Loading...
Loading...

7 Perkataan Akulah Dalam Injil Yohanes

Artikel ini akan membahas tentang 7 perkataan Akulah dalam Injil Yohanes, yang diucapkan Yesus, dan artinya.

Di dalam Injil Yohanes terdapat sejumlah perkataan-perkataan Tuhan Yesus yang dimulai dengan kata “Akulah”.

Dalam bahasa Yunani, bahasa asli Alkitab Perjanjian Baru, kata tersebut ditulis dengan, “Ego Eimi”, yang dapat diterjemahkan “Aku Adalah” atau “Akulah”.

Baca juga: 7 Mujizat Yesus Dalam Injil Yohanes

Banyak penafsir Alkitab yang melihat ada nuansa ilahi dari kata-kata Tuhan Yesus tersebut.

Sebab kata Yunani, “Ego Eimi” merupakan perkataan khas Allah sendiri di dalam Perjanjian Lama, yang diterjemahkan dari bahasa Ibrani, “Ani Hu.”

Kata “Ani Hu” (“Akulah”) terdapat di sejumlah ayat di Perjanjian Lama, tetapi terutama adalah dalam Keluaran 4:13, ketika Ia memperkenalkan diriNya kepada Musa.

Baca juga: 7 Perkataan Yesus Di Kayu Salib Dan Maknanya

Sebagian perkataan Ego Eimi (Aku Adalah/Akulah) ini tidak mempunyai objek di belakangnya, sebagian lagi, yakni 7 perkataan, mempunyai objek atau kata-kata yang mengikutinya.

Dan inilah yang dibahas di artikel ini, 7 perkataan Akulah dari Tuhan Yesus.

Dan seperti dalam pemakaian kata Ego Eimi yang bernuansa ilahi, keilahian Yesus juga terlihat dalam ketujuh ucapanNya ini.

Baca juga: 7 Penampakan Yesus Di Perjanjian Lama

Karena itu sangat penting bagi kita untuk mengetahui makna sebenarnya dari perkataan-perkataan Tuhan Yesus tersebut.

Lalu, apa sajakah yang termasuk ke dalam 7 perkataan Akulah dalam Injil Yohanes yang diucapkan oleh Tuhan Yesus?

Berikut pembahasannya.

 

1. Akulah Roti Hidup

Perkataan Akulah dalam Injil Yohanes/Ego Eimi, yang pertama adalah: Akulah Roti Hidup.

“Kata Yesus kepada mereka: Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Akulah roti hidup. 

Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

(Yohanes 6:35, 48, 51).

Ketika Tuhan Yesus selesai membuat mujizat besar, memberi makan 5000 orang laki-laki dengan hanya 5 roti dan 2 ikan, maka banyak orang yang telah menyaksikan mujizat tersebut datang kepadaNya.

Mereka takjub akan mujizat tersebut, bukan takjub akan pribadi Tuhan Yesus, Sang Pembuat mujizat.

Mereka hanya mencari mujizat, bukan mencari Tuhan Yesus sendiri.

Karena itulah Tuhan Yesus menegur mereka.

Lalu terjadilah percakapan antara mereka dengan Tuhan Yesus, tentang roti.

Orang-orang Yahudi tersebut berbicara tentang roti dari surga atau manna, yang menjadi makanan nenek moyang mereka selama 40 tahun di padang gurun.

Tuhan Yesus menjawab mereka bahwa nenek moyang mereka yang makan roti itu telah mati.

Tetapi Dialah roti hidup yang sesungguhnya, barangsiapa yang memakanNya akan tetap hidup selamanya.

Yang dimaksud dengan “memakan” Tuhan Yesus sebagai roti hidup tentu adalah secara kiasan, maksudnya adalah percaya kepadaNya (Yohanes 6:40).

Dan “tetap hidup selamanya” tentu bukan hidup  tanpa mengalami kematian di dunia, tetapi hidup kekal di surga setelah bangkit dari kematian.

Perkataan Tuhan Yesus ini jelas punya makna ilahi.

Sebab hanya dengan percaya kepadaNya saja manusia boleh selamat, memiliki hidup kekal di surga.

 

2. Akulah Terang Dunia

Perkataan Akulah dalam Injil Yohanes/Ego Eimi, yang kedua adalah: Akulah Terang Dunia.

“Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.

Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.”

(Yohanes 8:12; 9:5).

Jika melihat konteks perkataan Tuhan Yesus ini, maka dapat diketahui bahwa Ia mengucapkan kata-kata tersebut pada Hari Raya Pondok Daun orang Yahudi (Yohanes 7).

Hari Raya Pondok Daun adalah salah satu hari raya Israel terbesar dan terpenting, dan juga salah satu yang paling meriah.

Bersama Hari Raya Paskah (termasuk Hari Raya Roti Tidak Beragi) dan Hari Raya Pentakosta, Hari Raya Pondok Daun wajib diikuti oleh semua laki-laki Israel di Yerusalem (Ulangan 16:16)

Hari Raya Pondok Daun diperingati pada tanggal 15-21 bulan ke-7 dalam kalender Israel atau bulan September-Oktober pada kalender internasional.

Tuhan Yesus menghadiri Hari Raya Pondok Daun ini (Yohanes 7:2), dan pada puncak perayaannya (hari ke-8) Ia berseru tentang Air Hidup (Yohanes 7:37-39) dan Terang Dunia (Yohanes 8:12).

Latar belakang seruan Tuhan Yesus tentang Terang Dunia adalah upacara penyalaan pelita di Bait Suci, yang terdapat dalam tradisi Yahudi yang kemudian, tidak diperintahkan dalam Alkitab.

Dengan berkata, “Akulah Terang Dunia,” maka Tuhan Yesus menyatakan bahwa hanya Dialah yang mampu menerangi seluruh dunia yang gelap oleh dosa.

Dan jika seseorang mengikut Tuhan Yesus, maka ia tidak akan berjalan dalam kegelapan.

Ia tidak akan terjatuh atau terantuk, juga tidak akan tersesat.

TerangNya jauh melebihi terang pelita yang menyala di Bait Suci Israel.

 

3. Akulah Pintu

Perkataan Akulah dalam Injil Yohanes/Ego Eimi, yang ketiga adalah: Akulah Pintu.

“Maka kata Yesus sekali lagi: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.

Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.”

(Yohanes 10:7, 9).

Di sini Tuhan Yesus memberikan sebuah ilustrasi tentang pintu.

Hal ini diambilNya dari kebiasaan orang Yahudi yang punya pintu menuju kandang domba-domba mereka.

Setiap domba masuk dan keluar melalui pintu tersebut; masuk ke kandang untuk istrahat dan agar aman dari binatang buas, serta keluar dari kandang menuju padang rumput.

Demikianlah manusia jika diibaratkan sebagai domba-domba.

Jika kita masuk melalui Pintu yang benar, yakni Tuhan Yesus, maka kita akan aman, artinya selamat.

Dan jika kita keluar lewat Pintu itu, maka kita akan menemukan “padang rumput”, kehidupan yang bermakna dan diberkati di dunia, bahkan kehidupan kekal di surga.

 

4. Akulah Gembala Yang Baik

Perkataan Akulah dalam Injil Yohanes/Ego Eimi, yang keempat adalah: Akulah Gembala Yang Baik.

“Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.”

(Yohanes 10:11, 14).

Ini juga sebuah ilustrasi yang masih berkaitan dengan domba-domba.

Tuhan Yesus adalah Gembala yang baik.

Ia rela memberikan nyawaNya bagi domba-dombaNya.

Ia juga mengenal dengan baik domba-dombaNya, dan domba-dombaNya tersebut mengenalNya.

Gembala-gembala domba di Israel pada zaman itu memang mengenal domba-dombanya, dan domba-dombanya tersebut pun mengenalnya (bahkan bunyi suara seorang gembala dapat dikenali oleh domba-dombanya).

Dan mereka juga rela berkorban bagi domba-dombanya. Tetapi tidak sampai mengorbankan nyawanya.

Berbeda dengan Tuhan Yesus, yang rela mengorbankan diriNya di kayu salib bagi domba-dombaNya.

Kita patut bersyukur mempunyai Gembala seperti itu.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!