Loading...
Loading...

7 Syarat Agar Doa Dikabulkan

woman-praying

Artikel ini membahas tentang 7 syarat agar doa dikabulkan menurut Alkitab.

Setiap orang yang berdoa kepada Tuhan pastilah berharap doanya dikabulkan. Agar doa kita dikabulkan, kita harus memenuhi berbagai persyaratan yang digariskan di dalam Alkitab. Syarat-syarat tersebut haruslah dipenuhi semuanya. Bila salah satu saja di antaranya tidak dipenuhi, maka doa kita tidak akan dikabulkan.

Baca juga: 7 Penghalang Sehingga Doa Tidak Dikabulkan

Apa saja syarat yang harus kita penuhi agar doa kita dikabulkan oleh Tuhan? Alkitab mencatat paling tidak ada 7 syarat agar doa dikabulkan Tuhan.  Ketujuh syarat tersebut adalah sebagai berikut.

 

1. Dalam Nama Tuhan Yesus

Syarat agar doa dikabulkan yang pertama adalah dalam nama Tuhan Yesus.

Berdoa dalam nama Tuhan Yesus diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri kepada murid-muridNya ketika Dia akan naik ke Sorga.

“Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.” (Yohanes 16:24).

 Dan hal ini berlaku terutama ketika Tuhan Yesus tidak ada lagi bersama murid-muridNya secara fisik di dunia ini (Yohanes 16:26).

Arti berdoa dalam nama Yesus adalah bahwa kita berdoa seperti Tuhan Yesus berdoa ketika Ia masih ada di bumi ini. Yaitu: berdoa sesuai dengan kehendak Bapa, untuk kemuliaan Bapa, dan untuk kepentingan orang lain; berdoa kepada Allah dengan meneladani cara hidup Tuhan Yesus, dengan hidup benar di hadapanNya.

Arti lain berdoa dalam nama Yesus adalah bahwa kita datang kepada Bapa di Sorga atas nama/mewakili Tuhan Yesus.

Hal ini sama seperti jika kita meminta tolong kepada seseorang yang tidak kita kenal, namun atas suruhan orang yang dikasihi/dihormati oleh orang tersebut. Walaupun kita tidak dikenal oleh orang tersebut, namun karena kita disuruh/direkomendasikan oleh orang yang ia kasihi/hormati, tentulah kita akan diindahkannya.

Demikian juga dengan kita, ketika kita menghadap Bapa di Sorga melalui doa; kita adalah manusia lemah dan berdosa, “tidak dikenal” olehNya, tetapi karena kita datang kepadaNya atas nama/mewakili Tuhan Yesus, putraNya yang Ia kasihi, maka Ia akan mendengarkan kita. Ia akan mengabulkan doa kita, bukan karena diri kita sendiri, tetapi karena Tuhan Yesus yang Ia kasihi.

Namun “dalam nama Tuhan Yesus” di sini tidak bisa dijadikan seperti sebuah mantera yang harus diucapkan ketika berdoa. Sebuah mantera akan berhasil/mujarab jika diucapkan dengan benar, tanpa ada kesalahan sedikit pun (bahkan satu huruf sekalipun!), terlepas dari pemahaman seseorang akan arti mantera tersebut.

Yang terutama di sini bukanlah penyisipan kata-kata “dalam nama Tuhan Yesus” di dalam doa kita (walaupun biasanya kata-kata itu selalu ada dalam doa kita sebagai konsekwensi dari “doa dalam nama Tuhan Yesus” tersebut), melainkan pemahaman kita akan maknanya seperti telah dijelaskan di atas.

 

2. Dengan Iman/Penuh Kepercayaan

Syarat agar doa dikabulkan yang kedua adalah doa kita harus disertai dengan iman.

Artinya, kita harus percaya bahwa Tuhan akan mengabulkan doa kita. Tidaklah ada artinya berdoa kepada Tuhan jika kita sendiri tidak yakin bahwa Ia akan mengabulkan doa kita.

Kepada murid-muridNya, Tuhan Yesus mengajarkan, “Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Matius 21:22).

Kepercayaan atau iman adalah dasar utama kita berdoa kepada Tuhan. Kita berdoa kepada Tuhan karena kita percaya bahwa Ia “mampu dan bersedia” menolong kita. Tuhan tidak mungkin mengabulkan doa kita jika kita tidak percaya bahwa Ia mampu dan bersedia menolong kita. Ketika berdoa, kita harus yakin terlebih dahulu bahwa doa kita akan dikabulkanNya.

Memang, tidak setiap doa kita pasti dikabulkan oleh Tuhan ketika kita berdoa dengan penuh kepercayaan/iman. Namun Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk percaya kepadaNya ketika kita mendatangiNya dalam doa. Doa orang percaya berkuasa hanya jika didoakan dengan penuh keyakinan/kepercayaan (Yakobus 5:16b).

 

3. Merendahkan Diri Di Hadapan Tuhan

Syarat agar doa dikabulkan yang ketiga adalah kita harus berdoa kepada Tuhan dengan sikap merendahkan diri di hadapanNya.

Kita harus senantiasa menyadari bahwa kita adalah manusia yang penuh dosa, yang diselamatkan hanya oleh anugerahNya semata. Oleh karena itu tidaklah pantas bagi kita meninggikan diri di hadapanNya. Apa pun yang telah kita lakukan, yang telah kita capai dan telah kita miliki dalam hidup ini, kita harus sadar bahwa semuanya itu dari Tuhan asalnya.

Inti doa adalah bahwa kita membutuhkan Tuhan, kita menggantungkan harapan dan keinginan kita kepadaNya. Dengan kata lain, kita mengakui keberadaan kita yang penuh kelemahan dan kekurangan. Allah senang jika kita menghadapNya dengan mengakui segala kekurangan dan kelemahan kita serta memohon anugerahNya untuk melayakkan kita menghadapNya di dalam doa kita.

Dalam perumpamaanNya tentang seorang farisi dan seorang pemungut cukai yang sama-sama berdoa di Bait Allah, pemungut cukai itu mengakui ketidak-layakannya di hadapan Tuhan. Ia merendahkan dirinya di hadapan Tuhan dengan memohon belas kasihanNya.

“Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” (Lukas 18:13).

Karena itu, pemungut cukai itu dibenarkan oleh Allah, doanya dikabulkan. Sedangkan doa orang farisi yang menyombongkan diri tidak dikabulkan.

“Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Lukas 18:14).

Loading...
42 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!