7 Tokoh Alkitab Yang Jatuh Karena Wanita

 

Artikel ini membahas tentang 7 tokoh Alkitab yang jatuh karena wanita.

Ada sedikitnya 7 tokoh Alkitab yang jatuh karena wanita.

Hal ini terjadi karena mereka menikah dengan wanita yang jahat, atau karena mereka melakukan perzinahan dengan perempuan lain yang bukan istrinya.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Mati Seketika Karena Dosanya

Konon 3 hal yang membuat seorang pria jatuh, yang biasa disebut dengan istilah 3 Ta: tahta, harta, wanita.

Artikel kali ini akan membahas tentang 7 tokoh Alkitab yang jatuh karena wanita.

Jatuh yang dimaksud di sini adalah bahwa mereka mengalami kemunduran, hukuman Tuhan, bahkan kematian.

Ketujuh tokoh Alkitab yang jatuh karena wanita ini umumnya adalah para pemimpin dan penguasa, atau orang-orang yang berpengaruh.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Tidak Taat Kepada Tuhan Dan Akibatnya

Mereka terdiri dari tokoh-tokoh Alkitab yang percaya kepada Tuhan, bahkan para rohaniwan.

Baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru.

Lalu, siapa sajakah 7 tokoh Alkitab yang jatuh karena wanita tersebut?

Berikut pembahasannya.

 

1. Adam

Setelah Tuhan menciptakan manusia, Adam dan Hawa, dan memberkati mereka, Ia menempatkan mereka di Taman Eden.

Ia memberi perintah kepada mereka  bahwa semua yang ada di taman itu boleh mereka makan buahnya.

Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, yang terdapat di tengah-tengah taman itu, tidak boleh mereka makan. Sebab pada waktu mereka memakannya, mereka pasti akan mati.

Tetapi Iblis dalam bentuk ular datang untuk menggoda Hawa.

Hawa tergoda dengan omongan iblis tersebut, ia melihat buah pohon terlarang itu sangat menarik.

Lalu ia mengambil buah pohon itu, memakannya dan memberikannya kepada  suaminya, Adam.

Ketika mereka memakannya, tahulah mereka bahwa mereka sedang telanjang. Mereka mengambil daun-daun pohon ara untuk menutupi aurat mereka.

Ketidaktaatan Hawa dan Adam membuat Tuhan menghukum mereka dengan tiga macam hukuman: kematian rohani, kematian jasmani, berbagai penderitaan dalam hidup.  (Kejadian 3:1-24)

 

2. Ruben 

Ruben pernah berzinah dengan gundik ayahnya, Bilha (Kejadian 35:21-22).

Dosa seperti ini di kemudian hari diganjar dengan hukuman mati di Israel (Imamat 20:11).

Apa yang dilakukan Ruben ini sangatlah tercela. Perbuatan zinah itu sendiri sudah sangat tercela dan merupakan dosa di hadapan Tuhan, apalagi jika perzinahan itu dilakukan dengan istri atau gundik ayahnya sendiri.

Jelas Ruben tidak menghormati ayahnya, Yakub. (Baca: 7 Dosa Perzinahan Terbesar Di Alkitab)

Karakter baik Ruben di Alkitab yang berbakti kepada orang tuanya, tidak suka kejahatan saudara-saudaranya kepada Yusuf, dan sikapnya yang bertanggung jawab, dirusak oleh perbuatan zinahnya.

Di penghujung hidupnya, Yakub mengutuk perbuatan Ruben.

Sebagai anak sulung Ruben seharusnya berhak mendapat hak-hak kesulungan. Tetapi setelah perbuatan zinahnya itu, hak kesulungan Ruben pun hilang (Kejadian 49:1-4).

Hak kesulungan Ruben beralih kepada Yusuf.

Secara de jure, secara hukum, Ruben memang tetap tercatat sebagai anak sulung Yakub, namun secara de facto, dalam faktanya, Yusuflah yang menerima hak-hak kesulungan tersebut (1 Tawarikh 5:1) (Baca: 12 Anak Yakub Nenek Moyang Bangsa Israel)

 

3. Simson 

Simson adalah salah satu hakim bangsa Israel paling terkenal, satu dari 7 Hakim Israel Terbesar Di Alkitab

Simson terkenal terutama karena kekuatan fisiknya yang luar biasa, di dalam rambutnya, yang merupakan pemberian Tuhan.

Namun sayang, dalam perjalanan hidupnya, Simson lebih banyak memakai kekuatan fisiknya untuk kepentingan pribadinya sendiri daripada untuk membela kepentingan Tuhan.

Ia memakai kekuatan fisiknya terutama untuk membalas dendam pribadi terhadap orang Filistin, bukan untuk menggenapi panggilan Tuhan dalam membebaskan orang Israel dari kuasa orang Filistin.

Hal itu terutama dipicu oleh hawa nafsunya sendiri yang tak bisa dikekangnya,  yang berkaitan dengan wanita.

Simson juga jatuh karena seorang wanita, Delila. Akibatnya ia membuka rahasia kekuatannya kepada Delila.

Maka atas kerja sama dengan Delila, ia ditangkap oleh musuhnya, orang Filistin, matanya dicungkil dan ia dipenjarakan.

Namun di dalam penjara ia bertobat, merendahkan dirinya di hadapan Tuhan, serta memohon campur tangan Tuhan dalam melawan musuhnya, orang Filistin, yang sedang memenjarakannya.

Tuhan mendengar permohonan Simson. Ketika Simson disuruh melawak di sebuah gedung yang dihadiri 3000 orang Filistin, Simson merobohkan gedung tersebut dan menewaskan 3000 orang Filistin di dalamnya.

Tetapi konsekwensi dosa Simson tetap ada. Ia juga ikut tewas di dalam gedung yang dirobohkannya itu (Hakim-hakim 16).

Pertobatan Simson dari cara hidupnya yang tidak benar membuat namanya termasuk ke dalam daftar para pahlawan iman 

Kisah lengkap dari Simson dapat dibaca di artikel 7 Fakta Tentang Simson

 

4. Daud

Daud adalah raja kedua Israel setelah Saul dan merupakan raja terbesar Israel sepanjang masa.

Setelah Saul ditolak oleh Tuhan sebagai raja Israel, maka Daud diurapi oleh nabi Samuel menjadi raja Israel menggantikan Saul.

Daud kemudian tampil sebagai pembela bagi Israel, tatkala Goliat, pahlawan Filistin, datang menakut-nakuti bangsanya.

Sejak itu Daud menjadi terkenal dan mendapat simpati dari rakyat Israel. Hal ini membuat Saul iri hati kepadanya. Bahkan Saul selalu berusaha untuk membunuh Daud.

Sejak itu dan seterusnya, hingga kematian Saul, Daud selalu diburu oleh Saul. Tetapi Daud selalu luput, sebab Tuhan menyertai Daud.

Barulah setelah Saul mati Daud bisa menjadi raja bangsa Israel sepenuhnya.

Setelah mapan menjadi raja Israel, Daud kemudian jatuh ke dalam dosa.

Ketika Daud berjalan-jalan di atas istananya, ia melihat Batsyeba sedang mandi. Batsyeba adalah seorang wanita yang sangat cantik, satu dari 10 Wanita Paling Cantik Di Alkitab

Lalu Daud menyuruh memanggilnya dan melakukan hubungan seksual dengannya, padahal Batsyeba saat itu sudah menikah dengan Uria, salah satu prajurit Daud.

Untuk menutupi perbuatannya, Daud pun menyuruh Uria segera pulang ke rumahnya. Tetapi sebagai prajurit sejati, Uria tidak mau pulang, sebab ia merasa “tidak enak” berada di rumah sementara teman-temannya yang lain masih ada dalam pertempuran.

Ketika siasatnya ini gagal, Daud pun merancangkan siasat yang lain, yang lebih licik. Daud memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Uria dengan cara menempatkannya di bagian paling depan dalam pertempuran!

Setelah Uria mati, maka Daud mengambil Batsyeba menjadi istrinya  (2 Samuel 11-12).

Hal ini membuat Tuhan murka dan menghukum Daud. Melalui nabi Natan, satu dari 10 Nabi Perjanjian Lama Terbesar, Tuhan menegur keras Daud.

Ketika Daud mendengar teguran Tuhan ia pun bertobat dan merendahkan diri di hadapanNya. Mazmur 51 adalah doa pertobatan Daud.

Pertobatannya yang sungguh-sungguh dapat memulihkan kembali kebesaran Daud sebagai raja Israel, satu dari 10 Raja Israel Terbesar Di Alkitab

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!