Categories: TOKOH ALKITAB

7 Tokoh Akitab Yang Bertanggungjawab

Artikel ini akan membahas tentang tokoh-tokoh Alkitab yang bertanggungjawab.

Ada banyak tokoh Alkitab yang bertanggungjawab.

Bertanggungjawab maksudnya adalah bersedia mengambil tanggungjawab atau kewajiban.

Tokoh-tokoh Alkitab yang bertanggungjawab ini umumnya merupakan para tokoh-tokoh Alkitab terkenal, seperti nabi, raja, dan para leluhur bangsa Israel.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Jujur

Mereka disebut bertanggungjawab sebab dalam satu atau beberapa ayat Alkitab dicatat tentang sikap dan perbuatan mereka yang bertanggungjawab, sekalipun Alkitab tidak selalu memakai kata “bertanggungjawab”.

Dan sikap bertanggungjawab mereka ini membawa dampak besar bagi diri mereka dan orang lainm

Tokoh-tokoh Alkitab yang bertanggungjawab ini terdiri dari tokoh-tokoh Alkitab yang ada di Perjanjian Lama, maupun tokoh-tokoh Alkitab yang ada di Perjanjian Baru.

Baca juga: 10 Karakter Tokoh Alkitab Yang Patut Diteladani

Tentu bertanggungjawab adalah suatu sifat moral atau karakter yang disukai Tuhan.

Karena itu kita perlu meneladani para tokoh Alkitab yang bertanggungjawab ini.

Lalu, siapa sajakah 7 tokoh Alkitab yang bertanggungjawab tersebut?

Berikut pembahasannya.

 

1. Abraham

Tokoh Alkitab yang bertanggungjawab yang pertama adalah Abraham.

Salah satu bentuk tanggungjawab Abraham adalah kepeduliaannya yang besar terhadap Lot, keponakannya.

Lot turut bersama Abraham tatkala Tuhan memerintahkan Abraham untuk meninggalkan kampung halamannya di Ur-Kasdim dan pergi ke Tanah Kanaan.

Karena itulah Abraham merasa bertanggungjawab untuk melindungi Lot.

Ketika musuh menawan Lot, maka Abraham beserta anak buahnya pergi  untuk membebaskan Lot. (Kejadian 14:1-16).

Sodom dan Gomora adalah dua kota yang terkenal karena dosa mereka yang besar di hadapan Tuhan.

Demikian juga ketika Tuhan bermaksud untuk memusnahkan kota Sodom, Abraham bersyafaat bagi kota itu agar Tuhan tidak memusnahkannya.

Salah satu alasannya tentu karena Lot, keponakan Abraham, tinggal di kota Sodom.

Tuhan berjanji tidak akan memusnahkan kota Sodom jika di kota itu didapatiNya 10 orang saja orang benar.

Tetapi di kota itu ternyata tidak ada 10 orang benar. Hanya Lot dan keluarganya (hanya 4 jiwa) yang boleh dikatakan orang benar.

Itulah akhirnya yang membuat Tuhan memusnahkan kota itu, tetapi Ia menyelamatkan Lot sekeluarga. (Kejadian 18:16-33).

 

2. Ruben

Tokoh Alkitab yang bertanggungjawab yang kedua adalah Ruben.

Ruben merupakan anak sulung Yakub dari istrinya, Lea.

Ruben adalah salah satu anak Yakub yang paling banyak dicatat di Alkitab. Dan Ruben mempunyai sifat dan karakter yang baik, dibanding saudara-saudaranya yang lain, kecuali Yusuf.

Satu sifat Ruben yang baik terlihat dari sikapnya yang bertanggungjawab kepada adiknya, Yusuf.

Ketika Yusuf lebih dikasihi oleh Yakub dari anak-anaknya yang lain, maka saudara-saudara Yusuf menjadi iri hati kepadanya. Mereka pun mulai berunding untuk membunuhnya.

Tetapi Ruben, berbeda dengan saudara-saudaranya yang lain, tidak menyetujui perbuatan saudara-saudaranya tersebut.

Itulah sebabnya ia menyarankan agar mereka membuang Yusuf ke dalam sebuah sumur agar Ruben bisa menyelamatkan Yusuf.

Saudara-saudaranya menyetujui usul Ruben, mereka membuang Yusuf ke dalam sebuah sumur.

Tapi rencana Ruben untuk menyelamatkan Yusuf dari sumur itu tidak kesampaian, sebab tanpa sepengetahuan Ruben, saudara-saudaranya yang lain telah mengangkat Yusuf dari sumur tersebut dan menjualnya kepada pedagang yang hendak pergi ke Mesir (Kejadian 37:21-22, 29-30).

Di sini terlihat bahwa yang berbuat jahat kepada Yusuf adalah saudara-saudaranya yang lain, bukan Ruben.

(untuk kisah Ruben yang lebih lengkap, silakan baca: 7 Fakta Tentang Ruben)

 

3. Yehuda

Tokoh Alkitab yang bertanggungjawab yang ketiga adalah Yehuda.

Yehuda adalah anak keempat Yakub, anak dari istri pertamanya, Lea.

Yehuda adalah salah satu anak Yakub paling banyak dicatat di Alkitab, bersama Yusuf dan Ruben.

Yehuda adalah orang yang bertanggung jawab dan telah menunjukkan kepemimpinannya di antara saudara-saudaranya (Kejadian 43:3-5, 8-10; 44:18-34).

Ketika Yusuf meminta saudara-saudaranya membawa Benyamin ke Mesir, maka Yakub menolaknya.

Tetapi setelah Yehuda meyakinkan Yakub maka Yakub pun mengizinkan anak-anaknya untuk membawa Benyamin ke Mesir, kepada Yusuf.

Dalam nubuatannya tentang Yehuda, Yakub mengatakan bahwa Yehuda akan menjadi pemimpin dan tongkat kerajaan tidak akan beralih dari suku Yehuda, hingga datang Dia (Tuhan Yesus) yang berhak atasnya (Kejadian 49:8-12).

Mengapa Yehuda dipilih sebagai penerus raja-raja Israel dan Mesias? Mengapa bukan saudara-saudaranya yang lain?

Tentu ini adalah hak prerogatif Allah.

Tetapi ini mungkin juga karena Yehuda adalah orang yang bertanggung jawab.

 

4. Samuel

Tokoh Alkitab yang bertanggungjawab yang keempat adalah Samuel.

Samuel adalah seorang hakim Israel, yakni hakim yang terakhir (1 Samuel 7:15).

Hakim adalah sebutan bagi para pemimpin Israel di Tanah Perjanjian sebelum munculnya jabatan raja.

Selain itu, Samuel juga adalah seorang nabi Tuhan, yang mengurapi Saul dan Daud menjadi raja Israel.

Samuel adalah seorang pendoa syafaat bagi bangsa Israel.

Tetapi Samuel berdoa bukan hanya ketika ia menjadi seorang nabi saja, melainkan juga setelah ia “pensiun” dari kenabiannya.

Samuel berkata kepada orang Israel, “Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu.” (1 Samuel 12:23a).

Setelah mengundurkan diri, Samuel berkata bahwa ia tetap akan berdoa bagi umat Israel. Ia merasa berdosa/bersalah jika ia berhenti berdoa bagi umat Tuhan.

Ini mengindikasikan bahwa Samuel adalah seorang yang bertanggungjawab, yang merasa wajib untuk berdoa bagi orang Israel, bahkan setelah ia “pensiun” sebagai nabi.

Sebab setelah tidak menjadi nabi lagi ia sebenarnya tidak wajib lagi berdoa bagi orang Israel.

Tetapi nyatanya ia masih setia berdoa bagi mereka, bahkan setelah ia pensiun dari nabi.

 

Page: 1 2