7 Perbedaan Gereja Katolik Dengan Gereja Ortodoks Timur

Artikel ini membahas tentang 7 perbedaan utama antara Gereja Katolik dengan Gereja Ortodoks Timur.

Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks Timur adalah dua aliran gereja besar dalam agama Kristen.

Gereja Katolik adalah gereja Kristen tertua saat ini, sedangkan Gereja Ortodoks Timur merupakan pecahan dari Gereja Katolik pada abad ke-11, tepatnya tahun 1054 Masehi.

Baca juga: 7 Perbedaan Gereja Pentakosta Dengan Gereja Karismatik

Sepintas, kedua gereja besar ini sangat mirip.

Tetapi, sekalipun masih sama-sama Kristen, Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks Timur mempunyai sejumlah perbedaan yang cukup besar.

Perbedaan-perbedaan tersebut mencakup sejarah, tradisi, ajaran/doktrin, ritus, liturgi/tata ibadah, dan organisasi gereja.

Mulai dari perbedaan kecil dalam hal tradisi dan liturgi, hingga perbedaan yang sangat besar, yang mencakup perbedaan dalam doktrin/ajaran gereja.

Baca juga: 30 Perbedaan Kristen Katolik Dengan Kristen Protestan

Perbedaan-perbedaan antara Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks Timur ini terutama timbul karena cara yang berbeda dalam hal menafsir Alkitab dan tradisi gereja.

Namun banyak orang, bahkan orang Katolik dan Ortodoks Timur sendiri, yang belum tahu perbedaan di antara Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks Timur.

Baca juga: 7 Aliran Utama Dalam Gereja Kristen

Karena itulah artikel kali ini akan membahas tentang 7 perbedaan utama antara Gereja Katolik dengan Gereja Ortodoks Timur.

Apa sajakah ketujuh perbedaan tersebut?

Berikut daftarnya dan sedikit penjelasannya.

 

1. Perbedaan Dalam Hal Sistem Kepausan

Perbedaan antara Gereja Katolik dengan Gereja Ortodoks Timur yang pertama adalah dalam hal sistem kepausan.

Gereja Katolik sedunia berpusat di Vatican City, di dalam kota Roma, Italia.

Dan pemimpin tertingginya adalah Paus.

Orang Katolik meyakini bahwa gereja Katolik didirikan oleh Tuhan Yesus dan bahwa para Paus adalah penerus Petrus (sebagai  paus pertama) sebagai pemimpin gereja sedunia.

Sementara Gereja-gereja ortodoks Timur tidak mengakui kepemimpinan paus sebagai pemimpin gereja sedunia.

Gereja-gereja Ortodoks Timur menganggap bahwa bishop Roma (paus) tidak punya otoritas atas semua gereja Kristen, meski dia dianggap punya kedudukan yang khusus.

Gereja-gereja ortodoks Timur dipimpin oleh bishop/uskup masing-masing yang kedudukannya setara.

Tetapi uskup Konstantinopel (bermarkas di kota Konstantinopel/Istanbul, Turki) diakui sebagai “primus inter pares” (“yang utama dari yang setara”).

 

2. Perbedaan Dalam Hal Doktrin Roh Kudus

Perbedaan antara Gereja Katolik dengan Gereja Ortodoks Timur yang kedua adalah dalam hal doktrin Roh Kudus.

Perbedaan inilah yang menyebabkan Gereja Ortodoks Timur memisahkan diri dari Gereja Katolik.

Gereja Katolik meyakini bahwa Roh Kudus berasal dari Allah Bapa dan Allah Anak.

Sedangkan Gereja Ortodoks Timur meyakini bahwa Roh Kudus hanya berasal dari Allah Bapa, tidak berasal dari Allah Anak.

Jadi perbedaan ini adalah dalam hal apakah Roh Kudus juga berasal dari Allah Anak, yang dalam bahasa Latin disebut dengan istilah Filioque (“dan dari Anak”).

Dalam konsili gereja kedua di Konstantinopel, sebenarnya istilah Filioque itu tidak muncul.

Istilah itu baru ditambahkan kemudian oleh gereja-gereja Latin (Gereja Katolik) pada abad ke-6.

Tetapi hal ini ditolak oleh gereja-gereja Timur (Gereja Ortodoks Timur).

 

3. Perbedaan Dalam Hal Ritual Ibadah

Perbedaan antara Gereja Katolik dengan Gereja Ortodoks Timur yang ketiga adalah dalam hal ritual ibadah.

Baik Gereja Katolik maupun Gereja Ortodoks Timur, masing-masing mempunyai ritual ibadah/tata ibadah/liturgi sendiri.

Gereja Ortodoks Timur misalnya, mempunyai 5 macam liturgi, termasuk untuk ibadah harian.

Boleh dikatakan bahwa ritual ibadah Gereja Ortodoks Timur lebih rumit dibanding ritual ibadah Gereja Katolik.

Selain itu, bahasa Yunani lebih dominan di ritual Gereja Ortodoks Timur, sementara dalam ritual Gereja Katolik bahasa Latin yang lebih dominan.

 

4. Perbedaan Dalam Hal Denominasi Gereja

Perbedaan antara Gereja Katolik dengan Gereja Ortodoks Timur yang keempat adalah dalam hal denomimasi gereja.

Gereja Katolik terdiri dari 24 gereja partikular: 1 gereja Latin, dan 23 gereja Katolik Timur.

Lima besar dari gereja Katolik Timur, yang mencakup 80 % dari seluruh gereja Katolik Timur, adalah: Gereja Katolik Yunani Ukraina, Gereja Syro-Malabar, Gereja Maronite, Gereja Katolik Melkite, dan Gereja Katolik Armenia.

Meski menjadi bagian dari gereja Katolik, namun Paus (pemimpin tertinggi gereja Katolik sedunia) tidak memiliki kuasa yang besar atas gereja-gereja Katolik Timur, sebagaimana halnya atas gereja Latin.

Selain itu, gereja-gereja Katolik Timur juga mempunyai liturgi/tata ibadah yang berbeda dari gereja Katolik Latin.

Mereka justru  memakai liturgi/tata ibadah yang sama dengan Gereja Ortodoks Timur!

Kendati demikian, gereja Katolik umumnya dianggap hanya satu, yang ada di bawah pimpinan Paus di Vatican.

Sementara Gereja Ortodoks Timur terdiri dari 16 gereja yang kedudukannya setara satu sama lain.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!