Loading...
Loading...

7 Perempuan Paling Jahat Di Alkitab

 

5. Istri Potifar

Ketika Yusuf, anak kesayangan Yakub, dijual oleh saudara-saudaranya kepada seorang Ismael yang membawa Yusuf ke Mesir, Yusuf dijual kepada seorang pegawai istana Firaun yang bernama Potifar.

Yusuf kemudian menjadi kepala rumah tangga Potifar dan orang kepercayaannya (Kejadian 39:4, 6).

Yusuf adalah seorang pemuda yang tampan serta punya karakter yang baik.

Karena itu istri Potifar sangat tertarik kepadanya, dan ia berkali-kali menggoda Yusuf agar mau berhubungan intim dengannya.

Tetapi Yusuf tidak pernah mau menuruti ajakan istri Potifar itu, karena ia takut akan Tuhan dan tidak mau melakukan dosa di hadapanNya.

Suatu ketika, saat istri Potifar terus ngotot menggoda Yusuf, maka Yusuf pun melarikan diri dan meninggalkan bajunya yang ditarik oleh istri Potifar.

Merasa kesal dengan penolakan Yusuf, maka istri Potifar pun memfitnah Yusuf dengan berkata bahwa Yusuf ingin memperkosanya, lalu ia berteriak sehingga Yusuf pergi melarikan diri serta meninggalkan pakaiannya.

Jelas istri Potifar berbohong, sebab dialah yang sesungguhnya yang menginginkan Yusuf, bukan Yusuf yang ingin memperkosanya. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Tidak Jujur).

Suaminya, Potifar, dan para pegawainya tentu saja lebih percaya kepada istri Potifar, sebab ia seorang istri pejabat dan majikan Yusuf, sedangkan Yusuf hanyalah pelayannya.

Maka Potifar menjadi sangat marah, lalu ia memasukkan Yusuf ke dalam penjara.

Namun di penjara, atas penyertaan Tuhan, Yusuf menjadi orang kepercayaan kepala penjara (Kejadian 41:39-44).

Yusuf kemudian bahkan menjadi pemimpin tertinggi di Mesir di bawah kuasa Firaun.

 

6. Noaja

Noaja adalah seorang perempuan yang ikut menakut-nakuti Nehemia, bupati Yehuda, yang saat itu sedang menyelesaikan pembangunan tembok Yerusalem yang rusak (Nehemia 6:14).

Namun Nehemia tidak takut sedikit pun, dan ia berhasil menyelesaikan tembok tersebut (Nehemia 6:1-19).

Nehemia adalah pemimpin Israel yang saleh, yang kembali dari pembuangan di Persia. Saat itu kerajaan Babel, ke mana bangsa Israel/Yehuda dibuang, telah ditaklukkan oleh kerajaan Persia.

Sebelumnya Nehemia adalah seorang pejabat tinggi di Persia, yakni juru minuman Artahsasta, raja Persia.

Nehemia pulang ke Yehuda untuk memperbaiki tembok Yerusalem yang sudah rusak, setelah mendapat restu dari raja Artahsasta.

Tidak ada keterangan lebih lanjut tentang Noaja ini, kecuali fakta bahwa ia ikut meneror Nehemia dalam usahanya menyelesaikan pembangunan tembok Yerusalem.

Namun Noaja disebut sebagai seorang nabiah di Alkitab. (Baca: 7 Nabi Perempuan Di Alkitab)

Tetapi perbuatan Noaja ini menunjukkan bahwa ia pastilah nabiah palsu, karena Nehemia membangun kembali tembok Yerusalem atas kehendak Tuhan, dan dia berusaha menggagalkannya, alih-alih mendukungnya.

 

7. Safira

Suatu ketika sepasang suami-istri anggota jemaat gereja Yerusalem, Ananias dan Safira, menjual sebidang tanah dan menyerahkan hasilnya kepada para rasul/pemimpin gereja mula-mula, untuk selanjutnya dibagi-bagikan kepada para anggota jemaat yang membutuhkan.

Menjual ladang atau tanah milik pribadi demi memenuhi kebutuhan para anggota jemaat yang kurang mampu saat itu memang banyak terjadi di gereja mula-mula di Yerusalem.

Namun atas sepengetahuan istrinya, Ananias menyimpan sebagian hasil penjualan tanah tersebut, dan menyerahkan hanya sebagian saja kepada Petrus.

Tetapi kebohongan Ananias dan Safira diketahui oleh Petrus.

Maka pun Petrus mengkonfirmasi kembali Ananias, apakah benar dengan harga sekian tanah mereka dijual, Ananias bersikeras mengatakan bahwa memang dengan harga sekianlah tanah itu dijual.

Petrus menganggap bahwa Ananias bukan sekedar berdusta kepadanya atau kepada jemaat Tuhan, tetapi berdusta juga kepada Roh Kudus. Dan akibatnya, seketika itu juga Ananias meninggal di hadapan Petrus! (Kisah Para Rasul 5).

Sekitar tiga jam setelah kematian Ananias, maka istri Ananias, Safira, datang ke perkumpulan jemaat.

Ketika dia masuk, Petrus kembali bertanya harga penjualan tanah mereka, apakah benar seperti yang dikatakan oleh suaminya.

Dan Safira pun menjawab seperti yang dikatakan oleh suaminya. Akhirnya seketika itu juga Safira meninggal di depan kaki Petrus! (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Mati Seketika Karena Dosanya)

Sebenarnya Ananias dan Safira tidak perlu berbohong mengenai harga tanah mereka yang terjual. Mereka tidak dipaksa untuk menjual tanah mereka dan menyerahkan semua uang penjualannya ke gereja.

Kesalahan mereka adalah karena mereka menahan sebagian hasil tanah tersebut dan seolah-olah telah menyerahkan semuanya.

Itulah juga kejahatan Safira sebagai perempuan.

 

Itulah 7 perempuan paling jahat di Alkitab.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

 

 

 

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!