7 Tokoh Alkitab Pendoa Syafaat

Artikel ini membahas tentang 7 Tokoh Alkitab pendoa syafaat, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru.

Di Alkitab kita bisa menemukan banyak tokoh Alkitab pendoa syafaat, yang menjadi teladan bagi orang percaya dalam berdoa syafaat.

Para pendoa syafaat adalah orang-orang yang berdoa bagi kepentingan orang lain, bukan yang hanya berdoa bagi kepentingan dirinya sendiri.

Baca juga: 7 Tokoh Pendoa Di Alkitab

Yang dimaksud dengan “orang lain” di sini terutama adalah umat Tuhan, selain juga mereka yang belum percaya kepadaNya.

Kita dapat mengetahui bahwa mereka adalah para pendoa syafaat melalui doa-doa syafaat mereka bagi orang lain yang dicatat di Alkitab.

Baca juga: 7 Tokoh Alkitab Yang Tekun Berpuasa

Atau karena Alkitab mengatakan bahwa mereka senantiasa berdoa syafaat bagi bagi kepentingan orang lain.

Para pendoa syafaat ini dapat kita temukan baik di dalam Perjanjian Lama maupun di dalam Perjanjian Baru.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Doanya Dikabulkan

Mereka ini umumnya adalah para tokoh terkenal seperti para nabi dan rasul.

Berikut ini akan dicantumkan 7 tokoh Alkitab pendoa syafaat serta sedikit uraian mengenai mereka.

Siapa sajakah mereka?

Berikut pembahasannya.

 

 

1. Musa

Tokoh Alkitab pendoa syafaat pertama adalah Musa.

Musa adalah pemimpin bangsa Israel di padang gurun dalam perjalanan menuju Tanah Kanaan, selama sekitar 40 tahun.

Musa adalah pendoa syafaat hebat, yang senantiasa berdoa untuk bangsanya yang memberontak.

Musa selalu membela kepentingan bangsanya yang keras kepala di hadapan Tuhan.

Salah satunya adalah ketika Musa menghadap Tuhan di gunung Sinai dan menerima 10 Perintah Allah, bangsa Israel memaksa Harun untuk membuat patung lembu emas dan sujud menyembahnya.

Maka Tuhan pun murka kepada mereka dan berniat untuk membinasakan mereka. Dan Musa akan dibuatNya menjadi bangsa yang besar.

Tetapi Musa bersyafaat bagi bangsa Israel dan memohon kepada Tuhan untuk mengampuni mereka (Keluaran 32).

Demikian juga ketika Tuhan murka kepada bangsa Israel yang memberontak kepadaNya, dengan tidak mau masuk ke Tanah Perjanjian akibat kabar busuk yang dibawa oleh 10 pengintai, Musa berdoa kepada Tuhan.

Musa bersyafaat bagi bangsa Israel yang memberontak tersebut sekalipun Tuhan berjanji akan membuat Musa sebagai bangsa yang besar (Bilangan 14).

Selain bersyafaat bagi bangsa Israel secara keseluruhan, Musa juga bersyafaat bagi orang Israel secara pribadi.

Misalnya, Musa berdoa syafaat bagi Miryam, saudara perempuannya, yang kena kusta karena pemberontakannya kepada Musa (Bilangan 12).

 

2. Samuel

Tokoh Alkitab pendoa syafaat kedua adalah Samuel.

Samuel adalah seorang hakim Israel, yakni hakim yang terakhir (1 Samuel 7:15).

Hakim adalah sebutan bagi para pemimpin Israel di Tanah Perjanjian sebelum munculnya jabatan raja.

Selain itu, Samuel juga adalah seorang nabi Tuhan, yang mengurapi Saul dan Daud menjadi raja Israel.

Samuel adalah seorang pendoa syafaat yang hebat.

Sebagai seorang nabi Tuhan, yang menjadi pengantara Tuhan dengan umatNya, Samuel pasti sering berbicara (berdoa) kepada Tuhan sebagaimana lazimnya seorang nabi.

Namun dari 1 Samuel 12:23a, kita bisa melihat bahwa Samuel berdoa bagi bangsa Israel bukan hanya ketika ia menjadi seorang nabi saja, melainkan juga setelah ia “pensiun” dari kenabiannya.

Setelah mengundurkan diri, Samuel berkata bahwa ia tetap akan berdoa bagi umat Israel. Ia merasa berdosa/bersalah jika ia berhenti berdoa bagi umat Tuhan.

Ini mengindikasikan bahwa Samuel adalah seorang pendoa syafaat besar, yang terus-menerus berdoa bagi orang Israel, bahkan setelah ia “pensiun” sebagai nabi.

Samuel bersyafaat bukan hanya karena jabatan atau pekerjaannya sebagai nabi, melainkan juga karena kerelaan atau keinginannya sendiri.

Ia merasa terpanggil untuk tetap berdoa bagi umat Tuhan.

Dalam Mazmur 99:6 dikatakan bahwa Samuel termasuk di antara orang-orang “yang menyerukan nama-Nya.

Selain itu, dari Yeremia 15:1 bisa ditarik kesimpulan bahwa Samuel adalah pendoa syafaat yang setara dengan Musa di hadapan Tuhan.

 

3. Daniel

Tokoh Alkitab pendoa syafaat ketiga adalah Daniel.

Daniel adalah seorang pemuda Yahudi ketika ia, bersama orang-orang Yahudi lainnya, dibuang ke Babel akibat pemberontakan mereka kepada Tuhan.

Namun Daniel kemudian menjadi seorang pejabat tinggi di pembuangan.

Selain pejabat pemerintahan, Daniel juga seorang nabi.

Daniel adalah seorang yang tekun dalam berdoa.

Ia tiga kali sehari berlutut dan berdoa kepada Tuhan (Daniel 6:11).

Daniel jelas adalah seorang pendoa.

Tetapi ia tidak hanya berdoa bagi dirinya sendiri. Ia juga bersyafaat bagi orang lain.

Ketika para orang berilmu di Babel (termasuk Daniel dan tiga temannya) terancam akan dibunuh oleh raja Nebukadnezar, karena tidak mampu menjelaskan dan menafsirkan mimpinya, maka Daniel berdoa kepada Allahnya.

Daniel bersyafaat bagi keselamatan para kaum bijak di Babel dengan memohon agar Tuhan menyingkapkan arti mimpi Nebukadnezar kepadanya.

Dan Tuhan menjawab doa Daniel tersebut (Daniel 2).

Daniel juga berdoa syafaat bagi bangsanya, bangsa Yahudi, tatkala masa akhir pembuangan 70 tahun sudah semakin dekat (Daniel 9).

 

4. Yeremia

Tokoh Alkitab pendoa syafaat keempat adalah Yeremia.

Yeremia merupakan seorang nabi besar dari keluarga imam.

Ia melayani pada masa pemerintahan lima raja Yehuda terakhir, yakni: Yosia, Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin, dan Zedekia (Yeremia 1:1-3).

Pelayanan Yeremia terentang sepanjang 40 tahun.

Namun tidak ada hasil dari masa pelayanannya yang panjang tersebut, orang Israel tidak bertobat.

Yeremia melayani hingga runtuhnya Kerajaan Yehuda, di mana mereka dibuang ke Babel selama 70 tahun akibat pemberontakan mereka kepada Tuhan.

Yeremia dikenal sebagi nabi yang menderita, yang suka meratap dan menangisi bangsanya.

Ratapannya tentang Israel diabadikan sebagai bagian dari Kitab Suci, yakni Kitab Ratapan. (Baca: 39 Kitab Perjanjian Lama Dan Penjelasannya)

Ia mengalami tekanan yang hebat dalam pelayanannya, dipersalahkan, difitnah, dipenjara, dan diancam akan dibunuh.

Dia dianggap musuh oleh bangsanya. Padahal ia menangisi mereka dan bersyafaat bagi mereka (Yeremia 9:1; 13:17).

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!