Loading...
Loading...

7 Orang Yang Pernah Dibangkitkan Di Alkitab

 

3. Anak Yairus (Markus 5:21-43)

Yairus adalah seorang kepala rumah ibadat Yahudi. Suatu saat ia melaporkan kepada Tuhan Yesus bahwa anaknya perempuan sedang sakit keras, dan ia memohon kepadaNya agar Ia datang menyembuhkan anaknya itu. Ketika mendengar permohonan Yairus, maka Tuhan Yesus segera menuju rumah Yairus. Dan orang banyak berbondong-bondong mengikutiNya.

Hal ini “menghalangi” langkahNya untuk segera ke rumah Yairus. Satu peristiwa yang terjadi ketika Yesus sedang menuju rumah Yairus adalah ketika seorang perempuan yang sudah 12 tahun sakit pendarahan menyentuh jubahNya, sebab pikirnya, “Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh.” Dan benar, jadilah sesuai imannya. Pada saat itu juga penyakit perempuan itu sembuh.

Ia bertanya kepada orang banyak siapa yang menjamah jubahNya. Murid-muridNya menjawab bahwa banyak orang yang mengikutiNya, maka tentu banyak yang (tanpa sengaja) menjamah jubahNya. Tetapi Tuhan Yesus tahu ada orang yang sengaja menyentuh jubahNya untuk disembuhkan. Ketika itu perempuan itu tampil ke depan untuk mengakui perbuatannya. Dan Yesus meneguhkan kesembuhan perempuan itu.

Sementara hal ini terjadi seorang anggota keluarga Yairus datang memberitahukan kepadaNya bahwa anaknya telah meninggal. Seolah-olah Tuhan Yesus sudah terlambat! Tetapi Dia mengatakan kepada Yairus agar ia tidak takut dan percaya saja! Dan Yairus mencoba percaya.

Ketika Tuhan Yesus sampai di rumah Yairus, Ia mendapati sudah banyak orang yang menangis dan meratap atas kematian anak perempuan Yairus yang berusia 12 tahun itu. Tuhan Yesus mengusir mereka semua dan berkata bahwa anak itu hanya tidur, yang disambut dengan tawa orang banyak.

Tetapi Tuhan Yesus bertindak. Ia memegang tangan anak tersebut seraya berkata dalam bahasa Aram (bahasa sehari-hari Tuhan Yesus), “Talita kum!” yang artinya, “Hai Anak, bangunlah!” Anak itu pun bangkit dan hidup kembali!

 

4. Anak Janda Di Nain (Lukas 7:11-17)

Suatu ketika Tuhan Yesus dan murid-muridNya memasuki suatu kota yang bernama Nain. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Ketika Dia berada dekat pintu gerbang kota itu, Ia melihat orang-orang membawa tandu jenazah untuk dimakamkan di luar kota.

Dalam tandu tersebut ialah seorang pemuda, anak tunggal ibunya yang sudah janda. Tidak disebutkan nama janda itu dan juga anaknya. Janda itu menangisi kematian anak tunggalnya. Dan janda tersebut disertai oleh banyak orang dari kota Nain. Melihat hal itu, Tuhan Yesus sangat tersentuh hatiNya, Ia berbelas kasihan kepada janda itu. Ia berkata kepadanya, “Jangan menangis!”

Maka Ia menghampiri usungan jenazah itu dan menyentuhnya, sementara para pengusungnya berhenti. Lalu Ia berkata kepada jenazah anak itu, “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Maka anak itu pun bangkit dan hidup kembali! Ia mulai duduk dan berkata-kata. Tuhan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.

Hal ini membuat orang-orang di situ sangat heran, dan mereka memuliakan Allah. Setelah kebangkitan anak tunggal janda ini, nama Tuhan Yesus pun makin tersiar di seluruh Yudea dan di seluruh wilayah sekitarnya.

 

5. Lazarus (Yohanes 11:1-45)

Kisah kematian dan kebangkitan Lazarus diceritakan secara panjang lebar dalam Injil Yohanes. Lazarus adalah saudara dari kakak-beradik Maria dan Marta. Dan Lazarus disebut sebagai orang yang dikasihi Tuhan Yesus. Tuhan Yesus pernah beberapa kali datang ke rumah mereka.

Ketika Lazarus meninggal, Maria dan Marta memberitahukannya kepada Tuhan Yesus. Tetapi dengan sengaja Tuhan Yesus tidak segera pergi ke kampung mereka di Betania. Hal ini bukan karena Ia tidak peduli dengan mereka, tetapi karena Ia ingin agar mereka melihat kuasa Allah dinyatakan pada Lazarus.

Dan empat hari setelah kematian Lazarus, akhirnya Yesus datang menjenguk Marta dan Maria, sedang orang banyak berkumpul untuk memberi penghiburan kepada mereka sehubungan dengan kematian Lazarus.

Kemudian Yesus menanyakan di mana kubur Lazarus, Ia pergi ke kubur tersebut. Maria beserta orang banyak yang menyertainya menangis, bahkan Yesus pun ikut menangis!

Loading...
2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!