betania. Hal ini bukan karena Ia tidak peduli dengan mereka, tetapi karena Ia ingin agar mereka melihat kuasa Allah dinyatakan pada Lazarus.

Dan empat hari setelah kematian Lazarus, akhirnya Yesus datang menjenguk Marta dan Maria, sedang orang banyak berkumpul untuk memberi penghiburan kepada mereka sehubungan dengan kematian Lazarus.

Kemudian Yesus menanyakan di mana kubur Lazarus, Ia pergi ke kubur tersebut. Maria beserta orang banyak yang menyertainya menangis, bahkan Yesus pun ikut menangis!

Ia pun menyuruh orang untuk mengangkat batu penutup kubur Lazarus. Marta memprotes Yesus, katanya sudah empat hari Lazarus meninggal, ia sudah berbau. Tetapi Yesus meyakinkan Marta bahwa jika ia percaya, ia akan melihat kemuliaan Allah (mujizat kebangkitan). Maka batu itu pun diangkat.

Lalu Yesus berdoa kepada BapaNya. Sesudah itu Ia berteriak dengan suara yang keras, “Lazarus, marilah keluar!” Lazarus pun bangkit dan keluar dari kubur, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh (sebagaimana biasanya orang mati di Israel pada zaman itu). Maka Yesus memerintahkan agar kain-kain itu dilepaskan dan Lazarus dibiarkan pergi.

Banyak orang yang melihat hal tersebut menjadi percaya, tetapi imam-imam kepala Yahudi dan orang-orang farisi malah menjadi semakin benci kepada Yesus. Bahkan mereka juga berusaha untuk membunuh Lazarus. Sebab oleh kebangkitannya banyak orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.

 

6. Tabita/Dorkas (Kisah Para Rasul 9:36-43)

Tabita adalah salah satu orang Kristen di kota Yope. Tabita adalah nama Ibrani, sedangkan Dorkas adalah nama Yunaninya. Ia seorang yang rajin bersedekah dan berbuat baik kepada orang banyak. Ia juga suka membuat pakaian. Dan karena suatu penyakit, ia pun meninggal. Tampaknya ia masih gadis pada waktu itu.

Maka orang-orang Kristen di Yope memanggil Rasul Petrus, mungkin mereka percaya bahwa Petrus sanggup untuk membangkitkan Tabita. Saat itu Rasul Petrus sedang berada di kota Lida, di wilayah Yudea, yang cukup dekat dengan Yope.

Ketika rasul Petrus datang ke rumah Tabita, ia menyuruh semua orang keluar. Ia pun berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat Tabita dan berteriak, “Tabita, bangkitlah!” Dan pada saat itu Tabita pun bangkit dari kematian! Ia membuka matanya lalu duduk. Petrus membantunya berdiri dan menunjukkannya kepada orang-orang percaya di Yope.

Peristiwa kebangkitan Tabita ini tersiar ke seluruh Yope, akibatnya banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.

 

7. Eutikhus (Kisah Para Rasul 20:7-12)

Orang terakhir yang dibangkitkan di Alkitab adalah Eutikhus. Ini dilakukan oleh rasul Paulus. Kejadiannya adalah di Troas. Saat itu rasul Paulus sedang mengadakan perjalanan penginjilan ke berbagai daerah, dan ia melewati wilayah Troas, di mana banyak orang percaya tinggal. Karena itu Paulus menyempatkan diri untuk menemui mereka.

Pada hari pertama dalam minggu itu, Paulus berkumpul dengan orang-orang percaya di Troas hingga larut malam, karena besoknya ia harus pergi. Mereka memecah-mecahkan roti (perjamuan kudus atau mungkin perjamuan kasih) dan Paulus berbicara kepada mereka dengan sangat lama.

Saat itu, Eutikhus, seorang jemaat muda, ikut mendengarkan Paulus. Ia duduk di jendela di lantai tiga tempat mereka berkumpul. Karena Paulus lama berbicara, maka Eutikhus pun mengantuk dan terjatuh dari jendela! Ia kemudian meninggal. Melihat hal itu Paulus turun ke bawah, ia mendekap anak muda itu dan menghidupkannya kembali. Eutikhus bangkit kembali!

Inilah satu-satunya mujizat kebangkitan orang mati yang terjadi dalam pelayanan rasul Paulus.

 

Itulah 7 orang di Alkitab yang pernah dibangkitkan dari kematian.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!