7 Perempuan Pemberani Di Alkitab

Artikel ini membahas tentang perempuan-perempuan pemberani di Alkitab.

Ada banyak perempuan pemberani di Alkitab yang perlu kita teladani sebagai umat Tuhan.

Para perempuan pemberani di Alkitab ini terdiri dari berbagai latar belakang, tetapi semuanya adalah perempuan yang takut akan Tuhan.

Baca juga: 100 Tokoh Alkitab Terpopuler Dan Kisah Mereka

Para perempuan pemberani di Alkitab ini semuanya terdiri dari tokoh-tokoh Alkitab yang ada di Perjanjian Lama.

Mereka disebut perempuan pemberani di Alkitab sebab dalam satu atau beberapa ayat Alkitab disebut tentang perbuatan mereka yang berani dan tidak takut.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Memperjuangkan Keadilan Dan HAM

Karena itulah mereka layak disebut sebagai perempuan pemberani di Alkitab.

Tetapi sebagian dari mereka punya keberanian  bukan dari kemampuan mereka sendiri, melainkan karena mereka mengandalkan Tuhan.

Dan keberanian mereka tersebut bukan hanya bermanfaat/berdampak bagi diri mereka sendiri, tetapi juga bagi orang lain, bagi umat Tuhan.

Baca juga: 12 Pahlawan Iman Dalam Kitab Ibrani

Jelas mereka adalah para pahlawannya Tuhan  yang patut dihormati dan diteladani.

Jumlah mereka sebenarnya lebih dari 7 orang. Tetapi karena sebagian dari mereka disebut dalam kasus yang sama, maka mereka dianggap satu orang saja.

Lalu, siapa sajakah para perempuan pemberani di Alkitab tersebut?

Berikut pembahasannya.  

 

1. Sifra Dan Pua

Perempuan pemberani di Alkitab yang pertama adalah Sifra dan Pua.

Sifra dan Pua adalah bidan-bidan di Mesir yang menolong para perempuan Israel untuk bersalin.

Bangsa Israel diperbudak di Mesir selama 400 tahun dan mereka diperlakukan dengan tidak adil.

Dan karena orang Israel semakin bertambah banyak, maka Firaun berikhtiar untuk membunuh bayi laki-laki Israel agar mereka tidak bertambah banyak dan akibatnya memberontak kepada bangsa Mesir.

Jadi Firaun memerintahkan agar bidan-bidan yang membantu perempuan Ibrani/Israel melahirkan, yakni Sifra dan Pua, langsung membunuh bayi-bayi tersebut jika mereka laki-laki.

Tetapi kedua bidan itu, yakni Sifra dan Pua, adalah orang-orang yang takut akan Tuhan, karena itu mereka tidak mau membunuh bayi-bayi Israel itu.

Jelas ini membutuhkan keberanian.

Dan ketika Firaun memanggil Sifra dan Pua serta mempertanyakan tindakan mereka tersebut, maka Sifra dan Pua berkata bahwa perempuan-perempuan Israel/Ibrani sangat kuat, tidak seperti perempuan-perempuan Mesir; sebelum bidan-bidan datang mereka sudah bersalin/melahirkan.

Karena tidak mau melakukan perintah Firaun untuk membunuh bayi-bayi Israel, maka Tuhan memberkati Sifra dan Pua serta membuat mereka berumah tangga (Keluaran 1:15-22).

 

2. Putri-Putri Zelafehad

Putri-putri Zelafehad adalah 5 perempuan dari seorang laki-laki bernama Zelafehad dari suku Manasye (Yusuf).

Kelima putri Zelafehad ini adalah: Mahla, Noa, Hogla, Milka, dan Tirza.

Mereka berlima datang kepada Musa dan para pemimpin Israel lainnya untuk memperjuangkan hak-hak mereka sebagai perempuan.

Ayah mereka, Zelafehad, telah mati dan tidak meninggalkan anak laki-laki sehingga namanya terancam terhapus di antara kaum kerabatnya serta milik pusakanya akan beralih ke orang lain, bukan kepada anak perempuannya.

Sebab pada masa itu di antara bangsa Israel, orang yang meninggal tidak mempunyai anak laki-laki maka namanya akan terhapus dan milik pusakanya/tanah warisannya akan diberikan kepada orang lain, kerabat terdekatnya, sekalipun ia mempunyai anak perempuan.

Jadi anak-anak perempuan Zelafehad ini  meminta agar milik pusaka ayah mereka (tanah) diberikan kepada mereka.

Musa menyampaikan perkara ini ke hadapan Tuhan, dan Tuhan mengabulkan permintaan putri-putri Zelafehad ini.

Tuhan kemudian memberikan sebuah hukum bahwa jika seorang laki-laki Israel meninggal dengan tidak mempunyai anak laki-laki, tetapi mempunyai anak perempuan, maka milik pusakanya akan diberikan kepada anak perempuannya.

Peraturan yang Tuhan berikan kepada Musa ini kemudian menjadi ketetapan bagi orang Israel turun temurun (Bilangan 27:1-11).

Jelas kelima putri Zelafehad ini adalah para pemberani, sebab mereka berani mendobrak tradisi dominasi laki-laki dan menghadap para pemimpin yang notabene para laki-laki tanpa rasa takut.

 

3. Debora 

Debora adalah satu-satunya hakim perempuan di Israel.

Hakim adalah sebutan bagi para pemimpin tertinggi Israel di Tanah Perjanjian sebelum munculnya jabatan raja.

Selain itu, Debora juga seorang nabiah, atau nabi perempuan, satu dari 7 Nabi Perempuan Di Alkitab.

Debora bersama Barak memimpin orang Israel dalam pertempuran melawan bangsa Kanaan yang dipimpin raja Yabin dan panglimanya, Sisera.

Dan mereka berhasil mengalahkan bangsa Kanaan tersebut.

Sebelumnya Barak enggan untuk maju berperang jika Debora tidak maju. Dan ketika Debora maju dengan tentaranya, maka Barak pun maju beserta pasukannya (Hakim-hakim 4:1-24).

Hal ini menunjukkan kepemimpinan Debora, sampai-sampai laki-laki seperti Barak bergantung kepadanya!

Debora adalah wanita pemberani, yang tampil di bagian depan pertempuran.

 

4. Yael 

Yael adalah istri Heber, orang Keni yang menggabungkan diri dengan bangsa Israel.

Yael membunuh Sisera, panglima Kanaan, yang datang ke kemah Yael karena melarikan diri dari kejaran Barak (lihat poin 3 di atas).

Yael menjebak Sisera dengan membiarkannya tidur di kemahnya. Tetapi kemudian Yael membunuh Sisera dengan patok kemah. (Hakim-hakim 4:17-22).

Jelas, hanya perempuan pemberani yang mampu membunuh panglima perang seperti Sisera!

 

2 komentar untuk “7 Perempuan Pemberani Di Alkitab”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!