7 Parpol Paling Direkomendasikan Untuk Dipilih Umat Kristiani

Artikel ini berisi tentang 7 parpol paling direkomendasikan untuk dipilih umat kristiani pada pemilu 2019, yang tinggal beberapa hari lagi.

Tanpa terasa beberapa hari lagi akan diadakan lagi pemilihan umum untuk memilih para anggota legislatif atau DPR, baik di pusat maupun di daerah-daerah, yang pelaksanaannya berbarengan dengan pemilihan presiden dan wakil presiden, yang diselenggarakan pada hari Rabu, tanggal 17 April 2019.

Untuk pertama kalinya di Indonesia, pemilihan anggota legislatif (DPR RI/DPRD/DPD RI) dan pemilihan presiden/wakil presiden memang akan diselenggarakan secara serentak.

Baca Juga: 24 Artis Kristen Yang Maju Sebagai Caleg Di Pemilu 2019

Partai-partai politik (parpol) yang bertarung di pemilihan umum (pemilu) 2019 nanti telah mempersiapkan para calon legislatif (caleg) terbaik mereka yang secara resmi telah diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Para caleg dari berbagai latar belakang tersebut, yang jumlahnya ribuan orang, akan memperebutkan 560 kursi di DPR RI (pusat) dan ribuan kursi lainnya di semua provinsi dan kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Baca Juga: 144 Caleg Kristen Dari PDIP Di Pemilu 2019

Perebutan kursi di DPR RI lebih menarik perhatian, sebab merupakan anggota dewan pusat yang pengaruhnya lebih luas, menjangkau seluruh Indonesia.

Selain itu, karena jumlah kursinya lebih sedikit dibanding akumulasi seluruh kursi di semua daerah di Indonesia, maka pertarungan untuk memperebutkannya menjadi lebih sengit.

Baca Juga: 157 Caleg Kristen Dari PSI Di Pemilu 2019

Itulah sebabnya partai-partai menempatkan para calegnya yang terbaik dan terpopuler di berbagai wilayah pemilihan di Indonesia, sehingga para caleg tersebut bisa mendulang banyak suara yang akan dikonversi menjadi kursi-kursi di parlemen.

Provinsi-provinsi Indonesia dibagi menjadi beberapa daerah pemilihan (dapil) DPR RI, tergantung pada besarnya populasi dari setiap provinsi.

Baca Juga: 137 Caleg Kristen Dari Perindo Di Pemilu 2019

Provinsi-provinsi dengan populasi kecil, misalnya Jambi, Bengkulu, Yogyakarta, hanya terdiri dari satu dapil. Sedangkan provinsi-provinsi dengan populasi besar terdiri dari banyak dapil. Sebagai contoh, Jawa Barat dan Jawa Timur masing-masing mempunyai 11 dapil.

Nah, artikel kali ini akan membahas tentang 7 parpol paling direkomendasikan untuk dipilih umat kristiani pada pemilu 2019, yang tinggal beberapa hari lagi.

Baca Juga: 65 Caleg Kristen Dari Golkar Di Pemilu 2019

Ada 16 parpol (partai politik) nasional ditambah 4 partai lokal Aceh yang ikut berkontestasi pada pemilihan umum (pemilu) 2019 ini.

Dari 16 parpol tersebut, ada 7 parpol yang dianggap paling sesuai dengan aspirasi umat kristiani, sehingga boleh dikatakan menjadi parpol-parpol paling direkomendasikan untuk dipilih umat kristiani pada pemilu 2019 ini.

Baca Juga: 46 Caleg Kristen Dari Nasdem Di Pemilu 2019

Ketujuh parpol paling direkomendasikan untuk dipilih umat kristiani ini adalah parpol-parpol yang berkomitmen untuk memperjuangkan tegaknya 4 pilar kebangsaan, yakni: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Kebhinekaan (keberagaman), di samping memperjuangkan kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Sehingga partai-partai ini tidak akan mentolerir ormas-ormas yang berniat mengganti ideologi Pancasila dan ingin membangun Indonesia berdasarkan agama tertentu, dan yang ingin memecah NKRI berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

Baca Juga: 138 Calon Senator Indonesia Beragama Kristen Di Pemilu 2019

Lalu partai politik apa sajakah yang termasuk ke dalam 7 parpol paling direkomendasikan untuk dipilih umat kristiani pada pemilu 2019?

Berikut daftarnya dan sedikit tentang profil parpol-parpol tersebut.

 

1. Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P)

Partai Demokrasi Indonesia – Perjuangan (PDI-P) adalah partai politik terbesar di Indonesia saat ini dan partai pemenang pemilu tahun 2014 silam.

PDI-P juga merupakan partai pendukung utama Presiden Joko Widodo.

PDI-P saat ini dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri, mantan presiden RI sekaligus putri presiden pertama RI, Ir. Soekarno (Bung Karno).

PDI-P lahir melalui peristiwa 27 Juli 1996, setelah melalui pergolakan di tubuh partai yang berujung kerusuhan, atas intervensi pemerintah Orde Baru pada masa itu.

Waktu itu di tubuh partai, yang saat itu masih bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDI), terjadi dualisme kepemimpinan, satu kubu didukung pemerintah, dan satu lagi didukung oleh kebanyakan kader partai, yakni Megawati.

Kubu Megawati ini kemudian berkembang menjadi PDI-P, dan menjadi pemenang Pemilu 1999, pemilu pertama di era reformasi, pasca tumbangnya pemerintahan Orde Baru.

Megawati kemudian terpilih sebagai wakil presiden, lalu naik menjadi presiden, setelah presiden Gusdur dilengserkan oleh MPR RI.

PDI-P dikenal sebagai partai yang paling getol dalam menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Kebhinekaan/keberagaman Indonesia, yang dikenal sebagai “4 pilar kebangsaan”.

Selain itu, partai ini juga memposisikan dirinya sebagai partai “wong cilik”.

Partai ini mempunyai sejumlah tokoh nasional yang berpengaruh, salah satunya adalah Presiden RI, Joko Widodo.

Salah satu tokoh Kristen/Katolik paling berpengaruh di partai ini adalah Hasto Kristiyanto, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen), satu dari 19 Tokoh Kristen Paling Berpengaruh Di Indonesia

 

2. Golongan Karya (Golkar)

Partai Golongan Karya (Golkar) merupakan salah satu partai terbesar di Indonesia saat ini.

Partai Golkar adalah bentukan mantan presiden RI, Soeharto, dan sejak pembentukannya partai ini selalu menjadi pemenang Pemilu hingga tumbangnya pemerintahan Orde Baru.

Bahkan di era reformasi pun, Golkar masih pernah menjadi pemenang Pemilu, yakni pada tahun 2004, mengalahkan PDI-P.

Hingga saat ini Golkar, bersama PDI-P, masih merupakan parpol paling berpengaruh di Indonesia.

Dan seperti halnya PDI-P, Golkar mempunya banyak tokoh nasional yang berpengaruh, antara lain: wakil presiden Jusuf Kalla.

Secara umum, Golkar mempunyai persamaan dengan PDIP, sama-sama berjuang untuk tegaknya 4 pilar kebangsaan (lihat poin 1 di atas), selain tentu berjuang untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Golkar kini dipimpin oleh Airlangga Hartarto, yang juga merupaka Menteri Perindustrian RI.

Salah satu tokoh Kristen/Katolik paling berpengaruh di partai ini adalah Theo L. Sambuaga, yang beberapa kali pernah menjabat sebagai pengurus pusat partai serta menteri dan anggota DPR RI, juga satu dari 25 Politisi Indonesia Terpopuler Beragama Kristen

 

3. Nasional Demokrat (Nasdem)

Partai Nasional Demokrat (Nasdem) merupakan partai yang relatif masih baru di kancah perpolitikan nasional.

Nasdem baru ikut berkontestasi untuk pertama kalinya pada saat Pemilu 2014, dengan berhasil meraih sejumlah kursi di DPR RI (pusat) dan DPRD (provinsi dan kabupaten/kota).

Partai Nasdem boleh dikatakan merupakan pecahan dari partai Golkar, sebab didirikan oleh Surya Paloh, tokoh pers nasional (pemilik Metro TV dan surat kabar Media Indonesia), seorang bekas tokoh Golkar.

Karena itu, seperti Golkar, Nasdem juga berjuang untuk tegaknya 4 pilar kebangsaan (lihat poin 1 di atas), selain berjuang untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Partai Nasdem saat ini masih dipimpin oleh Surya Paloh, pendiri partai tersebut.

Bersama PDI-P, Nasdem adalah partai politik pertama yang mendukung pencalonan Joko Widodo sebagai calon presiden RI pada tahun 2014 silam, dan hingga kini masih tetap setia dalam kubu pemerintahan presiden Jokowi.

Salah satu tokoh Kristen/Katolik paling berpengaruh di partai ini adalah Johnny G. Plate, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen).

 

4. Hati Nurani Rakyat (Hanura)

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) merupakan partai yang didirikan oleh Jenderal (purn) Wiranto, mantan Panglima TNI, yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI.

Hanura mulai ikut berkontestasi pada saat Pemilu 2009, dengan berhasil meraih sejumlah kursi di DPR RI (pusat) dan DPRD (provinsi dan kabupaten/kota).

Seperti halnya Partai Nasdem, Hanura juga boleh dikatakan merupakan pecahan dari partai Golkar, sebab didirikan oleh Wiranto, seorang bekas tokoh Golkar, yang juga pernah menjadi calon presiden resmi Golkar pada pilpres 2014.

Karena itu, seperti Golkar, Hanura juga berjuang untuk tegaknya 4 pilar kebangsaan (lihat poin 1 di atas), selain berjuang untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Partai Hanura saat ini dipimpin oleh Oesman Sapta Odang (OSO), seorang pengusaha nasional, yang juga ketua DPD RI.

Bersama PDI-P dan Nasdem, Hanura adalah partai politik pendukung presiden Joko Widodo sejak pilpres tahun 2014 silam, dan hingga kini masih tetap setia dalam kubu pemerintahan presiden Jokowi.

Salah satu tokoh Kristen/Katolik yang cukup berpengaruh di partai ini adalah Nurdin Tampubolon, yang pernah menjabat sebagai wakil ketua umum partai dan ketua fraksi di DPR RI), dan satu dari 82 Anggota DPR RI Beragama Kristen 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!