Loading...
Loading...

7 Penampakan Yesus Di Perjanjian Lama

Artikel ini berisi tentang Penampakan Yesus di Perjanjian Lama.

Alkitab berkata bahwa Yesus adalah Tuhan.

Ia datang ke dunia sebagai manusia pada zaman Perjanjian Baru.

Tetapi karena Yesus adalah Tuhan, maka Ia sudah ada sejak kekekalan.

Sehingga Ia pasti sudah ada pada zaman Perjanjian Lama.

Tentu saja nama Yesus tidak ada disebut di Perjanjian Lama. Tetapi pasti Ia hadir dan berkarya di Perjanjian Lama.

Baca juga: 10 Bukti Alkitab Bahwa Yesus Adalah Tuhan

Yesus bukan hanya disebut dalam nubuat di Perjanjian Lama, tetapi Ia juga “hadir” dalam beberapa peristiwa penting, baik secara langsung, dalam penglihatan, maupun secara tidak langsung, secara kiasan.

Namun hal ini baru dapat kita mengerti dengan baik setelah membaca Perjanjian Baru.

Kehadiran Yesus di Perjanjian Lama adalah saat Ia belum berinkarnasi, mengambil rupa manusia.

Baca juga: 10 Cara Yesus Menyatakan Dia Adalah Tuhan

Tetapi ketika Ia hadir di Perjanjian Lama, kadang Ia dalam wujud seperti manusia atau malaikat.

Inilah yang disebut sebagai Kristofani.

Memang di Perjanjian Lama Allah berulang kali menampakkan diri dalam wujud seperti manusia atau malaikat, yang disebut Teofani.

Baca juga: 7 Nubuat Perjanjian Lama Yang Digenapi Saat Kelahiran Yesus

Dan banyak bapa gereja dan para penafsir Alkitab menganggap bahwa itu adalah Yesus Kristus pra-inkarnasi.

Dengan kata lain, mereka menganggap Teofani itu sebagai Kristofani.

Tetapi karena hal itu tidak bisa dipastikan sebagai penampakan Yesus, maka tidak dimasukkan dalam artikel ini.

Lalu apa saja ketujuh Penampakan Yesus di Perjanjian Lama tersebut?

Berikut penjelasannya.

 

1. Dalam Penciptaan Alam Semesta

Penampakan Yesus di Perjanjian Lama, yang pertama adalah dalam penciptaan alam semesta.

Injil Yohanes mencatat,

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” (Yohanes 1:1-3).

Dalam ayat di atas, Yesus disebut sebagai Firman atau “Logos” dalam Bahasa Yunani.

(Dalam pandangan orang Yahudi, Firman Allah sering dipahami sebagai “pribadi”, yang seolah-olah terpisah dari Allah sendiri).

Firman disebut sudah ada pada mulanya bersama-sama dengan Allah Bapa, yang berarti Yesus sudah ada sejak kekekalan.

Yesus sebagai Logos juga disebut sebagai Allah, yang dibedakan dengan Allah Bapa, namun setara denganNya.

Selain itu, Yesus juga disebut sebagai pencipta segala sesuatu.

Hal ini berarti bahwa Yesus sebagai Firman Allah terlibat dalam proses penciptaan alam semesta dan segala isinya, bersama-sama dengan Allah Bapa.

Bahwa Tuhan Yesus terlibat dalam penciptaan segala sesuatu didukung oleh ayat-ayat lainnya di Perjanjian Baru (1 Korintus 8:6; Kolose 1:16-17; Ibrani 1:2-3).

Jadi dari ayat-ayat Perjanjian Baru ini kita mengetahui bahwa Yesus juga hadir bahkan terlibat langsung dalam penciptaan alam semesta.

Keterlibatan Tuhan Yesus dalam mencipta juga tersirat dalam Kejadian 1:1-3, yakni ayat-ayat pertama dari Alkitab, di mana di situ dijelaskan bahwa Allah mencipta dengan Firman (Logos).

 

2. Dalam Kisah Abraham

Penampakan Yesus di Perjanjian Lama, yang kedua adalah dalam kisah Abraham.

Tetapi ini bukanlah penampakan dalam arti umum, tapi secara kiasan.

“Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.” (Yohanes 8:56)

Tuhan Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang menentangnya bahwa Abraham akan melihat hariNya dan bersukacita karenanya, bahkan ia telah melihatnya dan ia telah bersukacita.

Padahal Yesus lahir ke dunia 2000 tahun setelah Abraham.

Hal ini berarti bahwa Tuhan Yesus telah ada sebelum Abraham ada (Yohanes 8:57-58).

Maksud Tuhan Yesus adalah bahwa di dalam iman, Abraham telah melihat benih Mesias dan bergembira di dalamnya, yang merupakan keturunannya sendiri, yang olehnya seluruh bumi diberkati. (Kejadian 12:1-3).

Allah memang telah mengatakan bahwa Abraham akan memberkati seluruh bumi, yang digenapi lewat keturunannya, Yesus Kristus (Galatia).

 

3. Dalam Kisah Musa

Penampakan Yesus di Perjanjian Lama, yang ketiga adalah dalam kisah Musa.

Ini juga bukanlah penampakan dalam arti umum, tapi secara kiasan.

“Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. (Ibrani 11:26)

Musa adalah orang Israel yang lahir di Mesir dan dibesarkan di istana Firaun.

Tetapi setelah berusia 40 tahun, ia keluar istana Firaun untuk menemui teman sebangsanya yang sedang menjalankan kerja paksa di Mesir.

Saat itu keadaan orang Israel di Mesir sedang ditindas oleh raja Firaun.

Tampaklah di sini bahwa sekalipun Musa diangkat sebagai anak oleh putri Firaun dan dibesarkan di dalam istana, namun Musa sadar bahwa dia bukanlah orang Mesir, tetapi orang Israel yang sedang ditindas bangsa Mesir!

Jadi Musa punya rasa nasionalisme yang tinggi sehingga ia mencoba memperjuangkan keadilan bagi teman sebangsanya yang sedang diperbudak di negeri orang. (Baca: 10 Tokoh Alkitab  Yang Memperjuangkan Keadilan Dan HAM)

Musa lebih memilih bergabung dengan umat Allah yang menderita, ketimbang hidup mewah di istana Firaun.

Penulis Surat Ibrani menyebut bergabungnya Musa dengan umat Israel yang menderita di Mesir ini sebagai “penghinaan karena Kristus.”

Tentu Kristus atau Yesus belum lahir ke dunia saat itu. Tetapi penderitaan Musa dapat disebut sebagai penghinaan karena Kristus.

Sebab Musa berpengharapan di dalam Mesias, Yesus Kristus.

 

4. Dalam Kisah Bangsa Israel Di Padang Gurun

Penampakan Yesus di Perjanjian Lama, yang keempat adalah dalam kisah bangsa Israel di Padang gurun.

“Dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.” (1 Korintus 10:4)

Rasul Paulus berkata bahwa bangsa Israel dalam pengembaraan di padang gurun minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, yakni Tuhan Yesus.

Di sini dengan jelas disebut batu karang rohani, jadi ini adalah dalam pengertian rohani.

Orang Israel makan dan minum secara rohani dari Tuhan Yesus (baca ayat 3).

Maksudnya, mereka diberi kekuatan secara rohani oleh Tuhan Yesus.

Meski Tuhan Yesus belum hadir sebagai manusia pada masa itu, namun Dia hadir secara rohani menyertai umatNya di padang gurun, memberi mereka makan dan minum secara rohani.

Jadi Tuhan Yesus menyertai dan menguatkan umat Israel di padang gurun.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!