Loading...

7 Rasul Di Luar 12 Murid Yesus

Loading...

 

Artikel ini membahas tentang 7 rasul di luar 12 murid Yesus yang pertama.

Istilah “rasul” berasal dari bahasa Yunani, “apostolos”, yang berarti “utusan”. Jadi para rasul adalah orang-orang yang diutus Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil.

Sekalipun arti rasul adalah utusan, dan semua orang percaya juga diutus untuk memberitakan Injil, namun bukan berarti bahwa semua orang percaya dapat disebut sebagai rasul. Istilah rasul punya makna khusus di dalam Alkitab Perjanjian Baru, yakni utusan-utusan langsung Tuhan Yesus.

Para rasul ini terutama adalah kedua belas muridNya, yang selalu bersama-sama denganNya ketika Ia melayani di dunia ini. (Baca: 12 Murid Yesus Dan Akhir Hidup Mereka [1])

Tuhan Yesus sendiri yang menggelari kedua belas muridNya itu sebagai rasul (Lukas 6:13). Dia pertama-tama mengutus mereka untuk memberitakan Injil kepada bangsa Israel sebagai umat pilihan Tuhan (Matius 10:1-15), dan kepada segala bangsa, setelah Ia bangkit dari kematian (Matius 28:19-20).

Di luar kedua belas rasul tersebut, ternyata masih ada sejumlah rasul lain yang diutus oleh Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil.  Hal ini terbukti dari pernyataan rasul Paulus, bahwa setelah kebangkitanNya, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada kesebelas rasulNya (minus Yudas Iskariot), lalu kepada “semua rasul.”  (1 Korintus 15:5-7).

“Semua rasul” yang dimaksud di sini pastilah rasul-rasul yang lebih luas daripada kedua belas murid/rasul pertamaNya.

Tentu saja kedudukan kedua belas rasul pertamaNya (Yudas Iskariot digantikan oleh Matias, lihat poin 2 di bawah) sangat unik dan tak tergantikan, tetapi bagaimanapun juga rasul tidak terbatas pada mereka. Tuhan Yesus masih memanggil sejumlah rasul lain.

Di Alkitab Perjanjian Baru paling tidak ada 7 rasul di luar 12 murid Yesus yang pertama.

Siapa sajakah mereka? Berikut pembahasannya.

 

1. Yakobus Saudara Tuhan Yesus

Rasul pertama di luar kedua belas murid Tuhan Yesus adalah Yakobus saudara Tuhan Yesus.

“Tetapi aku tidak melihat seorang pun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.” (Galatia 1:19)

Yakobus adalah saudara Tuhan Yesus, seibu sebapa denganNya. Bedanya, Tuhan Yesus dikandung dari Roh Kudus, bukan dari hubungan suami-istri antara Yusuf dengan Maria (Lukas 1:35).

Sebelum dipanggil sebagai rasul, Yakobus beserta saudara-saudaraNya yang lain tidak percaya kepada Tuhan Yesus sebelum kebangkitanNya (Markus 3:21; Yohanes 7:3-5).

Barulah setelah kebangkitanNya, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada Yakobus. Penampakan ini rupanya bukan hanya membuat Yakobus menjadi percaya kepadaNya sebagai Mesias dan Tuhan, tetapi juga menjadikannya seorang rasul (1 Korintus 15:7).

Bersama Kefas (Petrus) dan Yohanes, Yakobus merupakan sokoguru jemaat Yerusalem (Galatia 2:9), bahkan pemimpin utama di gereja tersebut (Kisah Para Rasul 15:13).

Tradisi gereja juga mengatakan bahwa pemimpin utama gereja Yerusalem adalah Yakobus saudara Yesus, bukan Petrus. Ia memimpin gereja tersebut salama 30 tahun hingga ia mati martir sekitar tahun 62 Masehi.

Yakobus inilah yang menulis Kitab Yakobus, salah satu dari 66 kitab dari Alkitab. (Baca: 7 Anggota Keluarga Yesus Yang Aktif Dalam Pelayanan)

 

2. Matias

Rasul kedua di luar kedua belas murid Tuhan Yesus adalah Matias.

  … untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya.’ Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.” (Kisah Para Rasul 1:25-26)

Ketika Yudas Iskariot sudah mati, maka jumlah rasul sekaligus pemimpin gereja mula-mula menjadi berkurang. Karena itu rasul Petrus berkata agar satu orang dari antara murid-murid Yesus dipilih sebagai rasul untuk menggantikan posisi Yudas Iskariot.

Tujuannya adalah agar pelayanan terhadap jemaat bisa maksimal, mengingat jumlah orang percaya pada masa itu sudah banyak, lebih dari 500 orang (1 Korintus 15:6).

Selain itu, juga supaya para pemimpin gereja genap berjumlah 12 orang, karena angka 12 adalah sesuatu yang “sakral” bagi orang Israel, mengikuti jumlah suku mereka, 12 suku.

Kriteria utama bagi calon rasul pengganti Yudas Iskariot tersebut adalah: seorang “yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya.”

Maka diusulkanlah dua nama, yakni Yusuf Barsabas atau Yustus dan Matias. Kemudian para rasul dan jemaat berdoa kepada Tuhan Yesus agar Dia memilih siapa yang dikehendakiNya. Lalu mereka membuang undi dan yang kena undi adalah Matias. Matias pun resmi terpilih sebagai rasul menggantikan Yudas Iskariot (Kisah Para Rasul 1:15-26).

Yang memilih Matias menggantikan Yudas Iskariot sebagai rasul bukanlah para rasul dan jemaat, tetapi Tuhan Yesus sendiri. Sebab mereka membuang undi hanya untuk mengetahui siapa yang “telah dipih” Tuhan Yesus.

Menurut sejarawan gereja mula-mula, Eusebius (260-340 Masehi), Matias termasuk salah seorang dari 70 murid Tuhan Yesus (Lukas 10:1). Tradisi gereja menyebut ia mati martir dengan dilempari batu oleh orang-orang Yahudi. (Baca: 12 Murid Yesus Dan Akhir Hidup Mereka [2])

 

3. Paulus

 Rasul berikutnya di luar kedua belas murid Tuhan Yesus adalah Paulus.

 “Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati.” (Galatia 1:1)

Rasul Paulus adalah tokoh besar Perjanjian Baru. Hampir separoh kitab-kitab Perjanjian Baru (dari Kitab Roma hingga Kitab Filemon) merupakan tulisan Paulus. Ia adalah seorang rasul Tuhan Yesus yang memberitakan Injil ke banyak bangsa dan mendirikan banyak gereja di mana-mana.

Paulus lahir di Tarsus, wilayah Yunani, tetapi dibesarkan di Yerusalem, Israel. Sebelum bertobat, ia bernama Saulus, dan ia adalah seorang penganut agama Yahudi yang sangat fanatik serta telah membunuh dan menganiaya banyak orang Kristen.

Ketika sedang dalam perjalanan ke Damsyik, Siria, untuk menganiaya dan membunuh orang Kristen, dengan surat kuasa dari Imam Besar Yahudi di Yerusalem, maka Saulus pun bertobat setelah Yesus menampakkan diri kepadanya (Kisah Para Rasul 9:1-9).

Seperti halnya Yakobus saudara Tuhan Yesus, penampakan diri Tuhan Yesus kepada Saulus (Paulus) ternyata bukan hanya membuatnya bertobat dan percaya kepadaNya, tetapi juga menjadikannya sebagai rasul. Tuhan Yesus memanggilnya sebagai rasulNya, khususnya kepada bangsa-bangsa lain di luar Israel.

Menurut tradisi gereja, rasul Paulus mati martir di Roma pada masa pemerintahan kaisar Nero, bersama dengan rasul Petrus.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!