7 Perbedaan Gereja Pentakosta Dengan Gereja Karismatik

5. Perbedaan Dalam Hal Memakan Darah Hewan

Perbedaan antara gereja Pentakosta dengan gereja Karismatik, yang kelima adalah dalam hal memakan darah hewan.

Gereja-gereja Pentakosta tidak memakan/meminum darah hewan.

Hal memakan/meminum darah hewan memang dilarang dalam Hukum Taurat.

Tetapi orang Pentakosta tidak memakan darah hewan bukan hanya karena hal itu dilarang di Perjanjian Lama, tetapi karena hal itu juga dilarang di Perjanjian Baru.

Ayat Alkitab di Perjanjian Baru yang melarang memakan darah hewan, adalah Kisah Para Rasul 15:20, 29.

Tetapi ayat ini sebenarnya muncul sebagai jalan tengah antara orang Kristen Yahudi dengan orang Kristen non Yahudi.

Orang Kristen non Yahudi tidak wajib disunat tetapi harus menjauhkan diri dari percabulan, makanan yang dipersembahkan kepada berhala, binatang yang mati dicekik dan dari darah.

Sementara gereja Karismatik tidak semua berpandangan demikian.

Memang ada sebagian yang tidak memakan darah, tetapi sebagian juga memakannya, sama halnya seperti gereja-gereja Protestan mainstream.

 

6. Perbedaan Dalam Hal Persepuluhan 

Perbedaan antara gereja Pentakosta dengan gereja Karismatik, yang keenam adalah dalam hal persepuluhan.

Gereja-gereja Pentakosta mewajibkan anggota jemaatnya untuk membayar persepuluhan.

Dan persepuluhan menjadi pemasukan utama para pendeta gereja Pentakosta.

Hanya saja hal ini tidak terlalu lantang disuarakan oleh pendeta Pentakosta, anggota jemaat sepertinya sudah mengerti kewajibannya dalam memberi persepuluhan ke gereja.

Di sisi lain, gereja-gereja Karismatik sangat lantang dalam menyuarakan pentingnya bagi jemaat dalam memberi persepuluhan.

Bahkan hal ini menjadi sebuah kontroversi, karena para pendeta Karismatik banyak yang hidup mewah dari hasil perpuluhan jemaat.

Bahkan cukup banyak juga yang sampai berurusan dengan penegak hukum karena  para pendeta diatuduh menyelewengkan perpuluhan jemaat.

Hal ini terutama terjadi dengan sejumlah pendeta Karismatik terkenal di luar negeri.

Meski demikian, sebenarnya tidak semua gereja Karismatik mewajibkan jemaatnya membayar perpuluhan.

Banyak juga pendeta Karismatik yang mengajarkan bahwa persepuluhan itu adalah sukarela, bahkan tingkat terendah dibanding orang yang memberi dirinya seratus persen untuk Tuhan.

 

7. Perbedaan Dalam Hal  Gereja Desa Dan Gereja Kota

Perbedaan antara gereja Pentakosta dengan gereja Karismatik, yang ketujuh adalah dalam hal gereja kota dan desa.

Gereja-gereja Pentakosta ada di mana-mana, baik di desa maupun di kota.

Perbandingan jumlah gereja-gereja pentakosta di perkotaan dengan di pedesaan cukup berimbang.

Sementara gereja-gereja Karismatik umumnya berada di perkotaan, bahkan di kota-kota besar.

Dan gereja-gereja Pentakosta umumnya mempunyai gedung gereja yang permanen, lengkap dengan tanda salibnya di depan gedung gereja, baik gereja di desa maupun gereja di kota.

Sementara gereja-gereja Karismatik di perkotaan banyak yang hanya memiliki bahkan menyewa ruko, hotel, restoran, wisma, sebagai tempat ibadahnya.

 

Itulah 7 perbedaan antara gereja-gereja beraliran pentakosta dengan gereja-gereja beraliran Karismatik.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!