7 Perkataan Yesus Yang Sering Dipakai Untuk Menolak KeilahianNya

Artikel ini akan membahas tentang 7 perkataan  Yesus yang sering dipakai untuk menolak keilahianNya.

Salah satu alasan/cara orang untuk menolak keilahian Yesus adalah dengan mengutip kata-kata Yesus sendiri yang dianggap sebagai bukti bahwa Ia bukanlah Tuhan.

Baca juga: 7 Perkataan Akulah Dalam Injil Yohanes

Melalui sejumlah perkataanNya, orang-orang dengan yakin membuktikan bahwa Yesus bukanlah Tuhan, yang ilahi, seperti yang diklaim oleh orang Kristen.

Tetapi “bukti-bukti” tersebut tentu tidaklah benar. Itu hanya kesalah pahaman atau ketidak mengertian akan maksud perkataan Yesus.

Baca juga: 7 Perkataan Yesus Di Kayu Salib Dan Maknanya

Ada setidaknya 7 perkataan Yesus sendiri di Alkitab yang dianggap sebagai bukti bahwa Dia bukanlah Tuhan atau yang ilahi.

Perkataan-perkataanNya tersebut akan dibahas di sini serta arti yang sebenarnya.

Baca juga: 7 Mujizat Yesus Dalam Injil Yohanes

Perkataan-perkataan mana sajakah dari Yesus yang sering dipakai untuk menolak keilahianNya?

Berikut pembahasannya.

 

1. Bapa Lebih Besar Daripada Yesus

Perkataan Yesus yang sering dipakai untuk menolak keilahianNya, yang pertama adalah bahwa Bapa lebih besar daripada Yesus.

Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.” (Yohanes 14:28b).

Maksudnya, jika Yesus lebih kecil dari Bapa, tidak setara denganNya, maka pastilah Ia bukan Tuhan, yang ilahi.

Tetapi jelas Bapa lebih besar daripada Yesus adalah dalam konteks di dunia.

Tuhan Yesus pada dasarnya adalah setara dengan Bapa.

Tetapi selama pelayananNya di dunia sebagai manusia, Ia merendahkan diriNya di hadapan Bapa (Filipi 2:5-8).

 

2. Yesus Hanyalah Utusan Bapa

Perkataan Yesus yang sering dipakai untuk menolak keilahianNya, yang kedua adalah bahwa Yesus hanyalah utusan Bapa.

“Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku.” (Yohanes 8:18).

Maksudnya adalah, jika Yesus hanyalah utusan Bapa maka Dia bukanlah Tuhan, yang ilahi, tetapi hanya salah satu nabi yang Allah utus ke dunia.

Tetapi utusan di sini janganlah dianggap rendah, jangan di-degradasi menjadi semacam suruhan saja, atau hanya sekedar seorang nabi.

Yesus adalah utusan Allah yang terakhir. Dan Dia adalah anakNya sendiri, berbeda dengan para utusan/nabi sebelumnya (Matius 21:33-39).

 

3. Yesus Hanya Diutus Kepada Orang Israel

Perkataan Yesus yang sering dipakai untuk menolak keilahianNya, yang ketiga adalah bahwa Yesus hanya diutus kepada orang-orang Israel.

Jawab Yesus: Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24).

Maksudnya, jika Yesus hanya diutus ke bangsa Israel, bukan ke seluruh bangsa di dunia, bagaimana mungkin Ia adalah Tuhan?

Tetapi maksud Yesus bukanlah bahwa Ia hanya datang kepada orang Israel saja, sebab Ia juga berkata bahwa Ia diberikan Bapa untuk seluruh dunia (Yohanes 3:16), termasuk untuk berbagai bangsa di luar Israel.

Tetapi Ia hanya bermaksud mengatakan bahwa prioritasNya memang adalah bangsa Israel, umat pilihan Tuhan, selama Ia ada di bumi.

Dan setelah kebangkitanNya, Ia justru memerintahkan murid-muridNya untuk menjadikan semua bangsa muridNya (Matius 28:19).

 

4. Yesus Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa Dari DiriNya Sendiri

Perkataan Yesus yang sering dipakai untuk menolak keilahianNya, yang keempat adalah bahwa Yesus tidak bisa berbuat apa-apa di luar Bapa.

“Maka kata Yesus: Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.” (Yohanes 8:28)

Maksudnya adalah, jika Yesus tidak memiliki kebebasan dalam hal perkataan dan pengajaran maka Dia pasti bukan Tuhan, yang ilahi.

Tetapi ini konteksnya adalah sebagai utusan Bapa, Yesus tidak menyimpang dari firman dan kehendak Bapa.

Ia hanya mengajarkan apa yang diajarkan Bapa kepadaNya.

Sebagai Anak Allah, Tuhan, yang ilahi, Yesus jelas punya pengajaran sendiri.

Ia dapat berkata, “Aku berkata kepadamu” (Matius 5:17-48), bukan seperti nabi-nabi yang berkata, “Tuhan berfirman”.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!