Loading...
Loading...

7 Tokoh Alkitab Yang Korupsi

Gehazi melihat bahwa penolakan nabi Elisa atas pemberian Naaman adalah sesutu yang tidak tepat. Ia merasa bahwa Elisa terlalu segan kepada Naaman sehingga tidak menerima pemberian Naaman.

Maka Gehazi bertekad meminta pemberian dari Naaman.

Gehazi diam-diam pergi menyusul Naaman, yang saat itu sedang dalam perjalanan kembali ke negerinya.

“Lalu Gehazi mengejar Naaman dari belakang. Ketika Naaman melihat ada orang berlari-lari mengejarnya, turunlah ia dengan segera dari atas kereta untuk mendapatkan dia dan berkata: Selamat! Jawabnya: Selamat! Tuanku Elisa menyuruh aku mengatakan: Baru saja datang kepadaku dua orang muda dari pegunungan Efraim dari antara rombongan nabi. Baiklah berikan kepada mereka setalenta perak dan dua potong pakaian. Naaman berkata: Silakan, ambillah dua talenta. Naaman mendesak dia, dan membungkus dua talenta perak dalam dua pundi-pundi dan dua potong pakaian, lalu memberikannya kepada dua bujangnya; mereka ini mengangkut semuanya di depan Gehazi. Setelah mereka sampai ke bukit, disambutnyalah dari tangan mereka, disimpannya di rumah, dan disuruhnya kedua orang itu pergi, maka pergilah mereka.” (2 Raja-raja 5:21-24)

Perbuatan Gehazi dapat digolongkan sebagai pemerasan, apalagi ia mencatut nama tuannya, Elisa.

Karena itu boleh dikatakan bahwa Gehazi telah melakukan korupsi.

Dan perbuatannya ini mendapat ganjaran yang keras dari Elisa.

Sebab Elisa tahu apa yang diperbuat Gehazi (mungkin Tuhan yang memberitahunya), sehingga ia menghukum Gehazi.

Penyakit kusta Naaman berbalik kepada Gehazi sehingga ia berpenyakit kusta seumur hidupnya, bahkan juga anak cucunya (2 Raja-raja 5:1-27).

 

4. Para Bupati Sebelum Nehemia

Tokoh Alkitab yang korupsi berikutnya adalah para bupati sebelum Nehemia.

Nehemia adalah seorang pejabat Juru Minuman raja di kerajaan Persia, yang kemudian menjadi bupati Yehuda selama 12 tahun.

Namun selama menjabat bupati, Nehemia tidak pernah mengambil gajinya. Apalagi melakukan korupsi.

Tetapi para pejabat sebelumnya, selain mengambil gaji, juga memberatkan rakyat. Bahkan juga anak buah mereka. Mereka korupsi!

“Tetapi para bupati yang sebelumnya, yang mendahului aku, sangat memberatkan beban rakyat. Bupati-bupati itu mengambil dari mereka empat puluh syikal perak sehari untuk bahan makanan dan anggur. Bahkan anak buah mereka merajalela atas rakyat. Tetapi aku tidak berbuat demikian karena takut akan Allah.” (Nehemia 5:15)

Perbuatan para bupati Yehuda sebelum Nehemia ini sangat bertolak belakang dengan yang dilakukan oleh Nehemia.

Mereka tidak segan-segan mengambil keuntungan dari rakyat mereka, sekalipun hal itu sangat memberatkan bagi mereka.

Bahkan para bawahan bupati-bupati ini juga melakukan hal yang sama (korupsi), yang tentu saja atas seijin para bupati tersebut.

 

5. Zakheus

Tokoh Alkitab berikutnya yang korupsi adalah Zakheus.

Zakheus adalah seorang pemungut cukai. Pada zaman Yesus, pemungut cukai adalah orang yang bekerja pada pemerintah Romawi untuk memungut pajak dari rakyat.

Orang Israel umumnya memandang rendah  para pemungut cukai dan menganggapnya sebagai orang-orang berdosa (Lukas 19:7), yang setara dengan para perempuan sundal.

Hal ini terjadi karena pemungut cukai dianggap sebagai antek-antek penjajah (Romawi). Mereka dianggap tidak nasionalis dan pengkhianat bangsa.

Apalagi dalam menjalankan tugasnya mereka kerap memeras rakyatnya sendiri.

Bahwa para pemungut cukai adalah biasa memeras rakyat dalam menjalankan tugasnya, nyata dari peringatan Yohanes Pembaptis agar para pemungut cukai tidak memeras atau menagih lebih banyak daripada yang ditentukan bagi mereka (Lukas 3:12-13).

Jadi, sebagaimana umumnya dengan para pemungut cukai, Zakheus pastilah melakukan pemerasan, mengambil melebihi dari yang ditentukan baginya.

Dengan kata lain, Zakheus melakukan korupsi!

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!