7 Pengamat Politik Indonesia Terpopuler Beragama Kristen

 

4. Rocky Gerung

Pengamat politik terpopuler Indonesia selanjutnya beragama Kristen/Katolik adalah Rocky Gerung.

Rocky Gerung lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959.

Ia menempuh studinya di Universitas Indonesia pada tahun 1986 dan meraih gelar Sarjana Sastra (S.S).

Kini Rocky Gerung adalah seorang staff pengajar di Departemen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (dulu Fakultas Sastra) Universitas Indonesia, Jakarta.

Ia juga merupakan seorang peneliti di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D).

Rocky Gerung turut mendirikan SETARA Institute pada tahun 2007, sebuah lembaga yang concern pada isu kesetaraan, HAM, dan keberagaman.

Rocky Gerung dikenal sebagai pengamat politik yang sering menyampaikan kritik yang keras kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Akibatnya, ia kerap mendapat banyak kritik dari mereka yang tidak setuju dengan pandangannya tersebut.

Selain itu, dalam berbicara, ia juga dinilai kerap mempergunakan istilah-istilah filsafat yang sukar dimengerti oleh banyak orang. Selain itu, juga mempergunakan istilah-istilah bahasa Inggirs yang sebenarnya dapat diganti dengan istilah-istilah bahasa Indonesia yang lebih umum.

Saat ini Rocky Gerung tampaknya menjadi “pembicara tetap” di salah satu stasiun televisi swasta, yang disiarkan secara live setiap minggunya.

Pandangan-pandangan Rocky Gerung sangat “sekuler”, sehingga sebagian orang menganggapnya sebagai seorang ateis.

Namun sejatinya, secara formal, Rocky Gerung adalah seorang penganut agama Kristen, sebagaimana umumnya dengan orang Minahasa (Manado).

 

5. Boni Hargens

Pengamat politik terpopuler Indonesia berikutnya beragama Kristen/Katolik adalah Boni Hargens.

Boni Hargens lahir di Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada tahun 1978.

Ia dikenal sebagai pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), yang cukup berani dan kritis.

Boni Hargens pernah menempuh pendidikan di Universitas Indonesia dan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta.

Ia juga pernah belajar di Universitas Humboldt di Berlin, Jerman.

Pada masa Pilpres 2014, Boni Hargens menjadi koordinator Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara-JP).

Hal ini membuatnya mendapat jabatan sebagai komisaris di salah satu perusahaan pemerintah, ketika Jokowi terpilih menjadi presiden.

Karena dia merupakan bagian dari pihak yang sedang berkontestasi politik, maka analisanya dianggap menjadi tidak objektif.

Kendati demikian, Boni Hargens dianggap sebagai seorang pengamat politik yang handal dan analisanya tajam.

 

6. Yunarto Wijaya

Pengamat politik terpopuler Indonesia lainnya beragama Kristen/Katolik adalah Yunarto Wijaya.

Yunarto Wijaya lahir di Jakarta, pada 27 Juni 1981.

Saat ini ia adalah Direktur Eksekutif Charta Politika, sebuah lembaga survei terkenal di Indonesia.

Yunarto Wijaya menyelesaikan pendidikannya sebagai lulusan terbaik Jurusan Hubungan Internasional di FISIP Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

Yunarto kemudian melanjutkan studinya di Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Saat ini Yunarto adalah salah satu pengamat politik muda yang terkenal di Indonesia. Analisanya sangat tajam, dan bicaranya sangat “lancar”.

Namun ia dianggap agak condong pada Presiden Jokowi dan Ahok, mantan gubernur Jakarta, sehingga beberapa kalangan menilainya kurang objektif.

Bagaimanapun, harus diakui bahwa Yunarto Wijaya adalah salah satu pengamat politik terbaik di Indonesia saat ini.

Hal ini terbukti dari seringnya ia dimintai pendapat seputar masalah politik di Indonesia, serta tampil di berbagai stasiun televisi.

 

7. Sebastian Salang

Pengamat politik terpopuler Indonesia terakhir beragama Kristen/Katolik adalah Sebastian Salang.

Sebastian Salang dilahirkan di Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 1970.

Sebastian menempuh pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Surapati, Jakarta dan S1 Fakultas Hukum Sekolah Tinggi Hukum, Jakarta.

Ia adalah seorang Koordinator Forum Masyarakat Perduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI), sebuah lembaga yang banyak menyoroti kinerja DPR.

 Sebastian pernah menjadi Sekjen Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI (PMKRI) dan Koordinator Kelompok Studi JIM (Jaringan Informasi Mahasiswa).

Sebastian Salang adalah salah satu pengamat politik di Indonesia yang tidak berlatar belakang akademisi dan juga tidak berlatar belakang pendidikan politik.

Sebastian Salang memulai “karier” sebagai pengamat politik dari dunia aktivis atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Sebastian Salang pernah akan maju pada pilkada di daerahnya (Manggarai, Nusa Tenggara Timur), tetapi urung, karena konon tidak punya dana sebagaimana yang diminta oleh partai pengusungnya.

 

Itulah 7 pengamat politik Indonesia terpopuler beragama Kristen dan Katolik.

 

Kita berdoa agar pengamatan para pengamat politik beragama Kristen/Katolik ini terhadap keadaan politik di Indonesia bisa objektif dan berimbang, serta menghasilkan analisa-analisa yang tajam dan akurat, sehingga memberikan informasi yang sangat berharga bagi masyarakat Indonesia.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

10 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!