Loading...
Loading...

7 Pengamat Politik Indonesia Terpopuler Beragama Kristen


Artikel ini berisi 7 pengamat politik Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katolik.

Pengamat politik adalah mereka yang memberikan perhatian besar bagi hal-hal yang berhubungan dengan dunia politik.

Mereka biasanya adalah orang-orang yang belajar politik, lalu menjadi akademisi di sebuah universitas, ataupun menjadi peneliti di sebuah organisasi atau lembaga penelitian.

Selain itu, mereka juga ada yang berasal dari dunia pergerakan/aktivis ataupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Baca juga: 20 Jenderal Terbaik Indonesia Beragama Kristen

Karena kemampuan mereka dalam menganalisa masalah-masalah politik, maka mereka diberi predikat sebagai pengamat politik.

Para pengamat politik kerap dimintai pendapat sehubungan dengan masalah-masalah politik yang terjadi. Mereka diwawancarai, diundang berbicara dalam sebuah diskusi atau seminar, menjadi nara sumber di radio dan televisi, serta menulis di koran dan majalah.

Baca juga: 157 Negara Di Dunia Mayoritas Beragama Kristen

Pada masa kini, khususnya dalam konteks Indonesia, keberadaan para pengamat politik sangat dibutuhkan. Hal ini terjadi karena demokrasi yang tumbuh sehat sejak masa reformasi, serta keadaan politik Indonesia yang dinamis.

Dengan adanya pemilihan presiden/wakil presiden secara langsung, dan pemilihan kepala daerah secara langsung (pilkada), keberadaan pengamat politik menjadi semakin populer.

Apalagi dengan lahirnya banyak lembaga survei. Lembaga survei banyak menghasilkan para peneliti sekaligus para pengamat politik, yang kerap juga merangkap sebagai konsultan politik bagi para calon presiden dan calon kepala daerah (gubernur, bupati, walikota).

Baca juga: 10 Agama Terbesar Di Dunia

Saat ini ada banyak pengamat politik Indonesia yang cukup populer. Sebagian di antaranya beragama Kristen/Katolik.

Artikel kali ini akan membahas 7 orang di antaranya.

Siapa sajakah saat ini 7 pengamat politik Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katolik? Berikut profilnya.

 

1. J. Kristiadi

Pengamat politik terpopuler Indonesia pertama beragama Kristen/Katolik adalah J. Kristiadi.

Joseph Kristiadi lahir di Yogyakarta, pada 24 Maret 1948.

Ia menempuh pendidikannya di Fisipol Universitas Gadjah Mada (S1), dan Jurusan Ilmu Politik Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (S3), Yogyakarta.

J. Kristiadi dikenal sebagai salah satu pengamat politik senior di Indonesia. Ia sudah terkenal sebagai pengamat politik jauh sebelum ada pilkada dan sebelum lembaga survei marak, yang menghasilkan banyak pengamat politik.

Kristiadi merupakan Peneliti di Center for Strategic and International Studies (CSIS), sejak 1976 hingga sekarang.

CSIS adalah sebuah wadah pemikir (institut penelitian) kebijakan yang bermarkas di Jakarta. CSIS didirikan pada 1971. Lembaga ini adalah sebuah institusi independen  yang melakukan penelitian kebijakan dan analisis strategis dalam politik, ekonomi, dan keamanan.

Lembaga ini juga sering melakukan berbagai survei, seperti survei tentang parpol dan capres/cawapres, serta dianggap sebagai salah satu lembaga survei paling kredibel.

Sebelumnya ia pernah menjadi Dosen FISIP di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, satu dari 14 Universitas Kristen Terbaik Indonesia 2017 Versi Pemerintah.

 

2. Tjipta Lesmana

Pengamat politik terpopuler Indonesia berikutnya beragama Kristen/Katolik adalah Prof. Dr. Tjipta Lesmana.

Prof. Dr. Tjipta Lesmana lahir pada 25 Juni 1949.

Tjipta Lesmana merupakan lulusan Perguruan Tinggi Publisistik (IISIP) Jakarta dan sarjana muda jurusan hukum Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta.

Ia juga meraih gelar magister bidang studi komunikasi di University of Chicago, Amerika Serikat, dan doktor bidang komunikasi di Universitas Indonesia, Jakarta.

Prof. Tjipta merupakan dosen ilmu komunikasi di Universitas Indonesia (UI), Jakarta. Lalu menjadi guru besar (professor) bidang komunikasi dan juga sebagai Ketua Program Studi Magister Komunikasi di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, satu dari 20 Universitas Kristen Terbaik Di Indonesia

Prof. Tjipta Lesmana dikenal sebagai pengamat politik yang sangat vokal dan blak-blakan.

Di luar pekerjaan utamanya sebagai akademisi dan pengamat politik, Prof. Tjipta Lesmana juga terlibat dalam organisasi olahraga.

Ia pernah menjadi Ketua Komite Banding Pemilihan Ketua Umum PSSI pada tahun 2011, pada saat itu, ia mengeluarkan putusan yang menyatakan penolakan banding George Toisutta dan Arifin Panigoro, calon ketua dan wakil ketua umum PSSI yang ditolak oleh FIFA.

 

3. Emrus Sihombing

Pengamat politik terpopuler Indonesia lainnya beragama Kristen/Katolik adalah Dr. Emrus Sihombing.

Emrus Sihombing lahir di Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, D.I. Aceh.

Emrus Sihombing meraih gelar S1 dari Departemen Publisistik, Perguruan Tinggi Publisistik, Jakarta; Master in Communication Studies, Departemen Komunikasi, IPB; dan Doktor Komunikasi, Universitas Padjajaran, Bandung.

Saat ini Emrus Sihombing merupakan dosen Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten.

Selain itu, ia juga merupakan direktur Emrus Center.

Emrus Sihombing dikenal sangat keras (bahkan sangat tendensius) dalam mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi dan mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

Karena itu, Emrus Sihombing mendapat banyak kritik dari masyarakat. Bahkan sebagian orang menuding bahwa Emrus telah “disusupi” oleh ormas atau partai politik tertentu yang berseberangan dengan presiden Jokowi dan mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok.

Namun tudingan tersebut dibantah oleh Emrus.

Loading...
10 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!