7 Pengamat Politik Indonesia Terpopuler Beragama Kristen


Pengamat politik adalah mereka yang memberikan perhatian besar bagi hal-hal yang berhubungan dengan dunia politik. Mereka biasanya adalah orang-orang yang belajar politik, lalu menjadi akademisi di sebuah universitas, ataupun menjadi peneliti di sebuah organisasi atau lembaga penelitian.

Karena kemampuan mereka dalam menganalisa masalah-masalah politik, maka mereka diberi predikat sebagai pengamat politik.

Para pengamat politik kerap dimintai pendapat sehubungan dengan masalah-masalah politik yang terjadi. Mereka diwawancarai, diundang berbicara dalam sebuah diskusi atau seminar, menjadi nara sumber di radio dan televisi, serta menulis di koran dan majalah.

Baca juga: 82 Anggota DPR RI Beragama Kristen

Pada masa kini, khususnya dalam konteks Indonesia, keberadaan para pengamat politik sangat dibutuhkan. Hal ini terjadi karena demokrasi yang tumbuh sehat sejak masa reformasi, serta keadaan politik Indonesia yang dinamis.

Dengan adanya pemilihan presiden/wakil presiden secara langsung, dan pemilihan kepala daerah secara langsung (pilkada), keberadaan pengamat politik menjadi semakin populer.

Apalagi dengan lahirnya banyak lembaga survei. Lembaga survei banyak menghasilkan para peneliti sekaligus para pengamat politik, yang kerap juga merangkap sebagai konsultan politik bagi para calon presiden dan calon kepala daerah (gubernur, bupati, walikota).

Baca juga: 4 Pimpinan KPK Beragama Kristen

Saat ini ada banyak pengamat politik Indonesia yang cukup populer. Sebagian di antaranya beragama Kristen/Katolik.

Artikel kali ini akan membahas 7 orang di antaranya.

Siapa sajakah saat ini 7 pengamat politik Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katolik? Berikut profilnya.

 

1. J. Kristiadi

Pengamat politik terpopuler Indonesia pertama beragama Kristen/Katolik adalah J. Kristiadi.

Joseph Kristiadi lahir di Yogyakarta, pada 24 Maret 1948.

Ia menempuh pendidikannya di Fisipol Universitas Gadjah Mada (S1), dan Jurusan Ilmu Politik Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (S3), Yogyakarta.

J. Kristiadi dikenal sebagai salah satu pengamat politik senior di Indonesia. Ia sudah terkenal sebagai pengamat politik jauh sebelum ada pilkada dan sebelum lembaga survei marak, yang menghasilkan banyak pengamat politik.

Kristiadi merupakan Peneliti di Center for Strategic and International Studies (CSIS), sejak 1976 hingga sekarang.

Sebelumnya ia pernah menjadi Dosen FISIP di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, satu dari 14 Universitas Kristen Terbaik Indonesia 2017 Versi Pemerintah.

 

2. Tjipta Lesmana

Pengamat politik terpopuler Indonesia berikutnya beragama Kristen/Katolik adalah Prof. Dr. Tjipta Lesmana.

Prof. Dr. Tjipta Lesmana lahir pada 25 Juni 1949.

Tjipta Lesmana merupakan lulusan Perguruan Tinggi Publisistik (IISIP) Jakarta dan sarjana muda jurusan hukum Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, satu dari 14 Universitas Kristen Terbaik Indonesia 2017 Versi Pemerintah.

Ia juga meraih gelar magister bidang studi komunikasi di University of Chicago, Amerika Serikat, dan doktor bidang komunikasi di Universitas Indonesia, Jakarta.

Prof. Tjipta merupakan guru besar bidang komunikasi dan juga sebagai Ketua Program Studi Magister Komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH), satu dari 20 Universitas Kristen Terbaik Di Indonesia

Prof. Tjipta Lesmana dikenal sebagai pengamat politik yang sangat vokal dan blak-blakan.

Di luar pekerjaan utamanya sebagai akademisi dan pengamat politik, Prof. Tjipta Lesmana juga terlibat dalam organisasi olahraga.

Ia pernah menjadi Ketua Komite Banding Pemilihan Ketua Umum PSSI pada tahun 2011, pada saat itu, ia mengeluarkan putusan yang menyatakan penolakan banding George Toisutta dan Arifin Panigoro, calon ketua dan wakil ketua umum PSSI yang ditolak oleh FIFA.

 

3. Emrus Sihombing

Pengamat politik terpopuler Indonesia lainnya beragama Kristen/Katolik adalah Dr. Emrus Sihombing.

Emrus Sihombing lahir di Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, D.I. Aceh.

Emrus Sihombing meraih gelar S1 dari Departemen Publisistik, Perguruan Tinggi Publisistik, Jakarta; Master in Communication Studies, Departemen Komunikasi, IPB; dan Doktor Komunikasi, Universitas Padjajaran, Bandung.

Saat ini Emrus Sihombing merupakan dosen Universitas Pelita Harapan (UPH), satu dari 20 Universitas Kristen Terbaik Di Indonesia.

Selain itu, ia juga merupakan direktur Emrus Center.

Emrus Sihombing dikenal sangat keras (bahkan tendensius) dalam mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi dan mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

Karena itu, ia mendapat banyak kritik dari masyarakat.

 

4. Rocky Gerung

Pengamat politik terpopuler Indonesia selanjutnya beragama Kristen/Katolik adalah Rocky Gerung.

Rocky Gerung lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959.

Ia menempuh studinya di Universitas Indonesia pada tahun 1986 dan meraih gelar Sarjana Sastra (S.S).

Kini Rocky Gerung adalah seorang staff pengajar di Departemen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (dulu Fakultas Sastra) Universitas Indonesia, Jakarta.

Ia juga merupakan seorang peneliti di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D).

Rocky Gerung turut mendirikan SETARA Institute pada tahun 2007, sebuah lembaga yang concern pada isu kesetaraan, HAM, dan keberagaman.

Rocky Gerung dikenal sebagai pengamat politik yang sering menyampaikan kritik yang keras kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Akibatnya, ia kerap mendapat banyak kritik dari mereka yang tidak setuju dengan pandangannya tersebut.

 

5. Boni Hargens

Pengamat politik terpopuler Indonesia berikutnya beragama Kristen/Katolik adalah Boni Hargens.

Boni Hargens lahir di Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada tahun 1978.

Ia dikenal sebagai pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), yang cukup berani dan kritis.

Boni Hargens pernah menempuh pendidikan di Universitas Indonesia dan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, satu dari 14 Universitas Kristen Terbaik Indonesia 2017 Versi Pemerintah.

Ia juga pernah belajar di Universitas Humboldt di Berlin, Jerman.

Pada masa Pilpres 2014, Boni Hargens menjadi koordinator Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara-JP).

Hal ini membuatnya mendapat jabatan sebagai komisaris di salah satu perusahaan pemerintah, ketika Jokowi terpilih menjadi presiden.

 

6. Yunarto Wijaya

Pengamat politik terpopuler Indonesia lainnya beragama Kristen/Katolik adalah Yunarto Wijaya.

Yunarto Wijaya lahir di Jakarta, pada 27 Juni 1981.

Saat ini ia adalah Direktur Eksekutif Charta Politika, sebuah lembaga survei terkenal di Indonesia.

Yunarto Wijaya menyelesaikan pendidikannya sebagai lulusan terbaik Jurusan Hubungan Internasional di FISIP Universitas Katolik Parahyangan Bandung, satu dari 14 Universitas Kristen Terbaik Indonesia 2017 Versi Pemerintah.

Yunarto kemudian melanjutkan studinya di Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Saat ini Yunarto adalah salah satu pengamat politik muda yang terkenal di Indonesia.

Namun ia dianggap agak condong pada Presiden Jokowi dan Ahok, mantan gubernur Jakarta, sehingga beberapa kalangan menilainya kurang objektif.

 

7. Sebastian Salang

Pengamat politik terpopuler Indonesia terakhir beragama Kristen/Katolik adalah Sebastian Salang.

Sebastian Salang dilahirkan di Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 1970.

Sebastian menempuh pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Surapati, Jakarta dan S1 Fakultas Hukum Sekolah Tinggi Hukum, Jakarta.

Ia adalah seorang Koordinator Forum Masyarakat Perduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI), sebuah lembaga yang banyak menyoroti kinerja DPR.

 Sebastian pernah menjadi Sekjen Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI (PMKRI) dan Koordinator Kelompok Studi JIM (Jaringan Informasi Mahasiswa).

Sebastian Salang pernah akan maju pada pilkada di daerahnya (Manggarai, Nusa Tenggara Timur), tetapi urung, karena konon tidak punya dana sebagaimana yang diminta oleh partai pengusungnya.

 

Itulah 7 pengamat politik terpopuler Indonesia beragama Kristen dan Katolik.

 

Kita berdoa agar pengamatan para pengamat politik beragama Kristen/Katolik ini terhadap keadaan politik di Indonesia bisa objektif dan berimbang, serta menghasilkan analisa-analisa yang tajam dan akurat, sehingga memberikan informasi yang sangat berharga bagi masyarakat Indonesia.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!