Loading...

7 Politisi Muda Kristen Terkenal Yang Tidak Lolos Ke Senayan

Loading...

Artikel ini berisi tentang 7 politisi muda Kristen terkenal yang tidak lolos ke senayan sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2019 silam.

Pemilihan umum untuk memilih para anggota legislatif periode 2019-2024 telah usai.

Banyak politisi yang berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI, tetapi lebih banyak lagi yang gagal.

Artikel kali ini akan menyoroti 7 politisi muda Kristen terkenal yang tidak lolos ke Senayan (kantor DPR RI) pada pemilu 2019.

Baca juga: 48 Caleg Kristen Terpilih Dari PDIP Di Pemilu 2019

Mereka adalah para politisi muda Kristen yang potensial dan populer, yang kerap muncul di televisi dan di berbagai media lainnya.

Namun sayang, mereka tidak berhasil menjadi anggota dewan di Senayan untuk periode 2019-2024.

Baca juga: 82 Anggota DPR RI Beragama Kristen

Sebagian karena memang tidak mendapat perolehan suara yang cukup, sebagian karena partainya tidak lolos ambang batas parlemen (Parliementary Threshold) sebesar 4 %, sebagian lagi karena perpaduan keduanya (suara tidak cukup dan partai tidak lolos ambang batas parlemen).

7 politisi muda Kristen terkenal yang tidak lolos ke senayan ini berasal dari 5 partai politik.

Baca juga: 27 Anggota DPD RI Periode 2019-2024 Beragama Kristen

Dua di antara mereka merupakan anggota DPR RI petahana, sisanya adalah para caleg baru.

Siapa sajakah ketujuh politisi muda Kristen terkenal yang tidak lolos ke Senayan tersebut?

Berikut daftarnya dan sedikit tentang profil mereka.

 

1. Maruarar Sirait (Politisi PDI-P)

Maruarar Sirait, yang akrab dipanggil Ara, lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 23 Desember 1969.

Meski dari segi usia Ara sudah hampir mencapai 50 tahun, namun dalam dunia politik usia demikian masih dianggap muda.

Ara Sirait adalah politikus Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) sejak tahun 1999, dan pernah menjabat sebagai salah satu Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P.

Ara adalah seorang politikus yang terkenal, yang kerap muncul di televisi, satu dari  25 Politisi Indonesia Terpopuler Beragama Kristen

Ia juga merupakan salah satu tim sukses utama Jokowi-JK pada pemilihan presiden 2014 silam.

Ara sudah menjadi anggota DPR-RI selama tiga periode berturut-turut, yakni periode 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019.

Namun kali ini Maruarar harus rela kehilangan kursinya di Senayan.

Maju dari Daerah Pemilihan (dapil) Jawa Barat 3, yang mencakup kota Bogor dan kabupaten Cianjur, Ara “hanya” memperoleh 45.428 suara, kalah dari rekan separtainya yang lolos, Diah Pitaloka.

 

2. Grace Natalie (Politisi PSI)

Grace Natalie lahir di Jakarta, pada 4 Juli 1982.

Grace Natalie adalah salah satu pendiri dan ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang untuk pertama kalinya ikut berkontestasi pada pemilu 2019 yang lalu.

Grace adalah seorang politikus muda yang populer, dan satu dari 19 Tokoh Kristen Paling Berpengaruh Di Indonesia saat ini.

Terbukti, Grace Natalie berhasil meraup 179.949 suara di Dapil Jakarta 3 (Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu).

Bahkan Grace menjadi peraih suara terbanyak di Dapil tersebut, mengalahkan tokoh-tokoh yang lebih senior.

Namun sayang, pencapaian suara sebesar itu menjadi sia-sia. Sebab partai Grace, yakni PSI, tidak lolos ambang batas parlemen (Parliementary Threshold) 4 %.

Sehingga Grace otomatis tidak bisa lolos ke Senayan.

 

3. Arya Sinulingga (Politisi Perindo)

Arya Mahendra Sinulingga lahir di Kabanjahe, Sumatera Utara, pada 18 Februari 1971.

Arya adalah salah satu ketua Partai Perindo, pimpinan Hary Tanoesoedibjo.

Arya juga adalah Direktur Pemberitaan di Media Nusantara Citra (MNC Group yang membawahi beberapa stasiun televisi, RCTI, GTV, MNCTV, iNews), milik Hary Tanoesoedibjo.

Arya Sinulingga adalah salah satu juru bicara tim sukses Jokowi-Ma’ruf pada pilpres 2019 silam, serta satu dari 7 Tim Sukses Jokowi Di Pemilu 2019 Beragama Kristen.

Arya Sinulingga maju sebagai Caleg Perindo dari Dapil Sumatera Utara 3, yang mencakup 10 kabupaten dan kota di Sumut, dan berhasil memperoleh 26.373 suara.

Meski raihan suara sebanyak itu tidak terlalu menggembirakan, namun itu sudah cukup mengantarkan Arya ke Senayan jika seandainya partai Perindo lolos ambang batas parlemen (Parliementary Threshold).

Sayangnya, Perindo tidak lolos ambang batas parlemen (Parliementary Threshold), sehingga otomatis membuat Arya gagal melenggang ke Senayan.

 

4. Ferdinand Hutahaean (Politisi Demokrat)

Ferdinand Hutahaean lahir di Sumatera Utara pada 18 September 1977.

Kini Ferdinand menjabat sebagai Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat periode 2015-2020.

Ferdinand Hutahaean kerap muncul di berbagai acara politik di televisi, selain aktif di media sosial.

Ferdinand juga menjadi salah satu juru bicara pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.

Sebelumnya Ia adalah Tim SuksesJokowi-JK pada pilpres 2014 silam.

Pada Pemilu 2019 silam, Ferdinand mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Partai Demokrat dapil Jawa Barat V (Kabupaten Bogor).

Namun ia tidak memperoleh suara yang signifikan.

Popularitas Ferdinand di dunia politik, dan di dunia maya, ternyata belum bisa mengantarkannya lolos ke Senayan.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!